Kisah Beberapa Rasul

Di ayat 51-57 masih melanjutkan kisah bbrp org Rasul dg highlight sbb:

  • Nabi Musa as, hamba pilihan Allah, yang menerima wahyu dan berbicara dg Allah di Gunung Thursina (51-52). Musa dibantu oleh saudaranya, Harun yang juga diangkat sbg Nabi/Rasul dlm berdakwah (53).
  • Nabi Ismail as, dg sifat utamanya selalu memenuhi janji, yang mengajak keluarga dan umatnya utk melaksanakan sholat dan menunaikan zakat (54-55).
  • Nabi Idris as, dg sifat utamanya shiddiq (membenarkan tanda2 kekuasaan Allah), yang diangkat Allah ke derajat yang tinggi (56-57).

Orang-orang Yang Diberi Nikmat

Allah menjelaskan bhw mereka para Nabi yang dijelaskan di ayat2 sebelumnya di atas adalah salah satu golongan dari orang-orang yang diberi nikmat. Mereka ini adalah yang disebutkan di paruh kedua ayat 58:

  1. Para Nabi dari keturunan Adam
  2. Orang2 yang diselamatkan Allah di dalam kapal bersama dg Nabi Nuh as
  3. Kaum keturunan Ibrahim dan Israil
  4. Orang-orang yang dipilih Allah dan diberi petunjukNya

Di ayat lain, ditegaskan juga siapa orang-orang yang diberi nikmat ini:

Dan barangsiapa yang menaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para Nabi, para Shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.(An Nisaa’ 4:69)

Mereka ini dikatakan memiliki ciri utama sbb (58):

  • Mereka memandang Allah sbg Tuhan yang Maha Pemurah. Berprasangka baik thd Allah
  • Bila mereka dibacakan / dihadapkan dg ayat2 Allah maka mereka (segera) menyungkur bersujud dan menangis

Ini adalah penjelasan yang dimaksud di dalam doa kita di Surah Al Fatihah ayat 6-7:

Tunjukilah kami jalan yang lurus (6)
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (7)

Implisit kita diperintahkan mencari jalan yang lurus, yakni jalan yg ditempuh oleh mereka yg memiliki sikap:

  • Berprasangka baik thd Allah
  • Mereka menerima, sami’na wa atha’na serta tunduk terharu jiwanya saat dihadapkan atau mendengar ayat2 Allah SWT

Umat Rasul setelah Wafatnya Mereka

Allah kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada kaum para Rasul di atas sesudah mereka wafat. Mereka dikatakan mengabaikan sholat dan memperturutkan hawa nafsu (59). Namun, sebagian dari mereka, ada juga yang bertaubat, beriman dan beramal saleh (60), yang dijanjikan Allah balasan surga (61-63).

Proses Turunnya Wahyu kpd Nabi SAW

Diriwiyatkan dari Ibnu Abbas, bhw Jibril lama tdk mendatangi Rasulullah ketika beliau ditanya mengenai kisah Ashabul Kahfi, Zulkarnain dan tentang ruh. Beliau tdk tahu bagaimana menjawabnya dan merasa sedih serta sangat gelisah. Saat itu, orang2 Musyrik mencemooh beliau, “Sesungguhnya Tuhannya sudah meninggalkan dan mengabaikannya.” Setelah sekitar 40 hari, Jibril pun datang. Nabi SAW mengatakan, “Wahai Jibril, lama sekali kamu tdk mendatangiku, shg timbul prasangka burukku dan aku sangat rindu padamu.” Jibril menjawab, “Sungguh aku lebih rindu kpdmu wahai Rasulullah. Akan tetapi aku adalah seorg hamba yg diperintah; jika aku diutus aku turun, ttp jika tdk, aku pun tdk turun.” Allah kemudian menurunkan ayat 64-65 yang menguatkan apa yang dikatakan Jibril tsb.

Allah menegaskan bbp hal terkait proses turunnya wahyu kpd Rasulullah di ayat 64-65:

  1. Jibril adalah malaikat yang tunduk taat kpd Allah. Jibril hanya akan turun menemui Nabi SAW kalau ada perintah dari Allah SWT.
  2. Allah Dzat yang menguasai waktu. Dialah yang memiliki masa lampau, masa sekarang dan masa depan. Tidak mungkin Allah lupa (thd Nabi SAW, spt yg dicemoohkan oleh orang2 Musyrik saat itu). Pesan yang sama juga ada di ayat berikut:

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu (Adh Dhuhaa 93:1-3)
3. Janganlah goyah dalam menyembah dan beribadah kpd Allah. Dia yang menguasai langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, serta tdk ada satu pun yang dapat menyamaiNya.

Dibangkitkannya Manusia di Hari Akhir

Ayat 66 menerangkan keraguan org2 Musyrik bhw manusia yang sudah mati benar2 akan dibangkitkan kembali. Allah menjelaskan, bagaimana mungkin mereka tdk percaya itu akan terjadi, padahal proses membangkitkan manusia dari sisa jasad mereka di dalam kubur adalah jauh lebih mudah daripada proses penciptaan awal mereka dari yang tdk ada menjadi ada (67). Allah menegaskan ini dlm ayat lain sbb:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ar Ruum 30:27)

Sisa jasad yang digunakan utk membangkitkan manusia diterangkan di dalam hadits berikut:

Setiap anak cucu Adam dimakan tanah kecuali tulang ekor. Dari situlah ia diciptakan dari disitulah ia disusun (kembali). (HR. Muslim 5254)

Allah menegaskan, bhw orang2 Musyrik kelak akan dibangkitkan bersama syaithan dan akan digiring ke neraka Jahannam dlm keadaan berlutut dan ditarik paksa masuk ke dalamnya (68-73).

Allah kemudian mempertanyakan, mengapa kita merasa aman dari siksaNya, padahal sebelum kita sdh sdh banyak umat yang dibinasakan Allah, padahal mereka menghasilkan karya2 yang lebih bagus dan lebih indah daripada kita? (74). Pesan yang sama dijelaskan juga di ayat lain sbb:

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, Yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (Al An’aam 6:6)

Allah kemudian menjelaskan, ada di antara mereka yang sengaja dibiarkan hidup bergelimang dlm kesesatan (istidraj) agar semakin tampak jelas kelak, kedudukan mereka di akhirat dibandingkan orang2 yang beriman dan beramal saleh (75). Hal ini ditegaskan juga di ayat lain sbb:

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali Imran 3:178)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’aam 6:44)

Terakhir dijelaskan, Allah akan menambah petunjuk, membukakan lebih lebar pintu2 dan jalan2 hidayah kpd mereka yang terus mencari hidayahNya, dan kita diperintahkan utk sebanyak2nya mengerjakan berbagai amal saleh karena (76):

  1. Sifatnya lebih kekal
  2. Balasan pahalanya lebih baik (berlipat-ganda)
  3. Lebih baik kesudahannya, dapat menjadi bekal akhir kehidupan kita, sbg tiket kita masuk ke dalam surga yang kekal di dalamnya.

Mudah-mudahan kita semua dapat melaksanakannya… Insya Allah. Aamiin YRA.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab