رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, sungguh hanya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

(Ali Imran 3:8)


Menjadi beriman dan bertakwa bukanlah kondisi statis, juga tidak jaminan selalu benar dan selamat di dunia dan akhirat. Kita diperintahkan untuk waspada tidak lagi condong kepada kesesatan dan tetap dalam curahan rahmatNya walaupun kita sudah berusaha sebaik-baiknya menjalani keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.