Kesudahan Nasib Orang Munafik dan Orang Beriman

Masih menyambung mengenai orang Munafik, Allah menegaskan bhw profile orang Munafik tsb sebenarnya sudah ada sejak umat2 terdahulu. Bahkan disebutkan ada umat2 dahulu yg lebih kuat secara fisik, ekonomi dan keturunannya daripada org Munafik pada masa Nabi SAW. Mereka pun sama2 memusuhi Rasul, meremehkan dan mempermainkan agama di antara mereka. Allah menegaskan bhw mereka akan merugi di akhirat krn amal mereka yg sia-sia dan hampa (69).

Kesudahan nasib orang Munafik ini disebutkan juga di bbrp ayat lain spt:

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. (An Nahl 16:106-109)

Selanjutnya Allah menerangkan kesamaan sifat2 orang Munafik dg umat2 terdahulu spt kaum Nuh, Ad (Nabi Hud) , Tsamud (Nabi Shalih), kaum Ibrahim, penduduk Madyan (Nabi Syu’aib) dll dan kesudahan nasib mereka yg dimusnahkan masyarakatnya sbg azab atas keingkaran kpd Allah. Ditegaskan juga, bhw bukanlah Allah yang menganiaya mereka, melainkan mereka yang menganiaya diri mereka sendiri krn sengaja melanggar apa yang diperintahkan dan dilarang Allah sbg penentangan mereka thd risalah Allah (70).

Allah kemudian mengontraskan nasib org Munafik ini dg orang beriman, dg ciri sbb (71)

  1. Mereka saling tolong menolong sesama mereka. Nabi SAW bersabda,

Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain (HR Muslim)
2. Mereka melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar
3. Mereka mendirikan sholat, mengerjakan sholat dg khusyu’ dan pada waktunya
4. Mereka menunaikan zakat
5. Mereka menaati perintah dan larangan Allah dan RasulNya

Orang beriman ini akan mendapat balasan berupa rahmat Allah, yakni 1) surga yang kekal dan indah dg sungai yang airnya mengalir (menentramkan hati) dan 2) tempat yang baik di surga ‘Adn. Di samping itu mereka pun mendapat ‘bonus’ berupa 3) keridhaan Allah yang digambarkan lebih besar kenikmatannya daripada kenikmatan surga tsb. Mereka ini dikatakan mendapatkan keberuntungan yang besar, krn amal2 mereka ‘dibayar’ dg surga dan keridhaan Allah yang kekal dan berlipat2 lebih baik daripada amal mereka (72).

Dalam salah satu hadits Nabi bersabda,

’Adn adalah rumah milik Allah yg tdk pernah dilihat oleh mata, tdk terlintas dlm hati manusia dan tdk ditempati kecuali oleh 3 golongan: para Nabi, para Shiddiq dan para Syuhada. Allah berfirman kpdnya, “Beruntunglah org yang memasukimu.” (HR Abu ad-Darda)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab