Perintah Jihad dan Bersikap Keras thd Orang Munafik

Ibnu Katsir meriwayatkan, Ali bin Abi Thalib ra berkata, Rasulullah diutus dengan 4 pedang:

  1. Pedang utk Orang Musyrik

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka perangilah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (At Taubah 9:5)
2. Pedang utk Orang Kafir

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (At Taubah 9:29)
3. Pedang utk Orang Munafik

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At Taubah 9:73)
4. Pedang utk Orang Zalim

…Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, maka perangilah yang zalim melanggar perjanjian itu sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Al Hujuraat 49:9)

Ibnu Jarir dan Thabari berpendapat bhw jihad thd orang Munafik wajib dilakukan jika mereka menampakkan kemunafikannya. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat, bhw jihad thd orang Munafik adalah dg lisan, argumentasi dan pembuktian.

Kemudian Allah menyebutkan bbrp ciri orang Munafik ini sbb:

  1. Sering bersumpah palsu agar dianggap teman oleh org beriman (74)
  2. Kikir thd hartanya setelah diberi karunia dlm bentuk kelapangan harta oleh Allah SWT (75-76)
  3. Mencela dan mencemooh org beriman yang bersedekah, baik yang bersedekah itu kaya maupun miskin (79)
  4. Enggan memenuhi kewajiban berjihad, bahkan bergembira krn tdk ikut berjihad (81). Hal ini ditegaskan kembali di ayat 86-87. Dikatakan juga bhw hati mereka sdh terkunci mati shg tdk masuk akal di mata mereka akan kebahagiaan beriman dan berjihad fi sabilillah (87)

Sikap Kita thd Orang Munafik

Selanjutnya kita diperintahkan bersikap thd orang Munafik yang sudah jelas tampak kemunafikannya sbb:

  1. Tidak usah didoakan ampunan atas mereka krn tdk ada manfaatnya di hadapan Allah (80)
  2. Menolak bantuan mereka kalau mereka ingin ikut memperjuangkan Islam. Di ayat 83 dicontohkan Nabi SAW menolak permintaan org Munafik ikut berperang krn sebelumnya pun mereka menolak perintah jihad perang (83)
  3. Menolak menyolatkan jenazah mereka (84)
  4. Menolak berziarah ke makam mereka dan mendoakannya, krn mereka sebenarnya sdh kafir dan meninggal dlm kekafirannya (84)
  5. Jangan terpesona dg kekayaan dan banyaknya keturunan yg mereka miliki, krn justru itu semua adalah jalan Allah utk mengazab mereka di dunia (85)

Mengenai sikap kita thd orang munafik ini menarik melihat kisah wafatnya Abdullah bin Ubay yg menjadi asbabun nuzul ayat 80 dan 84 di atas.

Abdullah bin Ubay adalah salah satu tokoh di Madinah, menerima Islam ttp diam2 memusuhi nabi dan menjadi sekutu kaum Musyrik Mekkah dan suku2 lain yg menentang Islam utk membunuh Nabi SAW dan mengusir Nabi beserta kaum Muslimin dari kota Madinah. Namun demikian, Abdullah, putranya adalah salah satu sahabat yg ikut berperang bersama Nabi SAW dan kaum Muslimin lainnya.

Ketika Abdullah bin Ubay meninggal, putranya mendatangi Nabi SAW, memohon agar beliau berkenan memberikan bajunya sbg kain kafan bapaknya, serta menyolatkan jenazahnya. Nabi SAW memenuhi permintaannya walaupun Umar ra saat itu tdk setuju Nabi sampai ikut menyolatkan (mengingat track recordnya yg memusuhi Nabi dan kaum muslimin). Hingga akhirnya turunlah ayat 80 dan 84 ini yg menegaskan larangan mendoakan ampunan dan menyolatkan org munafik shg Nabi SAW tdk jadi menyolatkan jenazah Abdullah bin Ubay.

Dari asbabun nuzul ini tampak jelas bhw kita harus mendahulukan prasangka baik thd sesama Muslim. Selain itu, mengutip pendapat Ibnu Jarir dan Thabari, kita baru bersikap keras thd mereka kalau mereka jelas2 menunjukkan sikap kemunafikan (spt di ayat 74-81 di atas) dan dilakukan berulang2 spt yg dilakukan oleh Abdullah bin Ubay.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab