Orang yang Mengabaikan Ayat2 Allah

Allah menjelaskan, bhw ada sekelompok manusia yang akan dibangkitkan dlm keadaan buta, krn mereka mereka mengabaikan ayat2 Allah (baik ayat2 Al Quran – ayat Qauliyah, maupun fenomena alam semesta – ayat Kauniyah), padahal ayat2 Allah tsb sudah sampai kpd mereka. Mereka sengaja ‘dilupakan’ Allah di akhirat sbgmn mereka telah melupakan ayat2 Allah ketika di dunia (125-126).

Di ayat lain, sikap mereka ini dijelaskan juga:

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Allah kemudian mempertanyakan, mengapa mereka merasa aman, kekeuh tdk mau menggunakan akalnya, menolak risalahNya, padahal sdh banyak bukti kehancuran umat2 terdahulu yang mereka ketahui, yg bahkan bekas2 lokasinya pun mereka kunjungi (128).

Allah menjelaskan, kalau saja bukan krn waktu ajal mereka yg belum sampai, maka pasti azab Allah sdh turun kpd mereka (129).

Allah kemudian memerintahkan kita dlm menghadapi mereka – kaum kafir ini sbb:

  1. Bersabar – atas kata2 mereka (130)

  2. Istiqamah, konsisten mengingat Allah, menjaga keikhlasan hati dan pamrih hanya krn Allah. Secara spesifik kita diperintahkan utk memperbanyak dzikir pada waktu2 yang utama utk menentramkan perasaan kita (131), yakni:

  3. Pagi hari (sebelum terbit matahari)

  4. Sore (menjelang terbenam matahari)

  5. Malam hari

  6. Siang hari

Di ayat lain, dijelaskan juga,

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 13:28)
3. Tdk membanding2kan apa yang mereka peroleh di dunia (spt harta kekayaan, status dan anak keturunan) dg milik kita. Harta, banyak maupun sedikit hanyalah bunga kehidupan yang sifatnya sementara (walaupun tampak indah), utk menjadi ujian bagi yang menerimanya (ujian syukur dan ujian kesabaran (131).

Di ayat lain, dijelaskan bhw setiap manusia sdh ditetapkan pembagian rezekinya namun tdk bersifat final krn bisa di-nego dg berdoa kpd Allah SWT:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nisaa’ 4:32)
4. Mengajak seluruh anggota keluarga mendirikan sholat dan bersabar dlm mengerjakannya – sbg salah satu jalan dibukanya pintu rezeki dari Allah SWT (132)

Masih terkait dg sikap org yg abai thd ayat2 Allah ini, di ayat 133-135 Allah menjawab cemoohan kaum Musyrik Mekkah atas kerasulan Nabi SAW. Mereka mempertanyakan mengapa Rasulullah tdk membawa mukjizat spt rasul2 sebelumnya (Musa, Sulaiman, Daud, dsb)? Mereka mengatakan hanya akan beriman kalau Allah menurunkan mukjizat kpd Nabi SAW spt mukjizatnya rasul2 terdahulu.

Terhadap mereka ini, Allah memerintahkan Nabi SAW dan kaum muslim membiarkan mereka. Biarlah nanti waktu yang membuktikan siapa yang mengikuti jalan yg lurus dan mendapatkan hidayah dan siapa yang sesat.


Surah Al Anbiyaa’

Surah Al Anbiyaa’ banyak memuat kisah para Nabi dan Rasul, mirip spt Surah Al Qashash, Asy Syu’araa’ dan Thaaha. Surah ini termasuk kelompok surah Makkiyyah.

Kaum Musyrik Mekkah Menentang Dakwah Rasulullah

Ayat 1-5 menceritakan sikap kaum musyrik Mekkah thd dakwah Nabi SAW:

  1. Mereka menolak, tdk percaya thd datangnya hari Kiamat (1)
  2. Mereka menganggap remeh dan mencemooh ayat2 Al Quran (2)
  3. Mereka menganggap Nabi SAW sbg tukang sihir krn banyak yang terpengaruh oleh kata2 beliau (3-4)
  4. Mereka beranggapan Al Quran berasal dari mimpi2 klenik dan dibuat2 oleh Nabi SAW. Al Quran bukanlah mukjizat krn tdk seperti mukjizat inderawi yang diturunkan kpd para rasul sebelum Rasulullah (5).

Allah menegaskan tdk ada bedanya, mukjizat para rasul dahulu dg Al Quran. Dulu pun umat para Rasul pun tetap ingkar dan dibinasakan Allah, walaupun rasul2 mereka menerima mukjizat yang sifatnya inderawi tsb (6)

Menjawab sikap kaum Musyrik ini, Allah kemudian menjelaskan bbrp kesamaan antara Rasulullah dan para rasul terdahulu, sbb:

  1. Para Rasul, termasuk Nabi SAW adalah laki2 yang diturunkan wahyu kpd mereka (7)
  2. Mereka juga sama2 manusia biasa, yang makan, sakit dan meninggal (8)
  3. Mereka dan orang2 beriman yg mengikutinya, sama2 dijanjikan keselamatan oleh Allah; dan kebinasaan bagi kaum yang mengingkarinya (9)
  4. Nabi SAW dan sebagian dari para Rasul sama2 menerima sama2 membawa kitab suci. Bahkan Rasulullah membawa Al Quran dlm bahasa Arab yg memuliakan bangsa Arab (shg tdk lagi rendah diri thd kaum Bani Israil) (10)

Allah kemudian menjelaskan kesudahan umat2 terdahulu sebelum Rasulullah.

Mereka dibinasakan tanpa satu pun bisa lolos dari azab Allah (11-12), lari ketakutan dan menyesali setelah melihat azab Allah di hadapan mereka (13-14), hingga akhirnya azab Allah memusnahkan mereka semua (15).

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’aam 6:44)

Dan mereka menanyakan kepadamu, “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah, “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya).” (Yunus 10:53)

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. (Al Ankabuut 29:4)

Na’udzubillah min dzaalik…

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab