Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

(Al A’raaf 7:205)

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada pagi dan petang hari.

(Al Ahzab 33:41-42)

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

(Al Fath 48:8-9)

Maka (1) bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan (2) janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.

Dan (3) sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

Dan (4) pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

(Al Insan 76:24-26)


Mengingat Allah, dalam bentuk dzikrullah dan tafakkur atas ciptaanNya dilakukan setiap saat kapan saja dan sebanyak-banyaknya.

Nabi SAW mencontohkan waktu-waktu utama dalam berdzikir, yakni pagi hari setelah Subuh, sore hari setelah Ashar/Maghrib dan pada 1/3 malam terakhir.