Kisah Nabi Shalih as

Kaum Tsamud juga merupakan salah satu kabilah Arab. Mereka tinggal di daerah yang sekarang dikenal sbg Fajjun-Naqah di antara Hijaz dan Syam. Mereka diberi kelebihan membangun rumah spt istana yang dengan memahat gunung.

Tahap 1: Rasul menyerukan risalah Tauhid

Ayar 61 menceritakan Nabi Shalih yang mendakwahkan ajaran tauhid kpd kaumnya, dan mengajak mereka bertaubat atas dosa musyrik mereka. Di ayat lain disebutkan,

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya…” (Al A’raaf 7:73)

Tahap 2: Rasul ditentang oleh kaumnya

Tampaknya Nabi Shalih as adalah dari kalangan terpandang, shg kaumnya menolak secara halus dg mengatakan, “Hai Shalih, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah salah seorang yang kami harapkan… Kami sangat ragu dan risau atas ajaran yang kamu dakwahkan ini.” (62).

Kaum Tsamud pun kemudian meminta Nabi Shalih bukti mukjizat kpd kaumnya (63), yakni dlm bentuk unta betina, yang air susunya tdk pernah habis. Tetapi diperingatkan agar tdk mengganggu, dan membiarkan unta tsb, sbg cobaan ketaatan dan kepercayaan kaumnya kpd Nabi Shalih as (64). Di ayat lain disebutkan,

Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar.” (Asy Syu’araa’ 26:154)

…Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al A’raaf 7:73)

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. (Al Qamar 54:27-29)

Tahap 3: Rasul ditantang utk segera menurunkan siksa sbg bukti kebenaran kerasulan mereka

Akhirnya mereka, bukan hanya mengganggu, tetapi sengaja membunuh unta tsb krn kesombongan mereka yg tdk takut akan datangnya azab spt yang disampaikan oleh Nabi Shalih as, sbgmn digambarkan di ayat lain,

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” (Al A’raaf 7:77)

Dia berkata, “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (An Naml 27:46)

Tahap 4: Rasul menyerahkan urusan mereka yg masih ingkar kpd Allah

Kemudian diceritakan bagaimana Nabi Shalih as hopeless thd kaumnya yang malah makin menjadi-jadi dengan sengaja membunuh unta betina tsb. Akhirnya mereka diberikan tenggat waktu 3 hari sebelum datangnya azab Allah:

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh, “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (65)

Tahap 5: Diturunkan azab yang membinasakan mereka yg ingkar kpd Allah

Akhirnya datanglah azab Allah yang memusnahkan kaum Tsamud yang ingkar tsb dan Allah menyelamatkan orang beriman yang mengikuti Nabi Shalih as (66). Digambarkan mereka bergelimpangan meninggal seketika hingga mengering jasadnya krn petir yang menyambar mereka – diikuti oleh suara guntur yang sangat keras (67).

Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (Al Qamar 54:30-31)

Di ayat lain disebutkan, bukan hanya petir dan suara keras, ttp juga gempa yang menjadikan daerah tsb spt daerah yang belum pernah dihuni manusia (68-69).

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. (Al A’raaf 7:78)

Malaikat Bertamu kpd Ibrahim as

Allah mengisahkan kunjungan bbrp malaikat, bertamu ke rumah Ibrahim as dan istrinya Siti Sarah (69). Para malaikat itu singgah dengan 2 tujuan:

  1. Menyampaikan berita gembira, akan kelahiran Ishaq, bahkan diberitakan juga, dari Ishaq akan lahir cucu beliau, Ya’qub, yang keduanya akan menjadi hamba2 Allah yang saleh (71). Siti Sarah terkejut dan heran mendengar berita ini (72). Di ayat lain, digambarkan terkejutnya Ibrahim as dan Siti Sarah mendengar berita ini:

Berkata Ibrahim, “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?” (Al Hijr 15:54)

Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.” (Adz Dzaariyaat 51:29)

Diceritakan, akhirnya para malaikat menjelaskan, bhw tdk ada yg mustahil di sisi Allah, dan sesungguhnya Allah Maha Terpuji (dari berjanji bohong) dan Maha Pemurah (kpd hambaNya yang saleh) (73).
2. Menyampaikan rencana para malaikat tsb ke kaum Luth sbg persiapan turunnya azab Allah. Luth masih kerabat Nabi Ibrahim as. Luth mengikuti risalah Nabi Ibrahim sbgmn disebutkan di ayat berikut:

Maka Luth membenarkan (kenabian) nya (Ibrahim)… (Al ‘Ankabuut 29:26)

Ibrahim as yang dikenal dg sifat santun dan penyayangnya, mencoba menego perintah Allah kpd para malaikat tsb, agar membatalkan eksekusi azab thd kaum Luth, hingga akhirnya para malaikat mengingatkan Ibrahim bhw turunnya siksa bagi kaum Luth sdh menjadi ketetapan Allah SWT (75-76).

