Kisah Musa as (1)

Musa Diangkat menjadi Rasul

Allah menceritakan kisah Nabi Musa as yg dimulai dg peristiwa pengangkatan beliau sbg Rasul dan penugasannya utk berdakwah menemui Fir’aun dan melawan kezalimannya.

Setelah tinggal dan bekerja pada Nabi Syu’aib as selama bbrp tahun (28 tahun menurut Qurthubi dan Ahmad ibnu ‘Ajibah), Musa pergi meninggalkan negeri Madyan ke Mesir utk menemui ibunya bersama keluarganya. Pada suatu malam yg sangat gelap di musim dingin, Musa kehilangan arah di dekat lembah Thuwa. Dia melihat cahaya spt api di lereng gunung dan bermaksud mengambilnya sbg penghangat dan penerang jalan (9-10). Di ayat lain disebutkan,

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”. (Al Qashash 28:29)

Tiba2 Musa mendengar suara yang menyatakan bhw Tuhan yg berbicara dan memintanya melepaskan sepatunya sbg adab menemui Tuhan dan memasuki tempat suci (lembah Thuwa) (11-12).

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu, “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. (Al Qashash 28:30)

Allah kemudian berbicara kpd Musa dg point2 sbb:

  1. Allah memilih Musa sbg RasulNya (13)

  2. Allah menerangkan siapa DiriNya dan konsep risalah Tauhid bahwa tdk ada Tuhan selain Dia (14)

  3. Musa as menerima syariat pertama, yakni mendirikan sholat sbg cara utk menyembah dan mengingat Allah (14)

  4. Allah menerangkan konsep hari kiamat, yang pasti kedatangannya dan setiap amal perbuatan diperhitungkan dan dibalas dg seadil-adilnya (15)

  5. Allah memberi peringatan agar tdk terpengaruh oleh org yang tdk beriman dan mengikuti hawa nafsu. Siapa yang melanggar hal tsb akan menerima siksaNya yang membinasakan (16)

  6. Allah menunjukkan mukjizat kpd Musa as sbg alat utk menggentarkan mereka yg menentang risalahNya dan bukti kebesaran Allah SWT: tongkat yang bisa berubah menjadi ular (17-21) dan tangan yang menjadi putih terang bercahaya (22-23). Di ayat kalau disebutkan,

    dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. “Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.” (An Naml 27:10)

    “Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir’aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”. (An Naml 27:12)

  7. Allah memerintahkan Musa as utk menemui Fir’aun dan melawan kezalimannya (24), yang digambarkan di ayat berikut:

    Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashash 28:4)

Nabi Musa as pun berdoa kpd Allah – seakan Musa as mengajukan Term and Condition yang dia butuhkan utk mengemban tugas kerasulan:

  1. Diberikan kelapangan jiwa (sabar, tdk mudah putus asa, ulet dan persistent) (25)
  2. Dimudahkan segala urusannya dlm menghadapi Firaun yang sangat berat dan tampak mustahil secara akal rasio (26)
  3. Difasihkan ucapannya, agar pesan yang disampaikan Musa mudah dimengerti oleh semua orang (27-28)
  4. Didampingi oleh asisten, yakni kakaknya (Harun) (29-30). Menurut Musa, Harun lebih mengerti dirinya dan lebih bisa bekerja sama, bersinergi dg dia (31), serta memiliki pandangan / idealisme yang sama dg Musa (32). Musa juga berharap, dengan didampingi Harun sbg partner akan membuatnya lebih mudah mendekatkan diri kpd Allah (33-34). Menurut Zamakhsari, alasan lain Musa as memilih Harun adalah krn usianya lebih tua, lebih matang dan memiliki communication skill yg lebih baik (lebih fasih dan lebih luwes).

Allah pun kemudian memperkenankan doa ‘T&C’ Musa as di atas (36).

Sbg catatan, dlm bbrp kesempatan Musa as dimampukan berbicara langsung dg Allah tanpa melalui malaikat Jibril, shg dia digelari sbg Kalimullah.

