(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.

(Al Baqarah 2:197)


Perjalanan haji diawali oleh niat. Kita diperintahkan menjaga kesucian akhlak dan kesucian ucap selama dalam perjalanannya, serta memperbanyak berbuat kebaikan.

Walaupun kita diminta mempersiapkan bekal (finansial, fisik, transportasi dan mental), namun yang paling utama adalah bekal sikap mental yang bertakwa (taqwa mentality), takut, ikhlas dan meluruskan niat perjalanan hanya ditujukan kepada Allah SWT.