Menyambung bahasan sebelumnya, Allah menceritakan analogi dari karakter kembali ingkar dan lupa kpd Allah setelah mendapat nikmat dan keselamatan 22-23). Karakter lupa kacang akan kulitnya ini pun disebut di ayat lain:

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. (Al Israa’ 17:67).

Allah menegaskan, bhw tdk ada kerugian sedikit pun pada Allah dg mereka berbuat spt itu, krn ketetapan Allah (balasan amal dan siksa) adalah pasti. Pasti mereka menerima balasan atas amal2 mereka di dunia ataupun ketika mereka kembali di akhirat kelak (23).

Perumpamaan Kehidupan Dunia

Allah menjelaskan perumpamaan kehidupan dunia spt kebun yang dirawat dg segenap upaya oleh pemiliknya shg tumbuh subur dan indah. Pemiliknya ini sangat yakin dapat mengendalikan hasil kebunnya krn menguasai ilmunya (spt teknik perkebunan dll). Hingga suatu hari tiba2 habislah semua tanaman di kebun tsb, lenyap tanpa bekas, dan sia-sialah apa yg sebelumnya dia usahakan sekuat tenaga (24).

Analogi ini menggambarkan kehidupan manusia yang mengejar dunia, menghasilkan banyak karya dunia, dan menikmati hasilnya ketika hidup di dunia. Akan tetapi ketika tiba saat Hari Perhitungan, maka amal mereka ini hilang tanpa bekas krn mengabaikan jalan yg lurus (beriman kpd Allah) semasa mereka hidup di dunia.

Di ayat lain, ini dijelaskan dg lebih eksplisit:

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqaan 25:23)

Utk menghindari kerugian spt di atas inilah maka dijelaskan di ayat berikutnya, bhw Allah menurunkan guidance, jalan yg lurus kpd manusia (melalui Rasul dan ayat2Nya) – shg dg jalan itu manusia dapat berlomba2 melakukan amal2 ketaatan kpd Allah yg membawa mereka ke surga (26). Serta bagi yg tetap ingkar diberi balasan setimpal atas perbuatannya yg membawa mereka ke neraka yg kekal (27).

Peristiwa di Padang Mahsyar

Allah kemudian menerangkan bbrp peristiwa di Padang Mahsyar.

  1. Kesaksian para sekutu Allah. Dikisahkan bgmn sekutu2 Allah yg dijadikan sesembahan org musyrik kelak akan ‘dihidupkan’ dan ditanyakan kpd mereka atas praktek penyembahan yg dilakukan org musyrik tsb kpd mereka. Para sesembahan itu pun menyangkal telah meminta agar dirinya disembah dan berlepas diri dari apa yg dilakukan oleh org musyrik tsb (28-29).
  2. Pembalasan atas segala amal dan perbuatan di hadapan Allah SWT (30).

Dialog Manusia dg Allah SWT di Padang Mahsyar

Pada hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar, seluruh manusia mengakui Allah dan kebesaranNya, yakni satu2nya Dzat yg:

  • Memberi rezeki kpd mereka
  • Menciptakan pendengaran dan penglihatan utk dipakai memahami risalahNya
  • Mengeluarkan yg hidup dari yg mati dan sebaliknya sbg bahan tafakur atas Dzat yang Maha Menciptakan
  • Mengatur segala urusan yg ada di alam semesta tanpa merasa letih dan

Allah kemudian bertanya kpd mereka, “Mengapa (setelah mengetahui keempat hal di atas) kalian tetap juga tdk mau bertakwa (fasik)?” (31), hingga akhirnya ditetapkanlah hukuman bagi mereka yg fasik berupa neraka (32-33).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab. Silahkan ditambahkan kekurangannya… 🙏🙏