Beberapa Nikmat Allah kpd Musa as

Pada masa menjelang kelahiran Musa, Fir’aun bermimpi buruk bhw suatu saat kekuasaannya akan dihancurkan oleh seorang pangeran dari bangsa Bani Israil. Fir’aun kemudian memerintahkan utk mencari dan membunuh semua bayi laki-laki dari bangsa Bani Israil. Hal ini diterangkan di dalam ayat berikut:

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu (Al Baqarah 2:49)

Allah mengilhamkan kpd ibu Musa utk memasukkan bayi Musa ke dalam keranjang (38) dan menghanyutkannya ke aliran sungai Nil agar tdk dibunuh oleh tentara Fir’aun. Keranjang tsb akhirnya ditemukan oleh Istri Fir’aun. Diceritakan Allah menurunkan rasa kasih sayangNya kpd istri Fir’aun thd Musa shg berkeras memelihara Musa di istana Fir’aun (39). Di ayat lain diterangkan perkataan istri Fir’aun ini:

Dan berkatalah isteri Fir’aun, “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari. (Al Qashash 28:9)

Istri Fir’aun pun mencari perempuan yang bisa menyusukan bayi Musa ini. Allah kemudian mempertemukannya dg ibu Musa shg Musa dapat kembali menyusui kpd ibu kandungnya (40). Di ayat lain diceritakan juga:

Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, “Ikutilah dia.” Maka tampaklah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.
Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; Maka berkatalah saudara Musa, “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat Berlaku baik kepadanya?”
Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (Al Qashash 28:11-13)

Berikutnya Allah menjelaskan bbrp nikmat lain yang dikaruniakanNya kpd Musa, yakni (40):

  1. Diselamatkannya Musa dari kejaran tentara Fir’aun krn tdk sengaja membunuh orang Mesir, spt diterangkan di surah Al Qashash 28:15-20.

    dan Musa masuk ke kota ketika penduduknya sedang lengah, Maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, “Ini adalah perbuatan syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)” (Al Qashash 28:15)

  2. Musa dipertemukan dg Nabi Syu’aib, belajar dan tinggal bersamanya selama bbrp tahun – sbg persiapan dan penempaan diri Musa sebelum diangkat menjadi Rasul.

Adab dlm Berdakwah. Perintah Allah kpd Musa as dan Harun as dalam Menghadapi Fir’aun

Allah memerintahkan Musa as dan Harun as menghadap Fir’aun untuk menyampaikan pesan risalahNya dan membebaskan Bani Israil di Mesir dari kezaliman Fir’aun (41-43). Allah menerangkan bbrp adab yang diperintahkan kpd Musa as dlm menghadapi Fir’aun:

  1. Sampaikan dakwah dlm bahasa yang lemah lembut agar tumbuh kesadaran akan fitrahnya sbg hamba Allah dan gentar hatinya thd siksa Allah yang diturunkan kpd mereka yg ingkar (44). Di ayat lain dicontohkan ucapan Musa yg lemah lembut sbb:

    dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” (An Naazi’at 79:18-19)

  2. Jangan khawatir dan takut dlm berdakwah. Disebutkan, Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat akan menjaga dan melindungi Musa as dan Harun as (45-46)

  3. Menyampaikan risalah Allah kepada Fir’aun dg point2 utama sbb (47-48):

    • Menjelaskan siapa diri mereka, yakni sbg utusan Tuhan Fir’aun. Menarik di sini, bhw Allah sengaja mengidentifikasikan dirinya sbg Tuhan Fir’aun, dan bukan Tuhan Musa dg tujuan utk menggugah jiwa Fir’aun akan Tuhannya, yang menciptakannya dan menjadi tempat kembalinya setelah mati.
    • Meminta Fir’aun melepaskan Bani Israil dan menghentikan kezaliman yang dilakukan tentara Fir’aun kpd Bani Israil
    • Menunjukkan mukjizat ke depan Fir’aun sbg bukti atas kerasulan Musa as dan Harun as
    • Memberi peringatan akan adanya 2 jalan: jalan keselamatan bila mereka mengikuti risalah Allah; dan jalan kebinasaan dan siksa Allah bila mereka menolak dan mendustakan RasulNya

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab