Munajat Diri

Telah datang firman dari langit tertinggi,
Bukan sekadar kata,
melainkan getar suara Yang Maha Kuasa
menyelinap dalam dada yang merindu,
menggedor hati yang dulu kelu.

Lembaran itu turun bukan hanya untuk dibaca,
tapi untuk menghidupkan yang telah lama mati,
membangkitkan ruh yang lelah mencari,
di lorong dunia yang sepi,
di simpang jalan yang sering salah dipilih.

Ayat demi ayat mengalir,
seperti hujan yang mengguyur tanah kering—
hati yang nyaris retak oleh gersang,
tiba-tiba… gemetar.

Gemetar bukan karena takut,
tapi karena kenal.
Karena tahu bahwa ini
seruan dari Kekasih yang lama ditinggalkan.

Kemudian perlahan,
kulit yang tadinya menggigil
menjadi hangat oleh zikir.
Hati yang tadinya gaduh,
menjadi tenang dalam pangkuan kasih.

Betapa bodohnya aku yang menjauh,
padahal Engkau tak pernah mengusir.
Betapa jauh aku melangkah,
padahal Engkau tak pernah menutup jalan pulang.

Ya Rabbi…
bimbing aku dengan kalimat-Mu yang tak bertepi.
Tuntun aku dalam cahaya yang tak pernah padam.
Karena jika Engkau tak beri petunjuk,
siapa lagi yang bisa?
Jika Engkau tak panggil pulang,
siapa lagi yang sanggup mengetuk pintu-Mu?

Dan bila hari itu tiba…
hari ketika semua pencarian menemukan ujungnya,
dan Engkau memanggil dengan bisikan paling lembut:

Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku. (89:27-30)

Biarkan kerinduan ini kupeluk
hingga napas terakhir,
karena tak ada yang lebih kurindu
selain kembali dalam keadaan ridha,
dan Engkau ridha kepadaku.


Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,
gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.
Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk. (39:23)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab

Photo credit: AmirHadi Manavi