Sifat penyantun dan penyayang Ibrahim as ini disebutkan di ayat lain, yg menggambarkan beratnya Ibrahim as ketika dilarang Allah utk mendoakan bapaknya yang musyrik,

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (At Taubah 9:114)

Turunnya Azab atas Kaum Luth

Menurut riwayat, Luth as awalnya mengikuti perjalanan bersama Nabi Ibrahim as, hingga akhirnya beliau menetap di Sodom, yang terletak di timur Yordania. Kaum Luth menempati kota2 di sekita kota Sodom. Nabi Luth diutus kpd kaumnya utk menyampaikan ajaran Tauhid dan agar mereka meninggalkan dari perbuatan dosa homoseksual. Mereka bukan hanya tertarik kpd sesama laki2 sesama mereka, ttp juga memaksa laki2 asing utk mengikuti perbuatan mereka serta menantang datangnya azab Allah sbgmn dijelaskan di ayat berikut:

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (Al ‘Ankabuut 29:29)

Melanjutkan ayat sebelumnya, akhirnya para malaikat tsb meninggalkan rumah Ibrahim as menuju ke negeri Sodom. Mereka menyerupai pemuda yang tampan. Diceritakan, Luth as sangat takut ketika para malaikat tsb bertamu ke rumahnya (77). Kaum Luth pun segera mendatangi rumah Luth, meminta agar beliau mau menyerahkan para malaikat tsb kpd mereka (78). Nabi Luth as menolak permintaan mereka, dan mengingatkan mereka agar menikahi para perempuan di kalangan kaum Luth sbg perbuatan yang lebih suci dan diridhai Allah SWT (78-80).

Para malaikat tsb akhirnya menenangkan Luth as dan menyampaikan musibah besar akan datang menimpa kaum Luth di waktu subuh, serta meminta Luth dan pengikutnya utk segera meninggalkan negeri Sodom. Diceritakan pula, agar Luth tdk mengajak istrinya (81). Menurut Jalalayn, sebab istrinya tdk dibolehkan ikut adalah krn dia diam2 menolak dakwah Luth mengesakan Tuhan.

Akhirnya Allah menurunkan azab kpd kaum Luth, dg membalikkan kota tsb dan menghujani kaum Sodom dg batu dari tanah yang terbakar bertubi2 hingga tdk ada satu pun dari mereka yang hidup (82). Menurut bbrp mufasir spt Ibnu Katsir dan Al Maturidi, batu dari tanah tsb ditandai dg tulisan berisi nama kaum Luth yang menjadi target batu tsb (83).

Di akhir ayat 83, diterangkan, bhw azab serupa akan dikenakan kpd kaum yang melakukan perbuatan sama dg perbuatan keji kaum Sodom.

Sbg tambahan, ada 2 kejadian yg mirip dg peristiwa Sodom ini (ttp perlu crosscheck lebih jauh krn ini hanya hasil Googling):

  1. Penduduk kota Pompeii di bawah pemerintahan Romawi yg meninggal seketika krn panas akibat meletusnya gunung Vesuvius pada tahun 79 M, serta mengubur seluruh penduduk kota tsb bbrp kaki, hingga baru ditemukan 1600 tahun kemudian.

https://en.wikipedia.org/wiki/Pompeii
2. Kejadian di Banjarnegara Jawa Tengah pada 17 April 1955, spt diberitakan berikut:

https://daerah.sindonews.com/read/1086458/29/kisah-dusun-sodom-gomorah-di-banjarnegara-yang-dilaknat-tuhan-bagian-1-1455806276/26

https://mobile.facebook.com/notes/satu-hari-satu-ayat-quran/azab-allah-untuk-dukuh-legetang-yang-hilang-di-dieng-sebuah-tanda-kebesaran-alla/399458144650/

Na’udzubillah min dzaalik.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab