Kondisi Orang yang Menolak Hidayah dan Orang yang Bertakwa

Melanjutkan ayat sebelumnya, Allah menggambarkan kondisi kedua kelompok ini di akhirat. Mereka yang mendustakan petunjuk dan menyombongkan diri, muka mereka menjadi hitam (60).

Sedangkan bagi mereka yang bertakwa, Allah menyelamatkan mereka, memenangkan mereka dan dijauhkan dari azab neraka dan tidak ada kesedihan tampak di wajah mereka (61).

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (Al Mujadalah 58:20)

Allah Membimbing Manusia kepada Tauhid

Allah menjelaskan bahwa manusia diberi bimbingan menuju ketuhanan yang Esa dalam dua bentuk:

  1. Dalam bentuk tanda-tanda kebesaranNya yang tampak di alam semesta:
  • Dialah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Tidak hanya menciptakan, Dia juga yang memelihara seluruh ciptaanNya (62)
  • Dialah Tuhan yang kekuasaanNya meliputi langit dan bumi (63)

Kalau saja manusia benar-benar merenungkan dan menggunakan akalnya, maka pasti mereka sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada yang mampu menciptakan dan mengatur alam semesta ini kecuali Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa (64).
2. Dalam bentuk dakwah para rasul yang diutus Allah SWT yang mengingatkan manusia untuk menyembah hanya kepada Tuhan yang Esa (65). Dijelaskan juga di ayat berikut, bahwa setiap umat pasti diutus rasul kepada mereka:

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Faathir 35:24)

Bagi mereka yang tetap mempersekutukan Allah, mengabaikan peringatanNya di atas dan tidak mengagungkanNya sebagaimana mestinya, diancam dengan kerugian yang sangat besar karena terhapusnya amal mereka di akhirat nanti (65-67) sebagaimana disebutkan ayat lain berikut:

…Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah 2:217)

Kronologis Terjadinya Hari Kiamat

Allah menjelaskan kronologis terjadinya Hari Kiamat sebagai peringatan kepada mereka yang tetap ingkar mempersekutukanNya – bahwa tidak ada sesuatu atau pun seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka, kecuali atas izin Allah. Bahwa Dia lah yang menjadi Penguasa satu-satunya di Hari Kiamat.

  1. Langit digulung sebagai bagian dari kehancuran alam semesta. Di ayat lain digambarkan juga:

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan (Al Qiyamah 75:7-9)

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan (At Takwir 81:2-4)
2. Ditiup sangkakala pertama. Semua makhluk yang ada di bumi dan langit mati.
3. Ditiup sangkakala kedua. Semua makhluk dari awal penciptaan alam semesta hingga hari kiamat dibangkitkan.
4. Seluruh manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar
5. Setiap orang diberikan buku yang berisi perhitungan perbuatannya masing-masing di dunia
6. Didatangkan para Nabi dan saksi lainnya sebagai saksi atas perbuatan mereka. Di ayat lain peristiwa ini diterangkan sbb:

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (An Nahl 16:89)

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (An Nisaa’ 4:159)

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (An Nisaa’ 4:41)
7. Mereka menerima keputusan atas timbangan amal mereka dengan seadil-adilnya. Tidak ada sedikit pun mereka dirugikan.
8. Setiap orang akan menjalani balasan sesuai keputusan perhitungan amal mereka

Orang kafir akan dibawa ke neraka secara berombongan. Mereka ditanya oleh penjaga neraka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan hari ini?” Mereka kemudian menjawab, “Benar telah datang.” (71). Dan mereka pun masuk ke dalam neraka serta kekal di dalamnya. Allah menegaskan bahwa inilah balasan bagi orang yang sombong karena menolak seruan Allah dan RasulNya (72).

Sedangkan orang yang bertakwa akan dibawa ke surga secara berombongan juga. Mereka disapa dengan salam oleh penjaga surga, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu, maka masuklah ke dalam surga yang kamu kekal di dalamnya.” (73). Mereka kemudian menjawab dengan penuh rasa syukur, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjiNya kepada kami dan telah memberi kami tempat di dalam surga sebagai balasan terbaik atas orang yang beramal.” (74)

Terakhir, diterangkan bahwa malaikat menyaksikan semua peristiwa ini sambil bertasbih di sekeliling ‘Arsy, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” Mereka menjadi saksi atas kekuasaan Allah yang meliputi seluruh makhluk dan yang menjadi Penguasa di Hari Akhir. Inilah mungkin makna dari ayat dan hadits berikut:

Yang menguasai di Hari Pembalasan. (Al Fatihah 1:4)

Allah SWT menggenggam bumi pada hari Kiamat dan melipat langit dengan tangan kananNya, lalu berkata, “Akulah Sang Penguasa, dimana para penguasa bumi?” (HR Bukhari dan Muslim)

Di ayat lain, Allah memberikan summary resep bagi kita agar menjadi golongan yang selamat ini:

…Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia (1) mengerjakan amal yang saleh dan (2) janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. (Al Kahfi 18:110)

Semoga Allah SWT melapangkan jalan dan menguatkan kita untuk menjadi hambaNya yang bertakwa. Aamin YRA.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab.