Al A'raaf 7 : 187-206

Informasi mengenai Hari Kiamat

  1. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, "Bilakah terjadinya?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Ayat 187 menerangkan bbrp hal terkait dg hari kiamat:

  1. Waktu terjadinya hari kiamat tdk ada yang tahu, bahkan rasul sekali pun. Di ayat lain pun ditegaskan:

    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat… (Luqman 31:34)

  2. Saat terjadinya kiamat disebut sbg hari yang sangat berat, mengurasi habis energi fisik, mental, emosional makhluk dan segala yang ada di langit dan di bumi

  3. Kiamat datang dengan tiba-tiba. Ini typical dg siksa Allah yang selalu datang dg tiba-tiba.

Kemudian diulang kembali, bhw pengetahuan mengenai kiamat hanya Allah yang mengetahui. Tidak seorang pun yang mengetahuinya, termasuk juga para rasul.

  1. Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman"

Ayat 188 kemudian menegaskan bhw Rasul hanya mengetahui sebatas apa yang diberitahu oleh Allah SWT. Rasul juga manusia yang mengalami susah-senang, kalah-menang, dan rasul (spt yang dijelaskan di banyak ayat lain) memiliki 2 misi:

  1. Memberi peringatan akan azab Allah, akan sunnatullah – siapa yang ingkar mendapat siksa di dunia dan neraka;
  2. Membawa kabar gembira akan hari pengadilan di akhirat, akan balasan kebaikan di dunia dan akhirat, dan mengenai cara2 beribadah yang diterima Allah SWT.

Dua Jenis Kemusyrikan

Ayat 189-198 menjelaskan dua jenis kemusyrikan:

1. Musyrik akibat Kufur Nikmat

  1. Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata, "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
  2. Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dicontohkan kronologis kufur nikmat yang akhirnya berubah menjadi menyekutukan Allah sbb:

  1. (Sang calon Suami) dilahirkan, berasal dari jiwa yang satu, yakni Adam
  2. Dipertemukan dg perempuan calon Istri yang dicintainya, yang juga berasal dari Hawa yang diciptakan dari Adam
  3. Mereka menikah, menjadi suami istri
  4. Sang Istri hamil mengandung. Mereka pun berharap, berdoa agar segala kebaikan tercurah bagi anaknya di kandungan. “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang soleh, tentulah kami termasuk orang2 yang bersyukur” (189)
  5. Anaknya pun lahir dg sempurna tanpa cacat
  6. Pasangan suami-istri ini kemudian (tdk sadar) menyekutukan Allah krn menjadikan anaknya sbg urusan yang paling utama, sehingga mengabaikan kewajiban mereka menjalankan ketaatan kpd Allah (190)

2. Musyrik dalam Bentuk Menyembah Berhala

  1. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
  2. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan.
  3. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu herdiam diri.
  4. Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.
  5. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".
  6. Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al-Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.
  7. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.
  8. Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-herhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.

Allah menerangkan kebodohan praktek menyembah berhala dan mengajak kita berpikir rasional thd praktek ini:

  • Berhala tdk bisa menciptakan apa pun, bahkan mereka diciptakan oleh manusia (191). Di ayat lain disebutkan juga:

    Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (An Nahl 16:20)

  • Berhala tdk mampu memberi pertolongan, bahkan mereka pun tdk bisa menolong dirinya sendiri (192)

  • Berhala tdk mampu memberi petunjuk apa pun. Sama saja menyembah berdoa kpd mereka ataupun tidak (193)

  • Berhala adalah ciptaan (makhluk) Allah yang sama dg manusia yg menyembahnya. Mereka semuanya mengikuti sunnatullah (ketetapan Allah) sesuai tabiat ciptaan mereka. Bagaimana mungkin mereka yang sama2 lemah dan terbatasnya dg manusia bisa mengabulkan permintaan mereka yang berdoa kpdnya? (194)

