Rasul dan Misi Kerasulan

Allah menjelaskan misi utama diutusnya para rasul adalah:

  1. Pemberi peringatan (atas balasan amal kebaikan dan keburukan) (65)
  2. Menyampaikan pesan Tauhid (65-66)

Kemudian dijelaskan juga beberapa ciri seorang rasul:

  1. Rasul tidak akan mengetahui sesuatu hal tanpa izin Allah SWT (69-70)
  2. Rasul tidak akan meminta upah atau keuntungan duniawi apa pun, seperti finansial, kekuasaan atau ketenaran atas dakwahnya (86)
  3. Rasul tidak akan mengada-ada, menyampaikan sesuatu kecuali atas bimbingan wahyu (86) sebagaimana diterangkan di ayat lain berikut:

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). (Al ‘Ankabuut 29:48)

Peristiwa Penciptaan Adam as

Allah menjelaskan kronologi peristiwa penciptaan Adam as sebagai manusia pertama sbb:

  1. Allah menerangkan kepada malaikat rencana untuk menciptakan manusia dari tanah (71)
  2. Allah menciptakan manusia dan meniupkan ruh kepada manusia (72)
  3. Malaikat diperintahkan untuk bersujud kepada Adam sebagai tanda hormat mereka kepada manusia (72)
  4. Seluruh malaikat bersujud kecuali Iblis (73-74)
  5. Iblis berdialog dengan Allah. Dia menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dia tidak mau bersujud karena dia yang diciptakan dari api lebih mulia dan tidak pantas menghormat kepada Adam diciptakan dari tanah (75-76)
  6. Allah mengusir Iblis dari surga dan mengutuknya hingga hari kiamat (77-78)
  7. Iblis meminta penangguhan atas siksa Allah hingga hari kiamat (79) yang kemudian diperkenankan oleh Allah (80-81)
  8. Iblis berjanji akan menyesatkan manusia kecuali mereka yang ikhlas (82-83). Di dalam salah satu hadits, Nabi SAW bersabda,

“Siapa saja yang mengucapkan “Laa ilaa ha illallah” dengan ikhlas akan (dijamin) masuk surga.” Kemudian beliau ditanya, “Apa artinya mengucapkan “Laa ilaa ha illallah” dengan ikhlas?” Nabi SAW menjawab, “Jika kalimat itu menghentikan dia dari melakukan perbuatan dosa, maka itulah yang dinamakan ikhlas” (HR Tarmidzi)
9. Allah bersumpah akan memasukkan Iblis dan semua manusia yang berhasil disesatkan oleh Iblis ke dalam neraka (84-85)

Di akhir surah Shaad ini, Allah mengulang menyebutkan kemuliaan Al Quran sebagaimana yang disebutkan sebelumnya di awal surah sbb:

Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi. (88-89)

Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan. (1)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab