- Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia", lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.
- Dan berkata Ibrahim, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.
Melanjutkan ayat sebelumnya, umat Ibrahim tidak dapat menjawab pertanyaan dan argumen Ibrahim as. Atas perintah Raja Namrudz, Ibrahim pun dibakar. Allah menyelamatkan Ibrahim dengan memerintahkan api untuk menjadi dingin:
Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (Al-Anbiya 21:69)
Sebelum meninggalkan kaumnya, Ibrahim mengatakan, bahwa walaupun mereka menyembah berhala untuk menumbuhkan kasih sayang di antara mereka, namun kelak di Akhirat, mereka akan berselisih satu sama lain. Bahkan berhala pun menolak mereka menginginkan disembah.
Dan (Ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?” Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).” (Al-Mu'min 40:48-49)
Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam 19:81-82)
- Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim, "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- Dan Kami anugerahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
Luth yang masih ada hubungan saudara dengan Ibrahim adalah salah satu yang beriman dan mengikuti dakwah Ibrahim. Tidak hanya Luth, Allah juga mengangkat anak cucu keturunan Ibrahim (Ishak, Ya’qub) menjadi rasul dan sebagian di antara mereka juga menerima Al Kitab (Daud as, Isa as dan Muhammad saw). Di akhir ayat 26, disebutkan bahwa Ibrahim adalah salah satu golongan “Shalihin”.
- Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".
- Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
Kaum Luth dikenal kezalimannya dalam hal melakukan hubungan sesama jenis dan menyamun orang yang melewati daerah mereka tinggal (kota Sodom). Kezaliman seperti ini dikatakan belum pernah dilakukan umat-umat sebelum mereka (28). Di dalam dakwahnya, Luth as mempertanyakan kepatutan perbuatan zalim tersebut yang bahkan dilakukan bersamaan dengan merampok dan ada juga dilakukan di tempat-tempat pertemuan umum.
- Luth berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu".
Melihat kerusakan dan kezaliman yang sudah menjadi-jadi, dan Luth yang diancam dibunuh bila tidak berhenti berdakwah, maka Luth pun berdoa agar diturunkan azab agar berbagai perbuatan kezaliman dan kerusakan mereka berhenti.
- Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".
- Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya di kota itu ada Luth". Para malaikat berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
Malaikat pun diutus kepada Luth, namun mereka singgah dulu ke tempat Ibrahim as. Mengetahui tujuan para malaikat tersebut, Ibrahim mengingatkan bahwa di kota tersebut juga tinggal Luth, orang-orang yang beriman dan keluarganya. Malaikat pun menjamin bahwa Luth beserta orang-orang yang beriman akan diselamatkan, terkecuali istri Luth. Menurut sebagian riwayat, istri Luth bukanlah orang yang menentang terang-terangan atas dakwah suaminya, Luth as. Juga dia tidak melakukan langsung kezaliman yang diperbuat oleh kaum Luth. Namun istri Luth mentolerir dan memberi fasilitas dan perlindungan bagi kaumnya untuk berbuat keji.
- Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata, "Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)".
- Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
Maka tatkala malaikat bertamu ke rumah Luth dalam bentuk laki-laki asing, penduduk Sodom pun mengepung rumah Luth dan mengancam Luth bila tidak menyerahkan malaikat tersebut kepada mereka. Para malaikat kemudian menenangkan Luth dan memberitahu tujuan kedatangan mereka.
- Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.
Allah SWT kemudian menurunkan azab atas kaum Luth pada malam hari. Di ayat lain digambarkan kota tersebut dibalikkan ke bawah keseluruhannya. Setelah itu, kota yang telah terbalik itu dihujani bertubi-tubi oleh batu dari tanah yang terbakar. Sebagian riwayat menerangkan kota ini meninggalkan tanda khusus berupa batu yang bertumpuk-tumpuk; ada juga yang menyebutkan sebuah danau yang airnya hitam dan berbau busuk.
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing (Al-Qamar 54:34)
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tidak akan jauh dari orang-orang yang zalim. (Huud 11:82-83)
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih. (Adz-Dzaariyaat 51:37)
Kisah Luth dan Syu'aib diterangkan lebih detail dalam penjelasan berikut.
Kisah Nabi Syu'aib as
- Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".
- Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
Nabi syuaib diturunkan kepada kaum Madyan yang kafir dan tidak jujur dalam perdagangan. Dakwah Syuaib ditolak hingga turunlah azab berupa gempa dahsyat yang mematikan mereka di dalam rumah-rumah mereka.
- Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,
Kaum Aad dan Tsamud tinggal di lokasi yang sama. Nabi Hud as diutus kepada kaum ‘Aad. Allah swt menurunkan azab kepada mereka karena kezalimannya. Kemudian setelah beberapa waktu, daerah tersebut dihuni oleh kaum Tsamud dan diutus lah Nabi Salih. Allah kembali menurunkan azab kepada kaum Tsamud karena kezaliman mereka.
Di akhir ayat (38) Allah menegaskan bahwa salah satu cara syaithan menghalangi mereka dari jalan kebenaran adalah menjadikan kaum ‘Aad dan Tsamud memandang baik perbuatan mereka. Padahal disebutkan, mereka termasuk bangsa yang cerdas dan kritis (berpandangan tajam).
- dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Allah tidak Menganiaya Orang Zalim
- Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil (kaum 'Ad) dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (kaum Tsamud), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi (Qarun), dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan (Fir'aun), dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Di dalam rangkaian ayat-ayat sebelumnya tampak benang merah dari apa yang menimpa kaum yang zalim, mereka mengingkari seruan kebenaran yang disampaikan oleh para rasul dari kalangan mereka sendiri.
Di akhir ayat 40 ini Allah SWT menekankan bahwa siksa/azab atas kaum yang zalim tersebut bukanlah karena Allah sengaja menganiaya mereka, melainkan dikatakan "merekalah yang menganiaya diri sendiri", dikarenakan hal berikut:
-
Demikianlah ketetapan yang berlaku sejak awal penciptaan manusia - bahwa perbuatan baik diganjar dengan kebaikan dan perbuatan buruk diganjar dengan keburukan
Manusia secara fitrah sebenarnya mengetahui ini di dalam hati nuraninya. Di ayat berikut, dijelaskan perjanjian manusia dengan Allah SWT ketika masih berbentuk ruh:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (Al-A'raf 7:172)
Atau di ayat lain, dijelaskan sunnatullah ini:
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, dan lidah dan sepasang bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan) (Al-Balad 90: 8-11)
-
Dakwah telah sampai kepada mereka (melalui para Rasul)
Hal ini diterangkan juga di ayat lain:
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Al Israa’ 17:15)
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Faathir 35:24)
-
Mereka sudah diberi waktu tenggat sebagai kesempatan untuk bertaubat
Apa dan bagaimana pun kondisi manusia, seberapa besarnya dosa manusia, Allah selalu mengampuni dan menerima taubat mereka bila mereka berdoa dan bertaubat.
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar 39:53)
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Referensi tafsir klik di sini.
Diselesaikan pada 20240310.