Surah Az Zumar terdiri dari 75 ayat dan termasuk kelompok Surah Makkiyyah.

Al Quran dan Ajaran Tauhid

Allah menjelaskan Dia yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana lah yang menurunkan Al Quran yang berisi kebenaran, yakni ajaran Tauhid untuk memurnikan ketaatan hanya kepadaNya, bersih dari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah (1-3).

Di dalam ayat 3 dijelaskan, bahwa menjadikan seseorang atau sesuatu sebagai medium penyembahan kita kepada Allah pun ternyata termasuk salah satu bentuk kemusyrikan.

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (3)

Allah kemudian menerangkan siapa diriNya – satu-satunya Tuhan yang pantas disembah, yakni:

  1. Dia yang Maha Perkasa, yang menciptakan langit dan bumi, mengatur siklus siang dan malam dan berputarnaya matahari dan bulan pada orbit garis edarnya masing-masing (6)
  2. Dia yang menciptakan manusia, menjadikan mereka memiliki keturunan melalui pasangannya, dengan janin yang berkembang di dalam plasenta, uterus dan perut (3 lapis kegelapan). Dia juga yang menyediakan hewan ternak bagi manusia, sebagaimana disebutkan juga di ayat lain:

Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al An’aam 6:142)
3. Dia yang menolak amal dan mengangkat ridhoNya atas manusia yang kafir, dan menerima amal dan menurunkan ridhoNya atas mereka yang bersyukur. Ditegaskan bahwa setiap orang tidak akan memikul dosa orang lain dan segenap manusia akan kembali kepada Allah (7).

Kecenderungan Manusia. Orang yang Beriman, Kafir dan Bertaubat

Allah menggambarkan kecenderungan sifat manusia, yakni ketika mengalami musibah dia segera mengingat dan berdoa kepada Allah. Sedangkan bila diberi nikmat dan kelapangan dengan cepat pula dia melupakan Allah dan kembali ingkar dengan mengada-adakan sekutu bagi Allah (8). Hal ini dijelaskan juga di ayat lain sbb:

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (Yunus 10:12)

Selanjutnya Allah menggambarkan orang yang beriman, yakni mereka yang banyak beribadah pada malam hari karena takut akan azab akhirat dan mengharapkan rahmatNya (9). Kepada mereka yang beriman ini diperintahkan:

  • Bertakwa kepada Allah (10)
  • Berbuat baik dimana saja mereka berada (10)
  • Bersikap sabar. Disebutkan juga, bahwa mereka yang sabar akan diberi balasan pahala yang tidak terbatas (10)
  • Menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan dalam melaksanakan syariat agama (11, 14)
  • Bersegera dalam menaati hukum-hukum Allah (12)
  • Menjauhi perbuatan buruk dan yang dilarang Allah karena takut akan siksa pada hari akhir

Sedangkan bagi orang yang musyrik digambarkan sebagai orang yang sangat merugi, penyesalan besar atas dirinya dan juga keluarganya pada hari kiamat (15). Mereka menerima azab di dalam neraka dengan api yang berlapis-lapis di atas dan di bawah mereka. Hal ini disebutkan juga di ayat lain:

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim (Al A’raaf 7:41)

Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka), “Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan” (Al ‘Ankabuut 29:55)

Bagi orang yang bertaubat, menjauhi segala perbuatan buruknya (taghut) dan mendekatkan diri kepada Allah, akan mendapatkan berita gembira, yakni balasan balasan surga atas keimanan dan ketakwaan mereka (17).

Terakhir, Allah menjelaskan kondisi di akhirat, dimana saat itu sudah pasti dan final ketentuan azab atau nikmat dari setiap manusia. Tidak ada yang bisa mengubah ketetapan tersebut. Bagi yang menerima ketentuan masuk neraka tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka (19). Sedangkan bagi mereka yang bertakwa Allah menepati janjiNya dengan memasukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai (20).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab.