Katakanlah, "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fussilat 41:52-53)

Allah menantang mereka yang meragukan kebenaran Al Quran, dengan meminta mereka untuk memperhatikan ayat-ayat Al Quran (ayat Qawliyah) dan mencocokkan kebenarannya dengan ayat-ayatNya (ayat Qawniyah) berupa fenomena di seluruh penjuru alam semesta termasuk memperhatikan diri manusia sendiri.

Dari pencarian dan pembuktian tersebut, niscaya mereka akan mendapati kesimpulan bahwa ada Dzat yang bukan hanya Maha Menciptakan dan Maha Kuasa mengatur segala sesuatunya tetapi juga menjadi Maha Menyaksikan atas segala kejadian dan peristiwa di alam semesta ini. Inilah yang ditegaskan di ayat berikut:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam 6:59)

Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran 3:29)

Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Fussilat 41:54)

Ayat terakhir dari rangkaian penutup Surat Fussilat di atas menegaskan bahwa luasnya pengetahuan Allah yang meliputi segala sesuatu, yang tampak maupun yang disembunyikan, dimensi fisik maupun ghaib, di alam semesta maupun di lubuk hati terdalam inilah menjadi jawaban atas pendapat mereka yang meragukan pengadilan Allah di akhirat.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam.