Kisah Nabi Zakaria as

Allah membuka Surah Maryam dengan menerangkan kisah Nabi Zakaria as yang menerima rahmat diberi keturunan anak yang saleh, Nabi Yahya as (2).

Diceritakan, Nabi Zakaria menangis berdoa kpd Allah agar diberi keturunan (3) hingga usianya lanjut (tulang sdh melemah dan rambut sdh memutih), dg redaksi doa yang indah sbb (4-5):

”Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap pengganti sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera”

Dari doa di atas, Allah memperlihatkan teladan kesabaran Nabi Zakaria as dalam berdoa agar dikaruniai anak. Kalau kita ambil asumsi usia menikah sekitar 25 tahun, dan kondisi beliau yang sdh melemah tulangnya dan memutih rambutnya kurang lebih usia 70 tahun, berarti beliau sudah berdoa sekitar 45 tahun, menunggu masih belum dikabulkan, dan beliau pun masih tetap mengatakan … aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku

Di ayat lain, diceritakan juga doa Zakaria as ketika melihat kemurahan Allah menurunkan makanan kpd keponakannya, Maryam:

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab, “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”
(Ali Imran 3:37)

Allah pun kemudian mengabulkan doa beliau, memberi seorang anak yang istimewa bernama Yahya (7). Zakaria terkejut bahagia sekaligus heran, bagaimana caranya dia dan istrinya bisa memiliki anak, padahal istrinya mandul dan dia pun sudah sangat tua dan lemah (8). Allah menjawab bahwa hal spt itu adalah mudah; bahkan ditegaskan bhw prosesnya lahirnya anak dari orang yang sudah tua dan mandul lebih mudah daripada proses penciptaan Adam as pertama kali dari tanah (9).

Nabi Zakaria as pun meminta diberikan tanda bhw istrinya hamil. Allah berfirman, bhw tandanya adalah beliau akan tdk bisa berbicara selama 3 hari, walaupun beliau sehat wal afiat (10).

Kisah Nabi Yahya as

Nabi Yahya as diutus pada masa yang sama dg Nabi Isa as. Dia menyeru masyarakat agar bertaubat. Dia memandikan orang2 di sungai Yordania agar bertaubat dari dosa2 mereka. Kaum Nasrani lalu mengambil cara yang dilakukan Nabi Yahya as ini, dan menamakan beliau sbg Yohanes Pembaptis.

Allah kemudian menerangkan keistimewaan Yahya bin Zakaria as ini sbb:

  1. Yahya menjadi nabi dan rasul, dengan memakai syariat dan kitab Taurat (12)
  2. Yahya diberi hikmah dan pengetahuan sejak dia masih kecil (12). Sebagian mufasir berpendapat bhw Yahya diangkat menjadi Rasul pada usia sangat muda
  3. Yahya memiliki rasa belas kasihan yang mendalam (13)
  4. Yahya disucikan Allah dari dosa2nya yg lalu (13)
  5. Yahya termasuk manusia yang bertakwa (13)
  6. Yahya orang yang sangat berbakti kpd orangtuanya (14)
  7. Yahya memiliki sifat tawadhu’ rendah hati, dan jauh dari sikap durhaka (14)
  8. Yahya mendapat 3 kebaikan, yakni: (1) dijaga dan dilindungi Allah pada saat dia lahir, (2) ketentraman dan ketenangan di saat wafatnya, dan (3) rasa aman dan tdk merasa khawatir/takut pada saat dia dibangkitan di Hari Akhir (15)

Dalam satu hadits disebutkan Yahya as adalah satu2nya hamba yg tdk memiliki dosa:

Tidak seorang pun yang bertemu Allah pada Hari Kiamat kecuali memiliki dosa, kecuali Yahya bin Zakaria (HR Abdurrazaq)

Kisah Yahya as tdk banyak disebutkan di dalam Al Quran dan Hadits. Kisah Yahya menurut sumber2 Nasrani bisa dilihat di:

https://id.wikipedia.org/wiki/Yohanes_Pembaptis

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab