Sikap Yusuf terhadap Orangtua dan Saudara2nya

Melanjutkan ayat sebelumnya, orangtua beserta saudara2 Yusuf kemudian berangkat menemui Yusuf di Mesir. Diceritakan Yusuf merangkul ibu bapaknya ketika mereka bertemu (99). Sebagai tanda hormat, Yusuf mempersilahkan ibu dan bapaknya duduk di atas kursinya sambil dia bersujud kpd mereka dan berkata, “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (100)

Dari ucapan di atas, tampak bhw paradigma Yusuf bukanlah dia menjadi spt ini krn keberuntungannya, krn nasibnya yang bagus, atau krn usahanya yg gigih, melainkan krn Tuhan telah berbuat baik kpdnya. Yusuf mengembalikan segala kebaikan yang dia terima semata krn Allah lah yang berbuat baik kpdnya.

Juga, terhadap saudara2nya, paradigma Yusuf adalah bukan krn mereka aslinya berniat jahat, melainkan itu semua krn pengaruh syetan yang sengaja merusak hubungan antara dia dg mereka.

Selanjutnya, Yusuf bersyukur kpd Allah atas nikmat yang dia terima, berupa kekuasaan dan ilmu ta’bir mimpi dan menutup doanya agar diwafatkan dg husnul khotimah dan digabungkan bersama orang2 yang saleh (101).

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (101)

Sbg penutup, kisah Yusuf ini sebenarnya banyak memberi teladan sikap kita yg bekerja sbg profesional, berkarier di perusahaan, memulai dari bawah, mengalami bully oleh para senior hingga akhirnya sukses diamanahkan jabatan dan kewenangan yg besar.

Kronologis Dakwah Para Rasul

Allah kemudian menjelaskan summary dari kronologis dakwah rasul spt yang sebelumnya diceritakan secara detail dlm kisah Nabi Hud, Nuh dan Shalih di Surah Huud lalu.

  1. Rasul mendakwahkan tauhid, sangat menginginkan kaumnya menjadi beriman, tetapi hanya sebagian kecil yang menerima dan beriman (103).
  2. Rasul tdk meminta upah atau berharap keuntungan materiil dari dakwahnya (104)
  3. Umatnya tetap menolak mengakui Allah sbg satu2nya Tuhan yang Maha Kuasa walaupun sebenarnya mereka menyaksikan tanda2 kebesaran Allah di langit dan di bumi (termasuk juga menyaksikan bukti mukjizat dari para rasul) (105-106)
  4. Umatnya merasa aman dari ancaman siksa Allah atau datangnya kiamat yang tiba2, shg mereka mendustakan, terang2an melawan, mengusir dan membunuh Rasul (107)
  5. Para Rasul menerangkan kpd kaumnya, bhw risalah yang mereka bawa ini adalah risalah yang sama dg yang dibawa dulu oleh para rasul sebelum mereka, spt Nabi Hud, Nuh, Shalih, Musa, dll. Kenapa mereka tdk berpikir dan tetap keukeuh ingkar padahal sudah jelas bekas2 peninggalan umat rasul terdahulu yang menerima siksa Allah krn menolak dan mendustarakan Rasul mereka? (108-109)
  6. Rasul akhirnya menyerahkan kpd Allah umatnya yg masih ingkar, krn sudah tdk bisa diperingatkan dan sdh tertutup hati dan pikirannya utk menerima dakwahnya (110)
  7. Allah kemudian menurunkan azab kpd mereka dan menyelamatkan Rasul dan orang2 yang beriman dari azab tsb (110). Azab ini sifatnya memusnahkan mereka yg ingkar dan pasti, tdk ada satu pun dari mereka yang bisa menghindar dari azab Allah ini.

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus 10:13-14)

Dan mereka menanyakan kepadamu, “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah, “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”. (Yunus 10:53)

Allah kemudian menutup dg menerangkan bhw Al Quran sengaja memuat kisah para Rasul di atas agar menjadi contoh, lesson learned bagi orang-orang yang mau berpikir. Ditegaskan, bhw cerita2 tsb bukanlah cerita fiktif, bahkan juga dimuat di dalam kitab2 suci sebelumnya (spt Taurat dan Injil). Ini semua tdk lain sbg petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman (111).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab