Selalu Bersyukur dan Tidak Takabur dlm Peperangan

Masih melanjutkan mengenai peperangan, Allah mengingatkan bhw Dia telah memenangkan kaum muslim saat itu dlm berbagai peperangan spt Perang Badar, Ahzab, Tabuk, dll sedangkan saat itu pasukan Islam sedikit. Kemudian Allah mengingatkan akan kisah Perang Hunain yg terjadi setelah penaklukan Mekkah, dimana saat itu pasukan Islam berjumlah sangat besar (12rb) shg salah seorang sahabat berkata, “Hari ini kita (pasti) tidak akan dikalahkan krn jumlah pasukan kita sedikit”.

Namun demikian, ternyata sebagian pasukan Islam berhasil dikalahkan oleh musuh. Inilah yang digambarkan di ayat 25 sbg “bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, sehingga kamu lari ke belakang bercerai-berai.”

Melihat pasukan yg mulai kalah dan mundur ke belakang, Rasulullah mempercepat maju ke depan menerobos musuh (menurut riwayat, saking cepatnya shg 2 org sahabat memegangi pelana kuda beliau agar tdk terlalu cepat krn khawatir akan keselamatan beliau. Nabi SAW pun berdoa, “Wahai Tuhanku, berikanlah aku apa yang telah Engkau janjikan.” Setelah itu beliau juga memanggil kaum Muslim utk kembali, “Kemarilah wahai hamba2 Allah. Kemarilah. Aku Rasulullah. Aku adalah Nabi tdk berbohong. Aku adalah putra Abdul Muthallib.” Seruan ini dijawab oleh sktr 100 org sahabat yg datang mengikuti beliau. Malaikat pun turun dlm wujud pasukan berbaju putih di atas kuda2 putih. Kemudian beliau melemparkan segenggam tanah sambil berseru, “Ya Allah, laksanakan apa yang Engkau janjikan kepadaku. Kalahlah kalian, demi Tuhan Ka’bah.” Hingga akhirnya perang dimenangkan oleh pasukan Muslimin.

Perang Hunain ini adalah perang dg rampasan perang terbesar kaum Muslimin sampai saat itu. Tercatat 6rb tawanan perang, dan rampasan perang terdiri dari 24rb unta, 40rb kambing dan 4rb keping perak.

Dilarangnya Orang Musyrik ke Baitullah/Masjidil Haram

Orang2 Musyrik dulu datang ke Baitullah, membawa makanan yang diperdagangkan. Ketika mereka dilarang mendatangi Baitullah (setelah penaklukkan Mekkah), orang2 Muslim saat itu berkata, “Kalau mereka tdk jualan, darimana kami mendapatkan makanan (rezeki)?”. Allah pun kemudian menurunkan ayat 28 yang menegaskan bhw orang musyrik tdk boleh masuk ke Masjidil Haram krn mereka kotor jiwanya, dan Allah pasti akan memberi kecukupan kebutuhan hidup mereka yang di Mekkah walaupun org musyrik tsb sdh tdk ada.

Di ayat lain ditegaskan juga, bhw dosa musyrik adalah dosa yang tdk terampuni dan tdk terbayarkan, kecuali kalau orang tsb bertaubat sebelum dia meninggal / terjadi hari Kiamat.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An Nisaa’ 4:48)

Terkait dg rezeki d atas, di dalam tafir Al Munir dibahas, bhw rezeki berkaitan erat dg sikap tawakkal kita. Allah berfirman sbb:

…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath Thalaaq 65:2-3)

Ini didukung juga oleh hadits Nabi sbb:

Kalau saja kalian bertawakkal kpd Allah dg tawakkal yang benar, pasti Dia akan memberi rezeki kpd kalian sbgmn burung diberi rezeki, pergi pagi-pagi dlm keadaan lapar, pulang dlm keadaan kenyang. (HR Bukhari)

Perintah Memerangi Orang Kafir yang Memusuhi Islam

Allah memerintahkan kita memerangi Ahli Kitab yang memusuhi Islam (spt kaum Yahudi di Madinah yang bersekongkol utk membunuh Nabi SAW dan mengusir kaum Muslimin dari Madinah) sampai mereka membayar jizyah.

Jizyah ini spt pajak yang dikenakan per orang dan pada transaksi jual-beli. Banyak ulama berpendapat bhw jizyah ini hanya berlaku bagi Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi), walaupun menurut ulama mazhab Maliki, jizyah diberlakukan umum utk semua non-Muslim, termasuk mereka yg menyembah berhala (spt Musyrikin Mekkah).

Alasan mereka diperangi ini krn mereka melakukan 4 kesalahan besar (29) sbb:

  1. Mereka tdk beriman kpd Allah dg ketauhidan yang benar, spt meyakini Uzair adalah anak Allah (Yahudi), atau Al Masih adalah anak Allah (Nasrani) (30).
  2. Mereka tdk beriman kpd Hari Akhir dg benar. Mereka berpendapat hanya jiwalah yang nanti dibangkitkan. Juga percaya bhw kenikmatan surga dan siksa neraka hanyalah efek kejiwaan saja dan bukan dlm bentuk kehidupan sempurna (materiil dan ruhaniah).
  3. Mereka tdk mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan RasulNya. Di ayat 31 disebutkan bhw mereka menjadikan ulama/rahib mereka sbg tuhan selain Allah, krn mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram tanpa dasar ayat2 Allah. Nabi SAW bersabda,

Mereka mengharamkan yang halal bagi umat, dan menghalalkan yang haram, lalu umat mengikutinya. Itu adalah penyembahan umat kpd para ulama mereka. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Jarir melalui Adi bin Hatim).
4. Mereka tdk beragama dg agama yang benar. Di ayat 32 disebutkan bhw mereka berusaha memadamkan cahaya agama Allah dg menyembunyikan ayat2 Allah dan mengubah ayat2 kitab suci. Juga, di ayat 34 ditegaskan kembali, mereka para rahib mereka meminta upah kpd umatnya atas nama agama (utk kepentingan pribadi).

Maka kemudian Allah menegaskan bhw tujuan Rasulullah diutus adalah justru utk memperbaiki keempat hal di atas tsb, yakni membawa Al Quran dan syariat Islam yang meluruskan kembali kitab suci dan syariat yang sudah ditambah-dikurangi oleh para rahib Nasrani dan Yahudi. Allah pun menjelaskan bhw kalau Al Quran dan agama Islam dibandingkan dg agama / kitab suci lain, maka akan tampak jelas jauh keunggulannya ”…Dia telah mengutus RasulNya dg membawa kitab dan agama yang benar utk dimenangkanNya atas segala agama…” (33).

Emas Perak dan Harta Simpanan

Allah menyinggung sedikit di ayat 34-35, bhw mereka yang menyimpan emas dan perak dan tdk mengeluarkan zakatnya maka akan mendapatkan siksa yang pedih. Dalam satu hadits Nabi SAW bersabda:

Setiap harta yang ditunaikan zakatnya maka tdk termasuk harta simpanan (HR Ibnu Adi dan al Khatib)

Tak seorang pun yang tdk menunaikan zakat hartanya kecuali pada hari Kiamat kekayaannya itu dijadikan lembaran2 api lalu dengannya lambung, dahi dan punggungnya diseterika selama 1 hari yg kadarnya 5000 tahun sampai diputuskan nasib antara hamba, kemudian diperlihatkan jalan nasibnya, mungkin ke surga, mungkin ke neraka (HR Muslim)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab