Kisah Bani Israil
- Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.
- Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
- Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki". Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu". Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
- Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
- Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
- Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.
Ayat 159-171 mengisahkan Bani Israil sbg bangsa yang diistimewakan Allah, diutus banyak rasul ttp terus mengingkari Allah SWT.
-
Di antara Bani Israil ada orang2 yang taat (159) – walaupun jumlahnya minoritas, spt dinyatakan juga di ayat lain:
…Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al Maaidah 5:13)
-
Mereka diberi kelebihan keturunan / suku yang berjumlah besar. Terdiri dari 12 suku (160)
-
Allah menurunkan mukjizat berupa 12 mata air bagi masing2 12 suku. Juga mukjizat lain, berupa diturunkannya makanan berupa manna dan salwa (160)
Di ayat 160, Allah menyindir mereka, dg menyatakan, “Mereka tidak menganiaya Kami, ttp merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri”, artinya ingkarnya mereka tdk akan mengurangi sesuatu apa pun dari Allah. Mereka yg akan menerima akibatnya krn menentang ketetapan Allah bhw siapa yang ingkar akan diberi kehinaan dan siksa di dunia dan akhirat.
-
Allah memberikan daerah yang subur (sebagian mufasir menyebut, Yerussalem, Palestina, juga ada Syiria), tetapi mereka menolak memasukinya krn tdk mau mengikuti perintah Allah utk memerangi penguasa zalim di daerah tsb (161). Ini disebutkan juga di ayat lain sbb:
Mereka berkata, “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”
Mereka berkata, “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (Al Maa’idah 5:22,24) -
Mereka senang mengubah-ubah ayat2 Allah (162). Perilaku Bani Israil mengubah2 ayat Allah ini banyak disebutkan di dalam Al Quran, di antaranya ayat 5:13 di atas dan ayat berikut:
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan. (Al An’aam 6:21)
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa… (An Nisaa 4:46)
-
Mereka melanggar perjanjian dg Allah, utk tdk mencari ikan (bekerja) di hari Sabtu (163)
-
Mereka tdk mau dinasehati dan tdk mau juga menasehati (amar ma’ruf nahi munkar). Diceritakan bagaimana jawaban orang2 saleh dari mereka yang mengingatkan kaumnya ttp malah dipertanyakan utk apa. Orang2 yang saleh ini menjawab, “Kami melakukan ini agar kami tdk dianggap _ignorance (masabodo) oleh Tuhan kalian”_ sudah mengingatkan (164). Sikap enggan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar ini dijelaskan juga di ayat lain:
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Al Maa’idah 5:79)
- Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
- Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.
- Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Menarik di sini, Allah menjelaskan tahapan treatment bagi orang yang fasik – yafsuqun (mereka yg tdk mau mengikuti ayat Allah, walaupun sudah beriman) sbb:
Tahap 1: Diberi peringatan dlm bentuk ujian/cobaan
Ini diterangkan di akhir ayat 163, yakni Allah sengaja membuat banyak ikan tampak terapung dg jinaknya di permukaan laut setiap hari Sabtu, sedangkan di hari lain harus dicari ke tengah laut.
Di ayat 168 juga dijelaskan bhw cobaan bisa berupa hal yang baik2 atau pun musibah. Tujuannya agar mereka kembali kpd kebenaran.
Tahap 2: Diturunkan siksa yang keras (bila tetap tdk berubah setelah diberi ujian/cobaan)
Ini dijelaskan di ayat 165-166, dimana sebagian kaum Yahudi yang melanggar peraturan hari Sabtu tsb akhirnya diubah menjadi kera yang hina.
Allah kemudian menjelaskan, ancaman bagi mereka yang terus menerus berbuat fasik, akan terus mendapatkan azab hingga hari kiamat (167).
- Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
- Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?
Lanjut kembali kisah Bani Israil:
-
Ada sekolompok di Bani Israil yang mengklaim, bhw mereka pasti akan diampuni, pasti akan masuk surga, padahal mereka sangat senang dan serakah thd harta kenikmatan dunia (169). Hal ini pun banyak disebut di ayat lain sbb:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu) (Al Maa’idah 5:18)
- Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.
Kemudian ditegaskan oleh Allah, bhw surga tdk akan dicapai kecuali melalui iman dan amal soleh, yakni berpegang teguh pada ayat Allah, dan melaksanakan ketaatan kpd Allah (spt mendirikan sholat) secara tekun (170). Di ayat lain disebutkan juga:
Dan mereka berkata, “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.” Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.” _
_(Tidak demikian) melainkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah 2:111-112)
- Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
-
Mereka pernah diancam dg diangkatnya bukit ke udara shg mereka ketakutan krn langit gelap dan takut bukit tsb jatuh menimpa mereka, shg mereka akhirnya saat itu mau bertaubat dg berjanji kpd Allah utk berpegang teguh, tdk pernah ragu pada Taurat dan risalah yg dibawa Musa as, dan melaksanakannya dg sungguh2 (bertakwa) (171). Akhirnya perjanjian ini pun mereka langgar kembali. Peristiwa ini disebutkan juga di ayat lain:
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka… (An Nisaa’ 4:154)
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: ”Kami mendengar tetapi tidak mentaati”. (Al Baqarah 2:93)
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a’lam bish-shawab