Tujuan Diturunkannya Al Quran

Ayat 57 Allah menjelaskan mengenai tujuan diturunkannya Al Quran, sbb:

  1. Pelajaran akhlak dan ketauhidan bagi manusia. Di ayat lain disebutkan:

    (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Ali Imran 3:138)

  2. Obat bagi penyakit hati

  3. Petunjuk, guidance jalan yang lurus bagi org beriman

    …Katakanlah, “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin… (Fushshilat 41:44)

  4. Rahmat bagi org beriman. Org beriman memanfaatkan Al Quran sbg pedoman yang menyelamatkan mereka dari kegelapan kesesatan kpd cahaya keimanan, dan menyelamatkan mereka dari api neraka serta mengangkat mereka ke derajat surga yang paling tinggi.

    Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israa’ 17:82)

Kemudian kita diperintahkan utk bergembira atas diturunkannya Al Quran ini dan taat kpd ayat2Nya sbg tanda bersyukur atas rahmatNya ini (58).

Karunia Allah yang Haram dan Halal

Allah menjelaskan bhw karunia dan rezekiNya ada yang halal dan ada yang haram (59). Kita diperintahkan utk menghindari yang diharamkan, dan ditegaskan bhw karunia Allah itu amat luas, yang halal (spt makanan yang halal) itu jauh lebih banyak daripada yang diharamkan Allah SWT (60).

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 2:168)

Ilmu Allah Meliputi Segala Sesuatu

Ayat 61 menjelaskan bhw tdk ada sesuatu pun yg dilakukan manusia yg lepas dari kesaksian dan pengetahuan Allah SWT. Tdk luput sekecil atom pun atas apa yang terjadi di bumi dan langit beserta isinya dari pengetahuanNya, dan semua dicatat di Lauh Mahfuz.

Menarik di sini, membaca Al Quran disebutkan secara spesifik. Implisit di sini menunjukkan kehadiran dan kesaksian Allah sungguh sangat terasa di dalam jiwa mereka yg membaca, mentadabburi dan mendengarkan Al Quran.

Di ayat lain, diterangkan mengenai pengetahuan Allah SWT ini yang meliputi segala yang ada di langit dan bumi:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (Al Hajj 22:70)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Al An’aam 6:59)

Orang yang Sangat Dekat kpd Allah (Wali Allah)

Ayat 62-64 menerangkan mengenai Wali Allah, yakni orang-orang yang sangat dekat kpdNya. Mereka ini memiliki ciri sbb:

  1. Tidak merasa khawatir dan tdk bersedih (62)
  2. Memiliki keimanan yang teguh kpd Allah (63)
  3. Bertakwa, takut kpd Allah, dan tekun melaksanakan ketaatan kpd Allah (63)
  4. Mereka menerima banyak keistimewaan dari Allah selama hidupnya di dunia (karomah), yakni melalui dipenuhinya segera janji2 Allah kpd mereka (64)

Di dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman,

Barang siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan (izinkan) ia untuk diperangi. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu amalan yang lebih Aku sukai daripada amalan yang Aku wajibkan atasnya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, menjadi tangan yang ia memukul dengannya, sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Apabila ia memohon kepada-Ku pasti akan Aku perkenankani, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku pasti Aku lindungi. (HR Bukhari No. 6502)

Allah Meneguhkan Hati Org Beriman

Allah mengingatkan agar kita – org beriman – tdk bersedih thd hinaan dan ancaman org kafir. Kita diperintahkan utk menyerahkan diri dan memohon pertolongan kpd Allah karena:

  1. Allah SWT adalah satu2nya yang memiliki kekuasaan, menaikkan dan menjatuhkan kedudukan sesorg atau kemuliaan suatu bangsa (65)

Di ayat lain, Allah mengajarkan doa sbb:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran 3:26)
2. Allah Maha Mendengar permohonan kita dan Maha Mengetahui keadaan kita shg apa yang kita alami adalah sudah sesuai dg kapasitas kemampuan kita (65)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya… (Al Baqarah 2:186)
3. Allah Maha Luas KekuasaanNya, Yang memiliki semua yang ada di langit dan di bumi (66)
4. Kekuasaan Allah meliputi saat2 ketika manusia bekerja (siang) dan saat ketika mereka tidur beristirahat pada malam hari (67)

Kemudian Allah mengingatkan kita utk jgn spt orang Yahudi yang mengatakan Allah memiliki anak, padahal mereka hanya menduga2 saja, tanpa memeriksa mendalam dari mana awal mula hingga sampai kesimpulan Allah memiliki anak (68). Mereka ini akan merugi (krn sia2 semua amalnya) (69). Allah membiarkan mereka sementara di dunia, sedangkan di akhirat kelak mereka akan menerima siksa Allah atas perbuatannya (70).

Maha benar Allah dg segala firmanNya.
Wallahu a’lam bish-shawab