Sikap Orang Beriman thd Perintah Jihad Perang dan Balasannya

Sebagai kontras sikap orang Munafik thd perintah Jihad Perang di ayat 42-50 sebelumnya, Allah menerangkan sikap orang beriman (yang benar imannya) thd perintah Jihad Perang sbb:

  1. Bagi yang mampu: sungguh2 mengerahkan harta dan jiwa mereka utk memenuhi seruan Jihad Perang ini (88). Sebagai balasannya, org beriman ini dijanjikan surga yang mereka dg segala kenikmatan di dalamnya dan dikatakan mereka inilah orang2 yang sejatinya mendapat kemenangan yang besar (krn mendapatkan balasan surga yang kekal dan keridhaan Allah SWT) (89).
  2. Bagi yang uzur syariat (yakni orang yang lemah, sakit dan miskin): mereka diperbolehkan tdk ikut perang selama mereka tetap melaksanakan amal2 lain semampu mereka (91)

Halangan (Uzur) Melaksanakan Jihad Perang pada Orang Beriman dan Munafik

Dalam salah satu riwayat dari Zaid bin Tsabit, “Setelah saya menulis surah Al Bara’ah (At Taubah) tiba2 kami diperintahkan utk berperang. Lalu saat itu datanglah seorang buta mendatangi Nabi SAW dan bertanya, “Bagaimana saya wahai Rasulullah?” Kemudian turunlah ayat 91 ini:

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (At Taubah 9:91)

Allah membandingkan org beriman yang benar2 uzur tdk bisa pergi krn terhalang tdk ada kendaraan atau tdk ada biaya. Mereka ini digambarkan bercucuran air mata krn sangat sedihnya. Allah menegaskan sikap mereka ini dimaafkan krn di dalam hatinya mereka sdh berniat ikut berjihad (91-92).

Sedangkan org Munafik, mereka adalah org2 yang kaya, kuat secara fisik tetapi mencari2 alasan agar tdk ikut dlm berjihad. Mereka ini (krn sikap dan perbuatannya) dikunci mati hatinya oleh Allah (dari menerima hidayah) (93).

Di ayat lain, Allah menggambarkan perbandingan org Beriman dan org Munafik ini dlm thd perintah Jihad Perang ini:

Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. (Muhammad 47:20)

Allah kemudian memerintahkan kita agar menjauhi org2 Munafik ini, walaupun mereka bersumpah agar tetap dianggap teman oleh org beriman. Di ayat lain, disebutkan juga bhw org Munafik ini sebenarnya lebih takut kpd orang beriman daripada kpd Allah SWT:

Sesungguhnya kamu dalam hati mereka (orang Munafik) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (Al Hasyr 59:13)

Allah menggunakan kiasan yang sangat keras thd orang Munafik ini, yakni disamakan dg najis dan tempatnya di neraka Jahannam krn sangat kotor dan jahatnya hati mereka (95-96).

Orang Munafik dan Orang Beriman di Kalangan Badui

Kemudian Allah menjelaskan bhw perbedaan sikap antara org Munafik dan orang beriman ini tdk terpengaruh oleh tingkat pendidikan dan budaya. Dicontohkan, orang Badui yang terbelakang pun, yang Munafik memiliki ciri yang sama, yakni (98)

  1. Kikir, menganggap rugi dan sia2 kalau harus menyisihkan hartanya membantu peperangan bersama org beriman (sama dg ayat 75-76)

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). (At Taubah 9:75-76)
2. Berharap dan senang kalau terjadi hal buruk yang menimpa pasukan org beriman (sama dg ayat 50)

Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira. (At Taubah 9:50)

Selanjutnya, menerangkan juga orang2 beriman di masyarakat terbelakang (Badui), dimana mereka (99):

  1. Beriman kpd Allah (sama dg ayat 46)
  2. Beriman kpd hari akhir (sama dg ayat 46)
  3. Memandang harta yang diberikan utk Jihad Perang sbg jalan mendekatkan diri kpd Allah dan dan agar Nabi SAW ridho kpd mereka.

Di akhir ayat 99, Allah membenarkan cara pandang orang Badui ini, bhw zakat/infaq/sedekah adalah benar sbg jalan utk mendekatkan diri kpd Allah SWT.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab