At Taubah terdiri dari 129 ayat, dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan juga sbg Bara’ah (melepaskan diri) krn di dalamnya banyak menjelaskan pemutusan perjanjian damai dg kaum musyrik.

Setelah tinggal di Madinah, Nabi SAW mengadakan banyak perjanjian damai dg suku2 di sekitarnya, termasuk juga suku2 di Mekkah dan sekitarnya. Ayat 1-3 turun berkenaan dg pelanggaran berkali2 bbrp suku Musyrikin Mekkah thd perjanjian2 damai tsb (spt Bani Khuza’ah, Mudlaj dll) yang berlangsung pada tahun 6-9 H. Allah kemudian memerintahkan kaum Muslimin utk berlepas diri dari perjanjian mereka dg Musyrikin Mekkah dan memberi tempo 4 bulan. Jika tempo waktu itu telah berakhir dan pelanggaran terus terjadi, kaum Muslimin akan memerangi mereka. Hal ini diumumkan kpd penduduk Mekkah oleh Ali bin Abu Thalib ra pada saat musim Haji di Mekkah.

Pembatalan ini hanya berlaku bagi suku2 yang waktu itu terus menerus melanggar perjanjian damai mereka dg Nabi SAW, sedangkan suku2 yang tetap taat janji (spt Banu Dhamrah dan Bani Kinanah) dikecualikan dari perintah ayat 1-3 di atas.

Perintah Memerangi Kaum Musyrikin Mekkah

Setelah berlalu 4 bulan (menurut jumhur Mufasir, 4 bulan ini adalah bulan haram, yakni bulan Dzulhijjah, Muharram, Shafar dan Rabiul Awal serta 10 hari Rabiul Akhir), Allah kemudian memerintahkan Nabi SAW dan kaum Muslimin saat itu untuk memerangi kaum Musyrikin Mekkah sampai menyerah, dg cara sbb (5):

  • Bunuhlah mereka di mana pun berada
  • Ambillah mereka sbg tawanan (utk diminta tebusannya)
  • Kepung dan halangi mereka keluar dari wilayah tempat tinggal mereka
  • Jika mereka bertaubat, menerima Islam dan mau menjalankan ketaatan kpd Allah (spt sholat), maka biarkan dan bebaskan mereka. Ketahuilah bhw Allah Maha Luas ampunanNya. Perhatikan di sini, ternyata bersyahadat, mengaku beriman saja tdk cukup, melainkan harus dibuktikan dulu dg ketaatan mereka melaksanakan syariat Islam dulu sebelum mereka dibebaskan.

Tetapi kalau dlm jangka waktu 4 bulan di atas kaum Musyrik Mekkah ada yang meminta perlindungan kpd kaum Muslimin, maka Nabi SAW dan Kaum Muslimin saat itu wajib memberikan perlindungan kpd suku2 kaum Musyrik ini, walapun mereka belum menerima Islam (6).

Di ayat selanjutnya, Allah menegaskan, bhw tdk ada gunanya tetap menjalin perjanjian dg mereka (kaum Musyrikin Mekkah yang berkali2 melanggar perjanjian damai) (7). Di ayat selanjutkan ditegaskan kembali, tdk mungkin berharap Kaum Musyrikin Mekkah tdk khianat thd perjanjian, padahal mereka tdk lagi menganggap kaum Muslimin sbg saudara. Allah kemudian mengingatkan kaum Muslimin bhw mereka sebenarnya hanya bagus di perkataan dan janji2 mereka padahal di dalam hatinya tdk berniat baik sedikit pun (8).

Mereka ini memiliki ciri2 sbb:

  1. Mereka mengabaikan, menolak dan menantang seruan Allah dan RasulNya demi kepentingan duniawi (spt kedudukan dan kehormatan di mata suku kaum Musyrik Mekkah yang lain) (9)
  2. Mereka tdk lagi menganggap kaum Muslimin Madinah sbg saudara sesama suku Arab (9)
  3. Mereka tdk mengindahkan perjanjian yang pernah ada antara mereka dg kaum Muslimin Madinah (10)

Terhadap mereka ini, Kaum Muslimin diperintahkan sbb:

  1. Jadikan saudara, ulurkan perdamaian kalau mereka bertaubat, menerima seruan Islam dan melaksanakan ketaatan kpd Allah (11)
  2. Perangi hingga mereka menyerah kalau mereka terus tdk mengindahkan perjanjian2 mereka yg sdh disepakati sebelumnya dg Kaum Muslimin dan mereka menghina, merendahkan agama Islam.

Allah pun kemudian menegaskan ulang, bhw sudah sepantasnya mereka ini diperangi krn (13):

  • Mereka sdh sama sekali tdk mau menaati perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya
  • Mereka bersekongkol mengusir Rasulullah dari Mekkah, menahan beliau, bahkan kalau bisa membunuh beliau, sbgmn disebutkan juga di ayat lain:

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Al Anfaal 8:30)

  • Mereka yang pertama memulai permusuhan dan peperangan dg kaum Muslimin Madinah

Perintah memerangi mereka ini sebenarnya berat bagi Kaum Muslimin saat itu, krn selain posisi mereka yg lebih kuat, juga krn kaum Musyrik Mekkah tsb masih ada hubungan kerabat dg kaum Muslimin. Hal ini disebutkan di ayat lain:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah 2:216)

Maka Allah menegaskan kembali kaum Muslimin Madinah akan penting dan manfaatnya di masa depan dg mengikuti perintah berperang ini dg menyatakan bhw Dia akan menghancurkan mereka ini melalui tangan2 (kekuatan) kaum Muslimin Madinah; Dia akan menolong kaum Muslim Madinah; dan Dia akan melegakan serta menenangkan hati kaum Muslimin Madinah. (14-15).

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab