Surah Fushshilat termasuk kelompok surat Makkiyah yang diturunkan setelah surah Al Mu’min.

Di awal surah Allah menerangkan respon orang kafir yang menolak risalah yang dibawa Nabi SAW – termasuk juga Al Quran yang memiliki ciri sbb:

  1. Diturunkan dari Tuhan yang Rahman dan Rahim (2). Dzat yang Maha Pemurah mencukupi segala kebutuhan seluruh makhluk ciptaanNya di langit dan di bumi, serta Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang beriman, saleh dan bertakwa.
  2. Diturunkan dalam bahasa Arab agar dapat dimengerti (3). Di ayat lain disebutkan tujuan Al Quran sebagai kitab yang diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi mereka yang meyakini dan mempelajarinya.

Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (Al Jaatsiyah 45:20)

(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Ali Imran 3:138)

Allah pun menegaskan di ayat lain, diulang sampai 4 kali bahwa Al Quran benar-benar dimudahkan untuk dimengerti oleh manusia agar dapat dijadikan pelajaran dan petunjuk:

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al Qamar 54:17, 22, 32, 40)
3. Membawa dua pesan utama (4)

  • Berita gembira (akan datangnya jalan yang membawa keselamatan di dunia akhirat serta balasan surga bagi orang yang mengikuti jalan yang lurus)
  • Peringatan bagi mereka yang memilih menolak risalah Allah dan RasulNya

Dua pesan utama Al Quran ini dijelaskan di banyak ayat lain, di antaranya:

Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman. (An Naml 27:2)

Allah kemudian menerangkan bahwa hanya sedikit manusia yang mau menerima risalah Allah dan menjadikan Al Quran sbg petunjuk. Kebanyakan manusia sangat keras menolak sehingga apa pun argumen dan bukti yang dihadapkan, mereka tetap bergeming menolaknya, yang digambarkan di ayat 5 berikut:

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu (seakan-akan) ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula).”

Allah kemudian memerintahkan Nabi SAW untuk menjawab penolakan mereka dg mengatakan (6):

  1. Nabi SAW adalah manusia biasa yang sama dengan mereka yang menolak
  2. Nabi SAW menerima wahyu atas kehendak Allah SWT
  3. Tugas Nabi SAW adalah menyeru jalan keselamatan, yakni menuhankan hanya Allah yang Esa, kemudian bertakwa di jalanNya dan memohon ampun kepada Nya, serta peringatan siksaNya bagi mereka yang tetap mempersekutukan Allah SWT

Allah kemudian menjelaskan beberapa ciri mereka yang mempersekutukan Allah di ayat 6 di atas (7):

  1. Mereka menolak menunaikan zakat
  2. Mereka mengingkari kehidupan akhirat, menganggapnya hanya cerita dongeng, sebagaimana disebutkan di ayat berikut:

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”. (Al An’aam 6:29)

Ayat pada surah Al An’aam di atas dilanjutkan dengan penyesalan yang digambarkan Al Quran sangat berat sbb:

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah, “Bukankah (kebangkitan ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah, “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)”. (Al An’aam 6:30)

Sebagai kontras, Allah kemudian menerangkan nasib orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yakni mereka mendapatkan balasan atas amal mereka yang terus menerus tidak ada putusnya, kelak di surga yang kekal (8) sebagaimana disebutkan pula di ayat berikut:

tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (Al Insyiqaq 84:25)

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (At Tiin 95:6)

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. (Al Qalam 68:3)

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (Huud 11:108)

Penciptaan Alam Semesta

Ayat selanjutnya menjelaskan tahapan fase penciptaan alam semesta dalam 6 fase sebagai berikut:

  1. Penciptaan bumi yang terjadi dalam 2 fase (9)
  2. Penyempurnaan bumi dengan gunung dan ditumbuhkannya berbagai tanaman dan makhluk hidup dalam 4 fase (10)

Penciptaan alam semesta dalam 6 fase ini disebutkan juga di banyak ayat lain sbb:

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al A’raaf 7:54)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus 10:3)

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata, “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (Huud 11:7)

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqan 25:59)

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (Fushshilat 41:11)

Profesor T. Djamaluddin menafsirkan ayat 11 di atas menerangkan proses awal terbentuknya alam semesta dari dari big bang yang menimbulkan cosmic microwave background dengan unsur pertamanya adalah hidrogen yang berbentuk awan dan berkondensasi membentuk bintang. Gugusan bintang dan gas kemudian membentuk galaksi yang menyusun struktur alam semesta.

Beliau pun juga menafsirkan ”dengan suka hati atau terpaksa” pada ayat 11 di atas mengacu pada gaya gravitasi yang berperan vital pada pembentukan bintang dan galaksi.

Kisah Kaum Ad dan Tsamud

Setelah menjelaskan sejarah penciptaan alam semesta sebagai bukti Dialah Allah Tuhan yang Esa yang menciptakan segalanya, kemudian kita diajak untuk merenungi sejarah para umat yang diutus kepada mereka rasul utusanNya, yakni kaum Ad dan Tsamud, yang dimusnahkan Allah dengan petir krn menolak risalah yang dibawa oleh para Rasul.

Diceritakan kedua kaum ini menolak seruan para Rasul (14), serta bertindak sombong dan merasa tidak ada yang lebih kuat daripada mereka (15). Di ayat lain, mereka ini digambarkan sbb:

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. (Asy Syu’araa’ 26:128-130)

Akhirnya setelah tidak ada harapan mereka menerima dakwa para Rasul yang diutus kepada mereka (Saleh as dan Huud as) Allah menurunkan azabNya berupa angin yang sangat keras (16) dan petir yang membinasakan mereka (17). Sedangkan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah (18).

Azab Allah kepada kaum Ad dan Tsamud ini digambarkan di ayat lain sbb:

Dan juga pada (kisah) Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Adz Dzaariyaat 51:41-41)

Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (Al Haaqqah 69:6-8)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab