Istiqamah
Kata istiqamah berasal dari kata kerja is'taqāmu (ٱسْتَقَٰمُ), yang disebutkan sebanyak 10 kali di dalam Al-Qur’an:
Istiqamah adalah ketetapan hati, sikap mental konsisten menjaga diri agar tetap berada di jalan yang benar. Ada tiga bentuk istiqamah:
-
Jujur, integritas, dan sportif. Berlaku lurus
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah 9:7)
-
Jalan yang benar, jalan lurus menuju Allah SWT, jalan ketaatan kepada Allah
Allah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui". (Yunus 10:89)
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Hud 11:112)
Katakanlah, "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya (Fussilat 41:6)
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)". (Asy-Syura 42:15)
Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (Al-Jin 72:16)
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (At-Takwir 81:28)
-
Teguh pendirian atas pengakuan Allah SWT adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta seluruhnya
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Fussilat 41:30)
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (Al-Ahqaf 46:13)
Melihat rangkaian ayat-ayat di atas, kita dapat menarik benang merah kesimpulan mengenai terminologi istiqamah ini di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
- Istiqamah ternyata selalu dilekatkan pada jalan kebenaran. Al-Qur'an tidak mengenal istilah istiqamah pada jalan keburukan.
- Istiqamah merupakan langkah preventif-defensif, refleksi keteguhan pendirian dan sikap persistent seorang mukmin dalam mempertahankan keimanan dan ketaatannya kepada Allah SWT agar tidak kembali terjatuh ke dalam perbuatan dosa terdahulu yang pernah dilakukan / pernah menjadi kebiasaannya.
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Photo credit: Jackman Chiu