Pandangan Orang Kafir atas Nasib Mereka Hari Akhirat

Diceritakan bhw sebagian orang kafir meyakini bhw mereka akan menerima harta dan dikaruniai keturunan di akhirat (77). Allah mempertanyakan logika berpikir mereka, atas dasar apa mereka yakin akan selamat di akhirat. Apakah krn mereka tahu berita2 ghaib? Atau krn mereka sdh punya perjanjian dg Allah akan hal tsb (78)?

Allah menegaskan bhw semua itu hanya khayalan mereka saja. Semua yang mereka katakan akan dicatat dan mereka akan menerima siksa tanpa batas waktu (79). Juga, semua yang mereka miliki akan dikembalikan kpd Allah, rusak dan dibinasakan, dan mereka akan menghadap Allah dg seorang diri, tanpa harta, anak dan penolong apa/siapa pun (80).

Kemudian, diceritakan pula, bahwa sesembahan mereka tdk mampu menolong (81), dan akan membantah dirinya meminta disembah/dituhankan (82), sbgmn disebutkan juga di ayat lain:

(Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami, dan cukuplah Allah menjadi saksi antara Kami dengan kamu, bahwa Kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).” (Yunus 10:28-29)

Kemudian Allah menegaskan, bhw syetan benar2 sungguh-sungguh berusaha menguasai, menggoda dan menyesatkan orang kafir (83). Allah pasti menurunkan siksa kpd mereka yg ingkar ini di dunia (bila sdh tiba waktunya) dan siksa di akhirat dg perhitungan amal yang teliti dan detail (84).

Bagi mereka yang bertakwa, akan diperlakukan dg terhormat di akhirat (85), sedangkan bagi yang durhaka akan dihalau dg terhina ke dalam neraka dlm keadaan haus (86). Di ayat lain, digambarkan keadaan mereka sbb:

Sudah datangkah kepadamu berita ttg hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al Ghaasyiyah 88:1-7)

Dijelaskan juga, mereka yang durhaka ini tdk mendapatkan pertolongan dari siapa pun di akhirat. Pertolongan pada saat itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang beriman – mengambil perjanjian syahadat beriman kpd Allah dan RasulNya (87).

Kemurkaan Allah terhadap Mereka yang Mengatakan Tuhan Memiliki Anak

Allah menegaskan diriNya yang Maha Suci dan Maha Kuasa dari orang2 yang mengatakan Dia memiliki anak. Digambarkan, hampir saja langit pecah, bumi terbelah dan gunung2 runtuh krn murka Allah atas ucapan Tuhan memiliki anak (88-91).

Allah menegaskan bhw semua yang ada di langit dan bumi akan kembali kpd Allah, dan mereka semua akan menghadapNya sendiri-sendiri sbg seorang hamba utk diperhitungkan segala amal perbuatannya dg teliti (92-95).

Sebagai catatan, semasa Nabi SAW hidup, selain kaum Nasrani yang meyakini Allah memiliki anak, kaum Yahudi juga percaya bhw ‘Uzair adalah anak Allah, serta sebagian kaum Musyrik Arab meyakini bhw para malaikat adalah anak2 perempuan Allah.

Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (At Taubah 9:30)

Orang Beriman dan Beramal Saleh akan Saling Mencintai

Dalam salah satu hadits, Nabi SAW mengatakan kpd Ali ra,

Ya Allah jadikanlah janji untuknya di sisiMu dan jadikanlah rasa cinta kepadanya pada hati orang-orang Mukmin. (HR Ibnu Mardawaih dan Ad-Dailami). Allah kemudian menurunkan ayat 96 ini.

Ayat 96 ini menjelaskan salah satu ciri org yang beriman dan beramal saleh, yakni mereka akan saling mencintai sesamanya sbg perwujudan cinta Allah kpd mereka (96). Di ayat lain, diterangkan ciri dan perumpamaan orang Mukmin yg bersatu dan kuat sbb:

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Fath 48:29)

Al Quran dan Perintah kpd Nabi SAW

Di ayat selanjutnya, Allah menegaskan bhw Al Quran dimudahkan pada lisan Nabi SAW dan diturunkan dlm bahasa Arab yang dimengerti beliau. Kemudian Nabi SAW diperintahkan menyampaikan ayat2 Allah di dlm Al Quran sbg kabar gembira kpd orang2 yang bertakwa dan peringatan kpd orang2 yang membangkang (97).

Dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Asy Syu’araa’ 26:192-195)

Allah kemudian menutup Surah Maryam ini dg mempertanyakan mengapa masih ada yang meragukan dan mengingkari dakwah Nabi SAW. Padahal sudah tampak sekian banyak umat yang dibinasakan tanpa seorg pun yg lolos krn keingkaran mereka thd ayat2 Allah dan rasulNya (98).

Di ayat lain, dijelaskan bahkan Allah sengaja meninggalkan jejak2 peninggalan mereka sbg pengingat kita akan siksa Allah atas kaum terdahulu yang ingkar:

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan Rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? (Yusuf 12:109)

Na’udzubillahi min dzaalik…

Surah Thaahaa

Surah ini diturunkan setelah Surah Maryam dan termasuk kelompok Surah Makkiyyah.

Allah membuka Surah ini dengan penegasan tujuan diturunkannya Al Quran sbgmn disebutkan pada Surah Maryam ayat 97 di atas, yakni bukan utk menyusahkan Nabi SAW dan sbg peringatan bagi manusia (2-3). Ditegaskan, bhw Yang menurunkan Al Quran adalah Allah – Tuhan yang memiliki sifat2 sbb:

  1. Dzat yang Menciptakan bumi dan langit (4)
  2. Dzat yang Maha Pemurah (5)
  3. Dia yang Bersemayam di atas ‘Arsy (5)
  4. Dia yang menjadi Pemilik atas semua yang ada di langit, di bumi dan segenap apa yang ada di antara langit dan bumi, serta juga di dalam tanah / dalam bumi (6)
  5. Dia yang Maha Halus, Maha Mengetahui segala rahasia dan apa pun yang tersembunyi (7)
  6. Dia yang Maha Esa, tdk ada Tuhan selain Dia (8)
  7. Dia yang Memiliki nama-nama yang baik (Asmaul Husna) (8). Di ayat lain, kita diperintahkan menggunakan nama2 ini dlm berdoa:
  8. Hanya milik Allah nama-nama yang baik (asmaul husna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 7:180)
  9. Katakanlah, “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)…” (Al Israa’ 17:110)

Sebagai tambahan, menurut Ibnu Ishaq, ayat2 awal Surah Thaahaa inilah yang menggetarkan jiwa Umar bin Khattab ra shg beliau masuk Islam. Saat itu Nabi SAW berdoa agar umat Islam diberi kekuatan dg masuknya salah satu dari 2 tokoh Quraisy, Abu Al-Hakam bin Hisyam atau Umar bin Khattab. Allah memperkenankan doa beliau dg masuk Islamnya Umar ra.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab 🙏😇