Al-Fath 48 : 1-7

Surah Al-Fath turun kepada Nabi saw sepulangnya dari Hudaibiyah. Dinamakan Al-Fath karena dibuka dengan ayat yang berisikan berita gembira tentang Al-Fath (kemenangan) yang nyata.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal, "Saat penaklukan kota Mekkah, dalam perjalanannya, Rasulullah saw membaca Surah Al-Fath sambil mengendarai tunggangan beliau dan beliau menggemakan suara bacaannya."

Jaminan Kemenangan dalam Memperjuangkan Kebenaran

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata

Allah SWT menggambarkan jaminan kemenangan setiap hambaNya yang dengan ikhlas memperjuangkan kebenaran Tauhid dan Islam. Kemenangan ini digambarkan sebagai kemenangan yang nyata. Kemenangan yang kukuh dan kuat, yang tidak ada lagi kehinaan setelah itu. Kemenangan yang diakui oleh pihak kawan dan lawan. Hal ini tercermin dalam kemenangan Nabi saw di dalam perjanjian Hudaibiyah yang mengukuhkan posisi beliau sebagai penguasa politik atas umat Islam dan ibukotanya, Madinah.

Kemenangan dari Allah SWT atas hambaNya yang memperjuangkan kebenaran ini memiliki dua bentuk, yakni kemenangan di dunia dan kemenangan di Akhirat

Kemenangan di Dunia

  1. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
  2. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
  3. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Aspek kemenangan dunia ini adalah sebagai berikut:

  1. Nikmat amal berupa diampuninya dosa-dosa mereka yang lalu dan masa mendatang

  2. Nikmat lahir berupa diturunkannya keberkahan atas apa yang mereka kerjakan dan tempat mereka tinggal

  3. Nikmat iman-taqwa berupa dikaruniakan hati yang jernih dan bersih untuk menerima dan mengikuti petunjuk jalan yang lurus - menaati perintah dan menjauhi larangan Allah SWT

  4. Pertolongan Allah - dalam berbagai bentuk dan bala tentaraNya yang besar dan kuat

  5. Nikmat batin berupa ketentraman, keteguhan hati dan ketenangan (sakinah) pada jiwa mereka - yang sebelumnya diliputi kekhawatiran dan ketakutan, yang membuat bertambahnya iman mereka kepada Allah SWT dan RasulNya

    Rasa tenang (sakinah) yang diturunkan kepada orang beriman ini juga diterangkan pada beberapa ayat sebagai bentuk pertolongan Allah di dalam perjuangan mereka sebagai berikut:

    Kemudian Allah menurunkan ketenangan (sakinah) kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. (At-Taubah 9:26)

    Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan sakinah-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya... (At-Taubah 9:40)

Jaminan Allah SWT atas kemenangan di dunia di atas dikuatkan dengan gambaran besar dan luasnya kekuasaan Allah yang memberikan pertolongan kemenangan atas perjuangan kaum beriman, yakni pada akhir ayat 4, tentara Allah memenuhi yang ada di langit dan bumi (yang membantu memenangkan perjuangan orang beriman), serta Dialah Tuhan yang Maha Mengetahui (atas amal perbuatan dan keikhlasan hambaNya) dan Maha Bijaksana (dalam membalas dan mengampuni dosa-dosa hambaNya).

Kemenangan di Akhirat

  1. supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,
  2. dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
  3. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Selain kemenangan di dunia, para pejuang Allah yang beriman ini dijanjikan kemenangan yang besar di akhirat.

  1. Mereka akan tinggal di dalam surga selamanya dan dihapuskannya dosa kesalahan sehingga tidak mengurangi timbangan amal mereka. Keberuntungan yang besar ini dijelaskan pula di ayat lain:

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman; (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (Ad-Dukhan 44:51-57)

  2. Diberikan balasan yang buruk kepada musuh-musuh mereka, yakni (1) kaum munafik (orang-orang yang bersembunyi pura-pura beriman padahal bersekongkol dengan orang kafir dan hati mereka membenci kaum beriman) dan (2) kaum musyrik (orang-orang yang menolak kebenaran kerasulan Nabi saw dan Al-Qur'an serta berprasangka buruk terhadap Allah). Kedua golongan ini akan menerima azab dan murka Allah SWT.

    Keburukan kaum Munafik ini salah satunya adalah ketakutan mereka untuk ikut dalam perjuangan serta berprasangka buruk terhadap orang beriman yang ikut berjuang sebagaimana disebutkan pada ayat 12 berikut:

    Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (Al-Fath 48:12)

Mirip kemenangan dunia pada ayat 4 di atas, di ayat 7 Allah SWT menegaskan jaminan atas kemenangan Akhirat ini dengan menggambarkan tentara Allah yang banyaknya memenuhi langit dan bumi yang patuh dan bertasbih kepadaNya, serta Dialah Tuhan yang Maha Perkasa (dalam memberikan balasan yang buruk atas kaum Munafik dan Kafir, namun Maha Bijaksana (dalam membalas dan mengampuni dosa-dosa hambaNya yang bertaubat).

Di dalam satu riwayat disebutkan, ketika Perjanjian Hudaibiyah berlangsung, Ibnu Ubai berceletuk, "Apakah Muhammad menyangka, jika ia telah mengadakan kesepakatan dengan penduduk Mekkah atau berhasil menguasai Mekkah maka ia tidak lagi memiliki musuh? Lalu dimanakah Persia dan Romawi?" Allah SWT pun menegaskan pada ayat 4 dan 7 di atas, bahwa bala tentara Allah di langit dan bumi jauh lebih banyak daripada bangsa Persia dan Romawi. Implisit di sini, Allah meneguhkan hati orang beriman, bahwa jangan goyah dengan banyaknya musuh yang harus dihadapi karena bala tentara Allah SWT di langit dan di bumi akan turun membantu selama mereka menjaga keimanan dan keikhlasan dalam berjuang.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.

Photo credit: Priscilla Du Preez

Diselesaikan pada 20190418