Janji Kemenangan
Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak (umat beriman) agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama (umat). Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia (yakni umat beriman) adalah keras (tidak bertolerir, menjauhkan diri) terhadap orang-orang kafir (dan perilaku kekufurannya), namun berkasih sayang (saling membela dan mendukung dalam kebenaran) sesama mereka.
Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya (mereka mengusahakan dunia mencari karunia dan beribadah demi mengharap atas keridhaan Allah), tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (ciri mereka tampak jelas pada wajah, perilaku dan sikap mereka sehari-hari).
Demikianlah sifat-sifat mereka (yakni kaum beriman yang mencari karunia Allah di dunia namun juga berharap keridhaan Allah) di dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat (kekuatan mereka berawal dari fondasi keimanan dan akhlak yang kuat, tidak tampak dulu dari luar), lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya (hingga tiba saatnya, mereka tampak menonjol kualitas iman, akhlak, kemampuan dan prestasi/perannya di tengah lingkungan masyarakatnya); tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya (karyanya, kontribusinya, kepemimpinannya dirasakan manfaatnya, sehingga disenangi oleh oleh masyarakat lingkungannya) karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (sedangkan bagi kaum yang mungkar, keberhasilannya membuat kebencian mereka semakin menjadi-jadi, hati mereka dipenuhi oleh kedengkian, prasangka buruk dan berbagai rencana keji untuk menjatuhkannya).
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar (padahal, cukuplah bagi kaum beriman ini, janji Allah akan ampunan atas dosa yang tidak mereka sadari atau yang tidak disengaja serta pahala yang besar atas amal mereka yang berlandaskan keimanan dan keikhlasan mengharapkan ridha Allah SWT. Selama kaum beriman ini tetap menjaga keikhlasan dalam berkarya, maka ampunan dan pahala yang besar sudah jauh lebih mencukupi daripada segala apa yang mereka dapatkan di dunia).
(Al-Fath 48:27-29)
Wallahu a’lam bish-shawwab.
Malam 27 Ramadhan
Photo credit: Federico Respini