Ali Imran 3 : 84-100
Mundur sedikit ke ayat sebelumnya:
- Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
Allah bertanya kepada orang yang menolak ajakan Rasul (disebut sebagai orang fasik), “Agama apa lagi yang mereka cari selain agama Muhammad – yang juga agama seluruh Nabi, padahal apa yg ada di bumi dan langit semuanya berserah diri kepada Allah baik dengan terpaksa (tidak ada pilihan – seperti hewan dan tumbuhan) ataupun dengan sukarela (ada pilihan – seperti jin dan manusia)”.
- Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".
Maka Rasulullah diperintahkan untuk mengajak mereka yang beriman kepada beliau untuk juga beriman dan membenarkan apa yg dibawa oleh rasul-rasul sebelumnya. Ini adalah pelaksanaan dari janji beliau dan juga para rasul yang disebutkan di ayat 81 kemarin.
- Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Ditegaskan juga, siapa pun yang setelah diutusnya Rasulullah mengikuti agama yang lain selain Islam maka amal mereka tidak akan diterima.
- Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
Kemudian Allah menyindir Ahli Kitab yang sebenarnya mereka mengakui kebenaran risalah Nabi, keyakinan mereka bahwa Nabi saw adalah utusan yg mereka tunggu-tunggu selama ini (dengan ciri yg sangat mereka kenal) tetapi karena kedengkian mereka menolak mengikuti beliau. Dalam bahasa Al-Qur'an mereka ini dikatakan sebagai kaum yang kafir sesudah mereka beriman. Dikatakan juga, petunjuk Allah tidak mungkin bisa sampai kepada mereka selama mereka memilih tetap zalim kepada diri sendiri, menutup pintu hati dari hidayah dengan ego mereka.
- Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya,
- mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,
- kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah SWT kemudian menerangkan ancaman neraka atas Ahli Kitab ini. Tetapi… Kalau saja mereka (1) bertaubat dan (2) mengubah diri, maka disebutkan sesungguhnya ampunan Allah dan kasih sayang Nya masih jauh lebih besar daripada dosa mereka.
- Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
- Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
Di ayat selanjutnya, Allah menggambarkan betapa besar penyesalan org kafir ini di akhirat. Disebutkan, mereka rela menebus diri agar tdk terkena siksa yg pedih di neraka dg emas (dan segala bentuk kenikmatan yg bisa dibeli dg emas) yang banyaknya sepenuh/sebesar bumi.
Kebajikan (Al Birr)
- Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Makna Al Birr menurut ulama ada 3 pendapat:
- Surga
- Amal soleh
- Ketaatan (yang bersifat umum)
Ayat 92 menegaskan apa yg disebut sebelumnya di Al Baqarah 2:177 mengenai kebajikan – Al Birr (surga/amal soleh/ketaatan), dimana ibadah sosial menempati urutan kedua setelah keimanan.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya… (Al Baqarah 2:177)
Di ayat 92 ini diterangkan bahwa seseorang belum dikatakan sempurna amal kebajikannya kalau dia belum beribadah sosial (menafkahkan sebagian harta yang dicintai).
Bahkan di Al-Maa’un dikaitkan langsung antara mereka yg menjalankan ibadah ritual dg ibadah sosial ini:
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yakni mereka yang menghardik anak yatim (Al Maa’un 107:1-2)
Bani Israil Membuat Hukum Sendiri
- Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah, "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar".
- Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.
- Katakanlah, "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.
Ayat 93-95 menceritakan bagaimana perilaku Bani Israil yang mengada-ada membuat larangan yang sebenarnya tidak ada.
Ka'bah dan Ibadah Haji
- Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
- Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Ayat 96-97 membahas mengenai ka'bah yang dibangun di kota Mekkah. Kota ini dijamin selalu diberkahi (hingga akhir zaman) dan menjadi tempat melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
- Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".
- Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
- Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
Ayat 98 dan seterusnya membahas kembali Ahli Kitab. Mereka dikatakan, bukan hanya mengingkari kebenaran tetapi juga menghalangi orang dari kebenaran, dalam bentuk membuat ragu mereka yang sudah beriman dan memutarbalikkan pemahaman ayat mengikuti hawa nafsu mereka. Ini adalah profil yang sama dengan kelompok 1 dan 4 yang dibahas kemarin. Kita diperintahkan utk hati2 dalam bergaul dengan mereka (98-100).
Maha Benar Allah dg segala firmanNya.
Wallahu a’lam.