Mengenal JournalQuran.com

Blog ini adalah catatan perjalanan penulis dalam memahami Al-Qur'an.

Sebuah perjalanan yang berangkat dari kegelisahan sederhana: mengapa Al-Qur'an yang seharusnya menjadi petunjuk hidup, justru terasa jauh dari keseharian kita?

Bagi kebanyakan Muslim, Al-Qur'an hadir sebagai bacaan — dilantunkan di di masjid, dibaca dalam ibadah seperti sholat dan dzikir, atau dalam tertentu seperti maulid nabi, tahlilan, dan pernikahan. Al-Qur'an juga dibaca dengan langgam yang indah, dihafalkan dan diperlombakan. Semua itu tidak salah. Nabi ﷺ dan para ulama terdahulu pun mempraktikkannya. Namun sayang jika berhenti hanya di sini, karena fungsi utama Al-Qur'an jauh lebih besar: ia diturunkan sebagai hudanpetunjuk hidup.

...Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan. Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada mereka yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan. Dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari pelbagai kegelapan menuju cahaya terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Al-Ma'idah 5:15-16)

Petunjuk. Justru inilah yang paling dibutuhkan manusia modern — yang hidup di tengah kebingungan nilai, krisis makna, dan lautan informasi tanpa arah. Al-Qur'an menawarkan itu semua. Sejak awal memang itulah tujuan utamanya diturunkan.

Masalahnya, banyak dari kita merasa Al-Qur'an itu "berat" — bahasa Arab yang asing, tafsir yang tebal dan kuno, istilah yang rumit. Akhirnya Al-Qur'an menjadi blackbox tanpa dipahami. Dijadikan buku yang sakral, bukan kompas.

Padahal Allah sendiri menjamin:

Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar 54:17)

Ayat ini diulang empat kali secara identik dalam surah yang sama — di ayat 17, 22, 32, dan 40. Empat kali. Sebuah penekanan yang sangat kuat: Al-Qur'an memang dirancang untuk dipahami. Yang Allah tanyakan hanya satu — adakah kita yang mau?

JournalQuran hadir sebagai ikhtiar kecil menjawab pertanyaan itu.

Di sini dibahas ringkasan tafsir dari kitab-kitab muktabar, dengan pendekatan sistematis dan lugas — membahas nilai, prinsip, kisah, asbabun nuzul, dan benang merah ayat-ayat Al-Qur'an. Tujuannya sederhana: membuat Al-Qur'an bisa dimengerti, sehingga menarik untuk dibaca dan dikaji setiap hari.

Bukan untuk menjadikan Anda ahli tafsir. Tapi agar Anda bisa akrab dengan Al-Qur'an dan menjadikannya referensi hidup — tanpa rasa "berat" yang selama ini menghalangi.

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (Shaad 38:29)

Semoga Allah memberi kita semua kelapangan untuk memahami dan menyelami samudera Al-Qur'an yang indah dan luas maknanya ini. Semoga catatan perjalanan ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar bersama. Aamiin.

Bintaro, 17 Ramadhan 1438H / 11 Juni 2017