  • Berhala walaupun memiliki kaki, tangan, mata dan telinga, ttp semuanya itu tdk fungsional. Bagaimana bisa berhala itu melindungi atau menurunkan siksaan kpd manusia (yg memiliki kaki, tangan dan telinga yang semuanya fungsional)? (195). Bagaimana mungkin berhala ini disamakan dg Dzat yang menurunkan Al Quran yang penuh hikmah, mukjizat dan petunjuk bagi org bertakwa? Atau disamakan dg Dzat yang melindungi orang2 yang saleh? (196)

  • Berhala tdk bisa mendengar doa permohonan manusia. Berhala juga tdk bisa melihat apa yang diperbuat manusia (198). Di ayat lain, disebutkan juga:

    Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui (Faathir 35:14)

    Bahkan di ayat di atas, disebutkan, berhala tsb nanti di hari akhir akan bersaksi bhw bukan mereka yg menjadikan manusia musyrik, tetapi manusia itu sendiri yang menyembah mereka sbg tuhan.

Akhlak Mulia dan Perintah kpd Orang Beriman

  1. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
  2. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah
  3. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
  4. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
  5. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Qur'an kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al-Qur'an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".
  6. Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
  7. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
  8. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.

Allah menjelaskan beberapa sifat mulia sbg fondasi kedua setelah fondasi pertama akidah (keimanan, ketauhidan) sbb:

  1. Jadilah orang yang pemaaf, mudah memaafkan kesalahan org lain (199). Di ayat lain pun disebutkan:

    (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran 3:134)

  2. Laksanakanlah amar ma’ruf (mengajak org mengerjakan kebaikan) (199). Di ayat lain, disebutkan perintah utk mengajak kebaikan haruslah dengan cara dan teknik yang tepat:

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An Nahl 16:125)

  3. Jauhi, tinggalkan orang yg zalim, yang tidak/jarang menggunakan akal rasionya shg berlaku zalim kpd dirinya (199)

  4. Berlindunglah kpd Allah kalau (takut) terjerumus oleh godaan syetan (200). Bagi org bertakwa, diperintahkan mengingat Allah (dzikrullah) agar selamat dari godaan syetan, segera disadarkan akan dari kesalahan2nya (201). Sebaliknya, bagi org yang fasik, mereka akan semakin jauh sesatnya dan saling menyesatkan satu sama lain (202).

  5. Mengakui ayat2 Allah di dalam Al Quran sbg bukti kebenaran (mukjizat) Allah. Menjadikannya petunjuk hidup dan rahmat pembawa kebaikan (203)

  6. Bila ada yang membaca Al Quran, mendengarkan baik-baik, memperhatikan kandungan ayat2nya agar diturunkan rahmat (204). Di dalam satu hadits disebutkan:

    Barangsiapa mendengar satu ayat Al Quran yang dibacakan, ia akan mendapat pahala berlipat ganda. Barangsiapa membacanya, ia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat kelak. (HR Imam Ahmad)

  7. Berdzikirlah di dalam hati diiringi sikap merendahkan diri dan rasa takut, serta tdk dengan suara keras. Jangan pernah lupa (lengah) memperbanyak berdzikir di waktu pagi dan sore (205). Contohlah malaikat yang tdk pernah merasa malas menyembah Allah, berdzikir dan bersujud kpd Allah SWT (206). Perintah mengingat Allah, berdzikir ini disebut di dalam bbrp ayat dan hadits berikut:

    Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. (Qaaf 50:39)

    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 13:28)

    Di ayat lain, juga disebutkan perintah utk berdzikir, mengingat Allah sebanyak-banyaknya:

    Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab 33:41)

Surat Al A’raaf selesai. Sebagai penutup mgkn kita bisa renungkan bersama ayat berikut ini. Semoga kita tetap dibimbing, diberi petunjuk melalui kitabNya Al Quran yg mulia ini. Aamiin YRA.

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Az Zumar 39:23)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab