Petunjuk Tuntunan dalam Berperang (2)
Melanjutkan ayat sebelumnya, yang berisi rangkaian tuntunan dlm berperang melawan org kafir yang memusuhi org beriman.
- Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
- Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
-
Menjaga Ketauhidan dlm Peperangan
Allah menegaskan bhw semua yg terjadi di dalam peperangan hanyalah atas izin dan kehendak Allah. Segala tindakan penyerangan thd musuh haruslah kita kembalikan kpd Allah, bhw semuanya itu bisa terjadi semata krn adanya izin Allah dan ketetapan hukumNya (sunnatullah) (17). Dan salah satu ketetapanNya adalah Allah berada di sisi pasukan org beriman, sedangkan tipu daya pasukan musuh kafir pasti akan dikalahkan (18).
- Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
-
Membuka Pintu Perdamaian
Allah juga memerintahkan untuk tetap membuka pintu perdamaian bila musuh menawarkan perdamaian. Kita diminta untuk menghindari berbuat melampaui batas (berbuat zalim) dalam peperangan, karena sebenarnya Allah-lah yang menentukan kemenangan dan memberi perlindungan kepada pasukan orang beriman.
- Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
- dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.
- Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.
- Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).
-
Menjaga Ketaatan kpd Allah dan RasulNya
Allah kemudian memerintahkan kita utk tetap menjaga ketaatan kpdNya dan RasulNya selama dlm peperangan (20). Jangan spt sebagian org beriman yang munafik yang hanya mendengar ttp tdk melaksanakan apa yang diperintahkan/dilarang Allah SWT (21). Dikatakan, org Munafik yang tdk bisa mendengar ini adalah seburuk-buruknya makhluk (22). Di ayat lain pun diterangkan, org Munafik ini menempati neraka paling bawah, lebih bawah daripada org kafir.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (An Nisaa 4:145)
Kemudian dijelaskan, orang Munafik sebenarnya bisa ‘mendengar’ seruan Allah kalau mereka mau, ttp nyatanya mereka menutup ‘telinga’ nya dari ‘mendengar’, menerima seruan Allah, shg mereka tetap dlm kesesatan (23).
- Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
- Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
-
Memenuhi Seruan Allah dan RasulNya
Selanjutnya Allah memerintahkan kita utk tetap menjaga kelurusan dan keikhlasan hati dalam melaksanakan seruan Allah dan RasulNya – yang salah satunya perintah berperang ini. Tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu di dalam hati, krn Allah yang Maha Halus, Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita (24).
Kemudian, kita juga diperintahkan utk memenuhi seruanNya dan RasulNya secara kaffah, totalitas. Jangan sampai kita spt Bani Israil yang dihukum krn enggan berperang, atau krn enggan mengingatkan sesama kaumnya ketika mereka terpengaruh oleh Samiri menyembah patung anak sapi (25).
- Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
-
Mensyukuri Nikmat Allah
Ayat selanjutnya, Allah memerintahkan kita utk bersyukur, mengingat2 nikmat Allah. Dalam konteks perang Badar ini, Allah memerintahkan pasukan org beriman utk mengingat nikmat Allah yang telah menguatkan kedudukan mereka (dari sebelumnya kecil, tertindas dan lemah), memberi mereka tempat tinggal di Madinah yang subur serta memudahkan rezeki bagi mereka dan seluruh orang beriman di Madinah (26).
- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
- Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
-
Larangan Berkhianat
Ayat 27 menerangkan larangan mengkhianati Allah dan RasulNya, yakni spt orang Munafik yang membantu pasukan kafir (secara diam-diam). Juga di ayat 28 kita diingatkan jangan sampai kita menjadi lemah, menjadi tdk bernyali krn mengkhawatirkan nasib anak keturunan dan harta kita. Dijelaskan, bahwa semua itu hanyalah cobaan bagi kita di dunia sbg jalan ketaatan kita kpd Allah (28). Di ayat lain disebutkan juga, agar jangan sampai kita tdk melaksanakan ketaatan kpd Allah krn terlena dg perhiasan dunia sbb:
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al Kahfi 18:46)
Implisit di ayat 27-28 Allah juga memerintahkan kita agar tdk berkhianat thd anak, keluarga dan harta yang telah diamanahkan kpd kita, membiarkan anak keluarga kita jauh dari ketaatan kpd Allah atau menggunakan harta kita di jalan2 selain jalan Allah SWT, sbgmn disebutkan di ayat lain:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu… (At-Tahrim 66:6)
- Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
-
Balasan Bagi Yang Beriman dan Bertakwa
Masih dlm konteks peperangan, Allah menerangkan balasan bagi mereka yang menjaga keteguhan imannya dan bertakwa, taat memenuhi seruan Allah dan RasulNya, yakni berupa: (29)
- Furqaan. Hati yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang batil. Hati yang peka thd hidayah Allah.
- Dijauhkan dari kesalahan. Dilindungi Allah shg tdk mudah utk berbuat dosa.
- Diampuni dosa-dosa yang lalu
Kemudian Allah menegaskan di akhir ayat 29, bahwa Dia memiliki karunia yang luas, tdk berat bagiNya memberikan karunia yang besar kpd hambaNya.
- Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
- Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala".
- Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".
- Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun
- Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
- Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
- Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
- supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
- Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu".
-
Waspada terhadap Orang Kafir yang Memusuhi dan Memerangi
Allah kemudian mengingatkan kita utk waspada thd orang Kafir yang memerangi dan memusuhi kita. Mereka tdk akan berhenti berusaha menangkap kita, membunuh dan mengusir kita. Tetapi dijelaskan bhw Allah akan menolong kita dari segala rencana jahat mereka (30)
Selanjutnya, dlm konteks pasukan Kafir dari org Musyrik di Mekkah, Allah menjelaskan sikap mereka sbb:
- Mereka menganggap Al Quran sebagai dongeng nenek moyang zaman dulu (31)
- Mereka minta diturunkan siksa Allah sbg bukti kebenaran Al Quran (32). Terhadap permintaan ini, Allah menegaskan, siksaNya tdk akan turun selama masih ada Nabi SAW di antara mereka dan selama masih ada orang2 yang bertaubat dan meminta ampun kpd Allah, yakni orang yang beribadah di Masjidil Haram (33-34).
- Walaupun mereka beribadah di sekeliling ka’bah ttp krn sebenarnya yang mereka lakukan jauh sekali dari ibadah, tdk lebih dari siulan dan tepukan tangan saja (35)
- Mereka menyumbang harta sbg support thd perang melawan pasukan org beriman (36).
- Kalau saja mereka mau bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Tetapi kalau tetap ingkar, maka Allah akan memberlakukan ketetapanNya yang berlaku pada umat2 terdahulu, yakni memberi peringatan dan kemudian menurunkan azab yang membinasakan mereka semua (38)
- Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
- Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
-
Perintah Menyelesaikan Peperangan sampai Tuntas
Ayat 39 menerangkan perintah Allah untuk tdk menghentikan peperangan sampai pasukan Kafir yang memusuhi org beriman tsb menyerah atau mereka meninggalkan kekafiran dan permusuhannya dan menerima Islam. Kemudian Allah memerintahkan kita agar tdk gentar dlm memerangi mereka krn Allah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong akan melindungi kita (40).
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a’lam bish-shawab