Beberapa Kaidah Jihad Perang

Ayat 123 menerangkan bbrp kaidah bila jihad perang sudah diwajibkan (syarat2nya sudah terpenuhi):

  1. Diutamakan utk memulainya dari lingkungan terdekat
  2. Bersikap keras thd musuh, tdk toleran, shg mereka gentar thd sikap tegas dari kita

Hal yang sama diperintahkan Allah di ayat lain sbb:

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At Taubah 9:73)

Sikap Orang Munafik thd Ayat Allah

Ayat 124-127 menerangkan perbandingan sikap orang Munafik dan orang beriman bila mereka mendengar ayat2 Allah secara umum, dan juga khususnya ayat2 yang memerintahkan melaksanakan jihad perang.

Orang yang beriman, turunnya ayat2 Allah menjadikan keimanan dan keyakinan mereka akan bertambah kuat dan mendorong mereka utk mengamalkannya. Mereka merasa gembira dg diturunkannya ayat2 tsb krn dgnya membersihkan jiwa mereka, menjelaskan keraguan mereka, dan menambah amal2 mereka yang membawa kpd keselamatan dunia dan akhirat. Condongnya hati org beriman ketika mendengar ayat2 Allah ini dijelaskan di ayat lain sbb:

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun. (Az Zumar 39:23)

Sedangkan orang yang di dalam jiwa mereka ada keraguan, kekafiran dan kemunafikan, turunnya ayat2 Allah akan menambah kekafiran dan kemunafikan yg telah ada pada diri mereka. Semakin sering mereka mendengar ayat2 Allah, semakin bertambah sikap ingkar dan menantang thd apa pun yang diperintahkan/dilarang di dalam ayat2 tsb.

Di ayat lain disebutkan juga, bhw bagi orang Munafik ini, ayat2 Allah spt sesuatu yg jauh yg bukan ditujukan bagi mereka:

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israa’ 17:82)

…Katakanlah, “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (Fushshilat 41:44)

Penutup Perintah Jihad Perang

Allah menutup rangkaian perintah dan hukum Jihad Perang di dalam surah At Taubah ini dg dua ayat utk menggembirakan kita – orang beriman:

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (128)

Implisit Allah berpesan kpd kita, org beriman bhw ketaatan dan tingginya tingkat kesulitan kita dlm memenuhi perintah jihad perang adalah semata krn perintah Allah melalui RasulNya, yang sangat menginginkan keselamatan bagi kita dan amat besar kasih sayangnya kpd kita…

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (129)

Di ayat selanjutnya, kita diperintahkan utk tetap istiqamah selama melaksanakan perintah jihad perang ini. Pasti akan banyak orang2 yang hatinya terkena sakit munafik, yang menentang, ragu, mencemoohkan kita – bahkan dari orang2 terdekat sekali pun. Kita diminta utk memperbanyak dzikir berikut agar tetap istiqamah, teguh hati, tdk goyah dan ragu dlm melaksanakan jihad perang yang tdk mudah ini:

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Sebagai tambahan, dzikir di atas disunnahkan rutin dibaca pagi dan sore sesuai hadits berikut:

Barangsiapa yang membaca “hasbiyallah… ‘arsyil a’zhiim” 7 kali di waktu pagi dan sore, Allah mencukupkan apa yang dirisaukannya, baik dia membacanya dengan kesungguhan atau pun tidak (HR Abu Dawud)

Surah Yunus

Surah Yunus terdiri dari 109 ayat, dan termasuk surah Makkiyah, kecuali ayat 40, 94 dan 95.

Allah menyatakan bhw Al Quran adalah kitab yang mengandung hikmah, yakni berisi petunjuk bagi orang beriman utk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat (1).

Kemudian, Allah menjawab keraguan bangsa Arab waktu itu, mengapa harus Muhammad SAW yang dipilih Allah sbg Rasul, dan bukan tokoh2 yang terpandang di kalangan masyarakat Arab. Keraguan mereka ini dijawab Allah dg menerangkan bhw apa yang dialami oleh Muhammad SAW adalah sama dg yang dialami oleh para rasul lain sebelum beliau (2):

  1. Sama-sama dipilih tdk berdasarkan kedudukan atau kekayaan mereka. Pemilihannya adalah murni ditentukan oleh Allah
  2. Sama-sama membawa 2 misi utama:
  • Memberi peringatan kpd manusia, pahala-dosa, surga-neraka
  • Membawa berita gembira kpd manusia, bhw mereka dpt menjadi orang beriman yang mulia di sisi Allah, serta ditunjukkan cara2 mencapai iman tsb

Dua misi Rasul ini disebutkan di banyak ayat, spt:

…Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Al A’raaf 7:188)

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba’ 34:28)

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa 4:165)
3. Sama-sama dianggap sbg tukang sihir krn membawa mukjizat yang selalu mengalahkan hujjah (dlm bentuk argumentasi dan bukti nyata) dari kaum kafir (2). Seperti halnya Musa:

Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata, “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai (Al A’raaf 7:109)
4. Sama-sama mengajarkan tauhid, adanya Allah – Tuhan yang menciptakan alam semesta dan mengatur segala urusan di dalamnya. Dialah Tuhan yang Maha Esa, satu2nya yang menurunkan rahmat dan pertolongan, serta satu2nya Tuhan yang disembah (3), spt halnya rasul2 lain sebelum Muhammad SAW:

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al Baqarah 2:133)

Kebesaran Allah dlm Menjaga Siklus dlm Proses2 Alam Semesta

Ayat selanjutnya menerangkan kebesaran Allah dlm menjaga berlangsungnya siklus kehidupan dan pergerakan benda2 di alam semesta ini:

  1. Siklus penciptaan manusia -> kelahiran -> kematian -> hari akhir -> manusia dibangkitkan kembali. Dijelaskan pula, bhw tujuan adanya hari akhir dan dibangkitkannya manusia saat itu adalah agar setiap makhluk menerima balasan atas amalnya dg adil. Masuk surga dan neraka sesuai timbangan amal mereka (4).
  2. Siklus peredaran matahari dan bulan (5), shg dimanfaatkan sbg perhitungan tahun dan bulan oleh manusia, sbgmn diterangkan juga di ayat lain:

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (Al Israa’ 17:12)

Kemudian dijelaskan pula, bhw ini semua diatur dg hak, dg sempurna – yang mana akan tampak kesempurnaan proses ini oleh orang2 yang berilmu (mendalami ilmu science). Mereka yang berilmu inilah yang dimaksud di ayat berikut:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi… (Ali Imran 3:190-191)
3. Siklus siang dan malam, yang seharusnya menjadi bahan tafakkur agar kita menjadi org bertakwa, takut kpd Allah. Di ayat lain, kita diperintahkan utk mensyukuri datangnya malam dan siang ini, bahkan disebutkan siklus ini bisa berjalan teratur semata krn Allah sengaja menurunkan rahmatNya kpd kita (6):

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”
Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al Qashash 28:71-73)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab