Ayat 34-36 menjelaskan pertanyaan Allah thd mereka yang mengadakan tuhan2 lain selain Allah.

  1. Mengapa mereka dituhankan padahal mereka tdk mampu menciptakan sesuatu makhluk atau tumbuhan dari pertama kali, kemudian menghidupkan kembali setelah matinya? (34)
  2. Mengapa mereka dituhankan padahal mereka tdk mampu menunjukkan jalan kebenaran, tdk mampu mengutus rasul, dan menurunkan suatu ayat pun (35)

Di ayat 36, Allah menerangkan, sebenarnya mereka yang menyekutukan Allah ini tdk hanya mendasarkan kepercayaannya pada prasangka dan dugaan saja.

Sikap Orang Kafir thd Kebenaran Al Quran

Allah kemudian menantang orang-orang yang meragukan Al Quran. Kalau saja mereka memperhatikan isi Al Quran, gaya bahasanya, argumentasi dan konsistensinya dg kitab2 sebelumnya maka niscaya mereka akan mengakui tdk mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Tuhan semesta alam (37).

Ditegaskan juga, tdk mungkin Al Quran dibuat oleh Muhammad SAW. Mereka kemudian ditantang oleh Allah utk membuat satu saja ayat tandingan yang sama kualitasnya dg ayat Al Quran (38). Tantangan ini disebutkan bbrp kali di dalam Al Quran sbb:

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (Al Israa’ 17:88)

Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Huud 11:13)

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al Baqarah 2:23)

Hati yang Tuli dan Buta thd Hidayah Allah

Selanjutnya Allah menjelaskan bhw Rasul tdk menjamin umatnya masuk surga (40-41). Di ayat lain disebutkan:

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Al Maa’idah 5:92)

Seorang manusia masuk surga atau neraka adalah tergantung pada dirinya. Allah menggambarkan ini dlm bahasa yg indah sbb:

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti. (42)
Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan. (43)

Allah di sini menggambarkan, tdk mungkin hidayah sampai kpd mereka, kalau mereka sdh antipati dulu, men-tuli-kan hati mereka dan mem-buta-kan hati mereka. Mereka menutup semua akses ke dalam hati mereka dari segala informasi kebenaran dan ayat2 Allah. Inilah yang dimaksud di ayat lain:

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. (Al Furqaan 25:73)

Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? (Az Zukhruf 43:40)

Di ayat selanjutnya, Allah menegaskan, sekali2 bukanlah Dia yang berbuat zalim kpd manusia (krn membiarkan mereka dlm kesesatan), melainkan mereka sendirilah yang menutup rapat pintu masuk hidayah di dlm hati (44).

Dunia yang Berlalu Begitu Cepat

Allah menerangkan perasaan kita semua ketika kelak dibangkitkan dari kubur. Pada saat itu, kehidupan dunia terasa sangat singkat, hanya sekitar setengah hari saja (45). Hal ini digambarkan juga di bbrp ayat sbb:

…Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari… (Al Ahqaaf 46:35)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari (An Naazi’at 79:46)

Di akhir ayat 45, Allah kemudian menjelaskan, betapa meruginya mereka yang pada saat itu tdk memiliki bekal utk masa akhirat yang kekal krn menyia2kan kesempatan beramal ketika di dunia yang sangat singkat. Na’udzubillah min dzaalik.

Sikap Org Kafir thd Ancaman Azab Allah

Allah kemudian menjelaskan sikap orang kafir terhadap ancaman azab / siksa Allah di dunia. Mereka meminta kpd Nabi/Rasul agar azab tsb dipercepat sbg bukti bhw benar mereka diutus oleh Allah (48). Ditegaskan bahwa:

  • Nabi tdk bisa menentukan kapan azab tsb turun, ttp sepenuhnya hak prerogatif Allah SWT (49)
  • Pintu taubat sdh tertutup kalau azab sdh di depan mata (51)
  • Orang kafir tdk akan bisa lolos melarikan diri dari turunnya azab Allah (53)
  • Azab Allah sangat keras. Digambarkan, perasaan ketika org kafir tsb melihat azab tsb di depan mata, mereka akan rela menukar seluruh kekayaan mereka walaupun sebanyak isi bumi seluruhnya demi agar terhindar dari azab tsb (54)

Kemudian Allah menutup dg jaminan bhw janji Allah pasti benar, tdk mungkin ada yang lolos dari janjiNya, krn Dia lah yang menghidupkan dan mematikan dan juga kepadaNya lah tempat kembali semua makhluk (55-56).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.
Wallahu a’lam bish-shawab.