Sikap terhadap Orang Munafik

Allah tdk menerima harta yang dinafkahkan oleh orang munafik, walaupun mereka memberikannya dg sukarela atau pun terpaksa (53). Dijelaskan kemudian, bhw infaq mereka ini tertolak krn mereka bersikap kufur kpd Allah dan RasulNya, yakni (54):

  1. Mereka malas melaksanakan ketaatan kpd Allah (spt sholat). Di ayat lain disebutkan juga,

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali (An Nisaa’ 4:142)

Di dalam bbrp hadits, Nabi SAW menjelaskan sholatnya orang Munafik ini sbb:

Tidak ada shalat yang paling berat atas kaum munafik dari shalat Shubuh dan Isya’. (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Sungguh aku telah melihat kami (yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum), tidak ada yang absen darinya (shalat berjamaah), kecuali seorang munafik yang dikenal kemunafikannya. (HR Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

Itu adalah shalatnya seorang munafik, ia duduk menunggu matahari, sehingga jika matahari tersebut terletak antar dua tanduk setan (mau terbenam), maka ia bangun  (shalat) ia shalat dengan cepat sebanyak empat rakaat, tidak menyebut/mengingat Allah di dalamnya kecuali sedikit sekali. (HR Muslim)
2. Mereka tdk sepenuh hati, enggan dlm menafkahkan hartanya di jalan Allah

Allah selanjutnya mengingatkan kita agar tidak terpesona dg segala harta dan nikmat duniawi yang mereka miliki. Disebutkan, bhw semua kenikmatan duniawi itu sengaja dilimpahkan utk menyiksa mereka di dunia (istidraj) (55). Hal ini ditegaskan juga di ayat lain sbb:

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (Al Mu’minuun 23:55-56)

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali Imran 3:178)

Kemudian Allah menjelaskan bbrp ciri orang Munafik sbb:

  1. Mereka sangat takut kalau kedok mereka terbongkar, shg sering bersumpah palsu atas nama Allah agar dipercaya (56).
  2. Mereka merasa tersudutkan dan membenci bergaul dg orang beriman shg kalau saja tdk takut ketahuan, mereka memilih menghindar sejauh2nya dari orang beriman (57)
  3. Ada juga di antara mereka yang sangat sensitif thd keadilan dlm membagi2 harta, spt pembagian zakat, shg marah kalau tdk menerima bagian zakat (58). Di ayat selanjutnya dijelaskan 8 kelompok penerima zakat (dibahas terpisah).
  4. Sengaja menyakiti Nabi SAW dg menuduh Nabi SAW tertipu krn mempercayai semua berita yang disampaikan kpd beliau, baik berita benar maupun berita bohong (61)
  5. Mereka sering bersumpah dg nama Allah agar dipercaya (62). Ayat ini menegaskan kembali yg disebut di ayat 56 sebelumnya. Allah kemudian mempertanyakan sikap mereka ini, krn seharusnya mereka fokus bgmn mendapatkan ridho Allah dan RasulNya (bukan malah mencari ridho dan trust dari sesama orang Muslim) (62) Juga, sbg org Islam mereka pun seharusnya aware dg ancaman siksa bagi yang menentang Allah dan RasulNya (63).
  6. Mereka takut kedok mereka terbuka, khawatir Allah menerangkan motif jahat mereka dlm ayat2 yg diturunkan kpd Nabi SAW (64)
  7. Kalau tipu daya mereka ketahuan, mereka meminta maaf dan beralasan, “Sesungguhnya kami hanyalah senda-gurau dan main-main saja.” Padahal yang mereka permainkan adalah ayat2 Allah (65). Di ayat lain disebutkan juga,

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka (pemimpin2 mereka) mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (Al Baqarah 2:14)

Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu. (Muhammad 47:29-30)

Kemudian Allah menegaskan bhw permintaan maaf mereka tdk ada gunanya dan sdh ketetapan Allah utk mengazab org yang terus2an berbuat dosa (melakukan tipu daya utk merusak Islam dan menjatuhkan org umat Islam) (66)

Allah kemudian mengingatkan di ayat 67, agar waspada thd orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, krn mereka saling bantu mengajak kita kpd kemungkaran dan menghalangi kita berbuat kebajikan. Juga mereka sangat kikir dlm menginfakkan hartanya. Mereka disebut sbg orang fasik, krn sikap2 mereka yang menutup terbukanya hidayah dari Allah. Disebutkan juga, mereka akan dimasukkan neraka Jahannam sbg balasan atas perbuatannya (68). Na’udzubillah…

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Dalam hal membagikan zakat, Allah memerintahkan kpd mustahiq zakat (penerima zakat) agar mereka ridho dan menerima apa adanya atas zakat yang diterima (59).

Ayat 60 menjelaskan 8 kelompok yang berhak menerima zakat (mustahiq):

  1. Orang Fakir. Orang yang tdk memiliki harta sama sekali yang tdk memiliki pekerjaan utk menutupi kebutuhannya
  2. Orang Miskin. Orang yang masih memiliki harta ttp tdk mencukupi kebutuhannya
  3. Amil Zakat. Orang yang bertugas mengambil dan mengumpulkan zakat yang diutus oleh pemimpin/pemerintah yang sah
  4. Muallaf. Orang yang baru masuk Islam dan masih labil dalam melaksanakan Islam
  5. Untuk pembebasan budak, utk mempercepat hilangnya praktek perbudakan
  6. Orang yang terjerat hutang dan tdk memiliki harta utk melunasinya. Dalam salah satu hadits, Nabi SAW bersabda,

Sedekah tdk halal bagi orang kaya kecuali 5 golongan: org yg berjihad fi sabilillah, petugas zakat, org yang menanggung hutang, org yang membeli zakat dari fakir miskin dg hartanya, dan org yg memiliki tetangga miskin lalu org miskin tsb diberi sedekah kemudian dia menghadiahkannya kpd org kaya itu (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
7. Jihad fi sabilillah. Orang yang berperang di jalan Allah dg sukarela, tdk mendapatkan bayaran dari Pemerintah
8. Ibnu Sabil. Para musafir yg kehabisan bekal dlm perjalanan (dg syarat tujuan perjalanan mereka tdk utk melakukan maksiat)

Zakat yang lebih utama adalah yang diberikan kpd sanak saudara, krn mendapatkan 2 pahala, sbgmn disebutkan di hadits berikut:

Engkau mendapatkan dua pahala: pahala sedekah dan pahala menyambung silaturrahim (HR Bukhari dan Muslim)

Di dalam ayat lain, disebutkan zakat berfungsi sbg pembersih jiwa yg menyucikan dari kecenderungan kpd duniawi:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (At Taubah 9:103)

Di dalam satu hadits, juga disebutkan bhw zakat berfungsi sebagai penjaga harta:

Jagalah harta kalian dg zakat (HR Thabrani dan al-Khathabi)

Menarik di sini, bhw zakat dpt berfungsi mirip spt asuransi sekarang, yang memberikan proteksi thd harta yang kita miliki. Bedanya zakat bersifat preventif (dan mendapat pahala), sedangkan asuransi sifatnya after the fact (dan subhat/haram hukumnya).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab