Ar Ra'ad 13 : 30-36

Bukti Luasnya Kekuasaan Allah

Ayat 30-35 menjelaskan dan menggambarkan luasnya kekuasaan dan urusan Allah dalam menjaga kehidupan manusia sebagai makhlukNya.

1. Diutusnya para Rasul

Ayat 30 menerangkan kebesaran Allah dan Rahman RahimNya kepada manusia dengan mengutus para rasul kepada umat-umat terdahulu.
Dijelaskan ada 2 tugas utama para Rasul, yakni:

  1. Menyampaikan dan menerangkan kitab suci kepada umat mereka (30)
  2. Meyampaikan inti ajaran Tuhan, yakni ajaran tauhid, mengakui hanya ada satu Tuhan yang Esa, yakni Dzat yang menjadi tempat manusia berusaha (bertawakal) dan bertaubat. Intisari ini disebutkan di tengah ayat 30, “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain dia; hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya aku bertaubat”

2. Diturunkannya Kitab Suci yang Mulia

Ayat selanjutnya menerangkan luasnya kekuasaan Allah dalam penurunan kitab-kitab suci yang dibawa oleh para Rasul. Digambarkan kitab-kitab suci itu bukanlah sembarang kitab, melainkan kitab yang sangat mulia (31):

  • Sebuah kitab yang bacaannya dapat mengguncangkan gunung dan menjadikan bumi terbelah
  • Sebuah kitab yang bacaannya dapat menghidupkan / menjadikan orang yang mati dapat berbicara

3. Diturunkannya hidayah dan konsekuensi bagi yang mengingkarinya

Di pertengahan ayat 31 dijelaskan pula salah satu bentuk kekuasaan Allah SWT dalam memberi kebebasan bagi manusia untuk menerima hidayah (dengan mengikuti seruan Rasul dan kitab suci) atau mengingkarinya.

Disebutkan bahwa kebebasan ini sebenarnya bukan tanda kelemahan kekuasaan Allah karena teramat mudah bagi Allah untuk menjadikan seluruh menusia beriman namun sengaja untuk menguji kualitas keimanan hambaNya, sebagaimana disebutkan di ayat lain berikut:

  • Diberikan dua jalan. Jalan kebaikan dan keburukan
  • Menguji siapa hambanya yang paling bertakwa

Bagi mereka yang mengingkari hidayahNya (seruan rasul dan kitab suci) akan merasakan berbagai musibah pada diri dan keluarga mereka di dunia.

4. Pertolongan Allah kepada para Rasul

Ayat berikutnya, diterangkan bukti kebesaran Allah dalam berbagai bentuk pertolonganNya dalam perjuangan para Rasul (32). Berbagai pertolongan ini digambarkan di ayat lain sbb:

  • Musa as dari Firaun
  • Luth as dari Kaum Sodom
  • Isa as dari bangsa Romawi / Yahudi

Pada akhir rangkaian ayat 30-33 ini, Allah SWT menegaskan bahwa tiada dzat atau makhluk apa pun yang dapat menandingi dalam mengurusi para makhluk di dunia ini (dalam bentuk tiga hal besar di atas, yakni diutusnya para Rasul, diturunkannya kitab suci sebagai petunjuk hidup dan pertolongan kepada para Rasul) kecuali hanyalah Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Tidaklah pantas berhala dan sesembahan lain yang dibuat oleh tangan manusia disembah berdampingan dengan Tuhan yang Maha Luas kekuasaanNya.

Namun demikian, manusia banyak yang tidak dapat melihat kebenaran ini krn tertipu oleh syetan. Syetanlah yang menggelapkan mata manusia sehingga melihat kesesatan sebagai petunjuk (33). Di ayat lain, disebutkan kewajiban kita waspada atas godaan syetan ini:

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka..." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya. (An-Nisa 4:118-120)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah 2:208)

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Az-Zukhruf 43:62)

Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (Adam dan keturunannya) dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al-A'raf 7:16-17)

Di ayat lain pun dijelaskan kelemahan godaan syetan ini, yang tidak akan mempan terhadap orang yang ikhlas:

Iblis berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (Al-Hijr 15:39-40)

Balasan Kebaikan dan Keburukan

Allah SWT kemudian menerangkan nasib orang yang kafir terhadap hidayahNya dalam bentuk azab di dunia dan akhirat. Digambarkan azab akhirat lebih keras karena mereka menghadapinya seorang diri tanpa seorang penolong pun (34).

Sedangkan bagi manusia yang mengikuti seruan Rasul dan kitab suciNya akan mendapat balasan surga atas ketakwaan mereka (35-36).

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.

Photo credit: Ashwin Patil

Diselesaikan pada 20200202