Hikmah di Balik Ketetapan Allah

Semua ciptaan dan ketetapan Allah memiliki maksud, tujuan dan hikmahnya. Tidak ada yang sia-sia. Di sini, Allah menyebutkan tiga bentuk ketetapanNya yang sangat besar untuk kita renungkan, yakni:

  1. Diciptakannya langit dan bumi beserta segenap isi dan apa yang ada di antaranya dengan hikmah dan maksud tertentu (27)
  2. Diberikannya keadilan, balasan kebaikan bagi orang yang beriman dan beramal saleh, serta balasan keburukan bagi orang yang berbuat kerusakan (28)
  3. Diturunkannya Al Quran yang penuh berkah untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (ulul albab) (29). Siapa Ulul Albab ini bisa dilihat di bahasan sebelumnya. Di ayat lain, disebutkan pula, bahwa Al Quran akan menjadi sangat jelas dan nyata di dalam pandangan orang-orang yang berilmu:

Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (Al ‘Ankabuut 29:49)

Kisah Nabi Sulaiman as dan Ujian Kekuasaan

Ayat 30 menjelaskan Nabi Sulaiman as yang digambarkan sebagai sebaik-baiknya hamba Allah, yakni karena beliau sangat taat kpd Allah walaupun diberikan banyak nikmat kebaikan duniawi (30).

Dikisahkan ketaatan beliau, ketika lalai beribadah karena sibuk mengurusi kuda-kudanya, sehingga rela menyembelih dan memotong kaki kudanya sebagai bentuk penyesalannya (31-32).

Juga dikisahkan, Allah menguji Nabi Sulaiman as dengan lemahnya kekuatan kerajaan beliau sampai akhirnya beliau bertaubat (34). Allah kemudian menguatkan kembali dan menambahkan kekuasaan Sulaiman as hingga mampu mengendalikan angin sebagai kendaraan (36), mempekerjakan jin/syetan untuk mendirikan bangunan dan menyelami lautan (37).

Kisah Sulaiman as ditutup dengan penegasan Allah bahwa Sulaiman as diberikan kedudukan yang dekat di sisi Allah dan tempat yang mulia di akhirat (40).

Kisah Nabi Ayyub as dan Ujian Kesabaran

Nabi Ayyub as diberi ujian berupa penyakit, kematian anggota keluarganya, bahkan ditinggalkan oleh istrinya sendiri. Disebutkan di ayat lain, beliau sampai bersumpah untuk memukul istrinya karena mengeluh dan meninggalkan beliau.

Beliau berdoa,

“Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.” (41)

“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Al Anbiyaa’ 21:83)

Menarik kita perhatikan redaksi doa Nabi Ayyub as di atas. Tidak tampak beliau menyalahkan Allah dan menganggap sakitnya tsb semata karena beliau tidak tahan oleh gangguan syetan.

Allah kemudian memperkenankan doa Ayyub as, kembali sehat dan bahkan dikaruniai keluarga dua kali lebih banyak daripada sebelumnya (43). Allah pun memerintahkan Ayyub membayar sumpahnya memukul istrinya, dengan cukup memukulkan seikat rumput kepada istrinya (44).

Allah menyebut Ayyub as sebagai orang yang sabar, sebaik-baiknya hamba dan sangat taat kepada Allah.

Sebaik-baiknya Hamba Allah

Di surah Shaad ini Allah menyebutkan “sebaik-baiknya hamba” (ni’mal ‘abdu) kepada Nabi Daud, Sulaiman dan Ayyub:

Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya) (30)

Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya) (44)

Implisit Allah menerangkan kepada kita, bahwa hambaNya yang terbaik adalah mereka yang memenuhi syarat sbb:

  • Segera bertaubat ketika berbuat kesalahan sbg ujian dari Allah SWT
  • Tetap menjaga ketaatan, amat taatnya kepada Allah, walaupun sedang ditimpa ujian

Beberapa Nabi Pilihan

Allah kemudian menyebutkan beberapa Nabi pilihan sbb:

  1. Mereka yang mengerjakan pahala kebaikan yang sangat besar serta dikarunia ilmu yang tinggi dan akhlak yang mulia: Ibrahim, Ishaq, dan Yaqub (45-46)
  2. Mereka yang disebut sebagai orang yang paling baik: Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli (48)

Balasan Bagi Pengikut Rasul

Allah menjanjikan bagi yang mengikuti Rasul dan bertakwa, balasan surga ‘Adn yang berisi kenikmatan yang tidak ada habisnya (49-54).

Azab Bagi Penentang Rasul

Allah pun menjanjikan siksa neraka Jahannam yang di dalamnya mereka diberi minuman yang sangat panas dan sangat dingin. Diceritakan juga, mereka saling bertengkar dan menyalahkan di dalam neraka (55-64)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab