Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (21)

Allah menjelaskan siklus alam berupa diturunkannya air dari langit, yang kemudian menumbuhkan berbagai macam tanaman sehingga indah dipandang mata, hingga tiba saatnya tanaman tersebut menjadi kering dan hancur berderai. Siklus alam ini adalah perumpamaan kehidupan dunia. Semua yang ada di dunia sebenarnya tidak lain dari rangkaian peristiwa. Ada masa-masa awal, spt dilahirkannya manusia atau berdirinya suatu negara atau perusahaan. Kemudian mencapai masa kejayaan. Kemudian memasuki masa senja hingga menjadi tua atau kondisi negara / perusahaan yang menurun, hingga tiba saatnya hilang dan digantikan oleh yang lain.

Allah kemudian menjelaskan cara agar bisa melampaui siklus ini, agar selamat di dunia dan akhirat, yakni melalui (22):

  1. Menerima Islam, agama yang diridhaiNya
  2. Banyak berdzikir dan mengingat Allah
  3. Menjadikan Al Quran sbg guideline kehidupan kita

Al Quran dan Jalan Hidayah

Allah kemudian menerangkan proses Al Quran menggugah kejiwaan seseorang. Dijelaskan Al Quran mengandung ayat-ayat yang kualitasnya sama tingginya dan berisi pesan yang berulang-ulang. Mereka yang dibukakan hatinya akan bergetar seluruh jiwanya mendengarkan Al Quran (bacaan Arab nya atau pun arti maknanya) sehingga tumbuh kegelisahan dan ketakutan kepada Tuhannya.

Bila dia terus merenungi dan mengingat akan adanya Tuhan yang menurunkan kebenaran dan hidayah kepada dirinya, maka perlahan rasa takut tersebut berubah menjadi kepasrahan dan ketenangan karena kehidupan barunya yang dekat dan selaras dengan bimbingan petunjuk Allah SWT (23).

Di dalam satu hadits disebutkan, Nabi SAW bersabda:

“Apabila nur masuk ke dalam kalbu, maka kalbu itu menjadi lapang dan terbuka.” Kami berkata, “Wahai Rasulullah apa tanda-tandanya?” Beliau menjawab, “Keinginan pada negeri keabadian (akhirat), menjaga jarak dengan negeri kepalsuan dan fatamorgana yang menipu (dunia), serta bersiap-siap menghadapi kematian kematian sebelum kematian itu datang menjemput” (HR Ibnu Murdawaih)

Sedangkan bagi mereka yang mengabaikan dan menolak hidayah tersebut (walaupun sudah sampai kepada mereka), maka Allah mengancam balasan azab berupa kehinaan di dunia dan akhirat (24-26).

Kesempurnaan Bahasa Al Quran

Allah kemudian menjelaskan Al Quran yang berisi berbagai perumpamaan atas berbagai hal sebagai pelajaran bagi manusia (27). Allah mengulangi menegaskan kesempurnaan Al Quran yang diturunkan dalam gaya bahasa Arab yang sempurna tidak tertandingi sebagai bukti bagi manusia agar mau menerima dan mengamalkannya (28) dan tidak mengandung kontradiksi seperti di dalam kitab Taurat dan Injil lain yang sudah diubah:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (An Nisaa’ 4:82)

Mereka yang menolak Al Quran diterangkan pula di ayat lain sbb:

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (Al Anfaal 8:31-32)

Allah pun menantang mereka yang meragukan dan menolak Al Quran untuk membuat tandingan Al Quran sebagaimana disebutkan di banyak ayat berikut:

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (Al Baqarah 2:23-24)

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain” (Al Israa’ 17:88)

Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar. (At Tuur 52:33-34)

Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar” (Huud 11:13)

Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar” (Yunus 10:38)

Ancaman bagi Para Pendusta dan Janji bagi yang Beriman

Di ayat selanjutnya, Allah menerangkan salah satu perumpamaan, yakni perbedaan mereka yang menuhankan banyak tuhan dengan orang yang bertauhid adalah seperti budak yang dimiliki oleh banyak tuan, dengan budak yang hanya dimiliki oleh satu tuan saja. Padahal semua yang ada, termasuk mereka dan juga sesembahan mereka (selain Allah) akan mengalami kehancuran dan kembali kepada Allah (29-30). Diceritakan pula bahwa di akhirat kelak mereka akan berbantah-bantahan dengan makhluk yang menjadi sesembahan mereka (31-32) sebagaimana disebutkan pula di ayat berikut:

Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam 19:81-82)

(Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).” (Yunus 10:28-29)

Allah menerangkan balasan bagi mereka yang membenarkan dan bertakwa menaati risalahNya yang dibawa oleh para rasul sbb:

  • Allah memperkenankan segala apa pun yang diinginkan mereka langsung dari sisiNya (34)
  • Allah menutupi perbuatan buruk mereka yang lalu (sebelum bertaubat) dan membalas amal kebaikan mereka berlipat-lipat lebih baik daripada amal kebaikan yang mereka lakukan (35)

Allah kemudian menegaskan bahwa di hari akhir tidak ada sesuatu pun selain Dia yang dapat melindungi dari siksa Allah (36-37).

Keyakinan Penyembah Berhala dan Ancaman kepada Mereka

Allah menjelaskan bahwa para penyembah berhala sebenarnya mengakui adanya Dzat atau Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Akan tetapi mereka mengingkari bahwa Tuhan tersebut hanya ada satu, Yang Maha Esa (38). Bagi mereka ini Allah menjanjikan siksa yang kekal di akhirat (39-40).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab.