Al A'raaf 7 : 65-79

Al A'raaf 7 : 65-79

Kisah Nabi Hud

Menurut riwayat, Nabi Hud as masih keturunan Nabi Nuh as, lengkapnya, Hud bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh, dari golongan terpandang di kalangan bangsa Ad. Bangsa Ad adalah salah satu kabilah Arab yg tinggal di Yaman, Ahqaf sebelah utara Hadramaut. Mereka diberi kelebihan fisik yang tinggi, kekuatan badan, tinggal di bumi yang banyak kebaikan dari tanaman dan hewan ternak. Kronologis Nabi Hud dalam menyampaikan risalah Allah mirip dengan Nabi Nuh:

  • Hud menyerukan ketauhidan, sama dengan Nuh dan juga para rasul yg lain (65)
  • Kaumnya menganggap Hud as hilang akal (gila) dan berbohong (66)
  • Hud menyatakan bahwa dia tidaklah gila, melainkan dia adalah utusan Allah yang menyampaikan amanah Allah (67-68)
  • Hud as kemudian mengingatkan bencana banjir besar yang menimpa kaum Nabi Nuh as (yang mana beritanya juga diketahui oleh kaum Ad) (69)
  • Kaum Ad meminta disegerakan ancaman datangnya azab Allah sebagai bukti bahwa Hud as adalah benar utusan Tuhan (70)
  • Nabi Hud as mengatakan, ancaman Allah pasti datang (71)
  • Azab yang dimintakan akhirnya diturunkan Allah kepada kaum Ad, berupa angin yang sangat kencang selama 7 malam 8 hari berturut-turut, sedangkan Nabi Hud as dan pengikutnya diselamatkan Allah SWT (72)

Kezaliman dan ingkarnya kaum Ad ini dikisahkan dalam beberapa ayat lain seperti:

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. (Asy-Syu’araa’ 26:128-130)

Kaum Ad berkata, “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (Hud 11:53-55)

Sedangkan azab yang diturunkan kepada kaum Ad ini juga dapat dilihat di dalam beberapa ayat seperti:

Kaum Ad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. (Al-Qamar 54:18-20)

Dan juga pada (kisah) Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Adz-Dzaariyaat 51:41-41)

Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (Al-Haaqqah 69:6-8)

Ilustrasi lebih detail mengenai kaum Nabi Hud as ini dapat dilihat di sini.

Kisah Nabi Shalih

Kaum Tsamud juga merupakan salah satu kabilah Arab. Mereka tinggal di daerah yang sekarang dikenal sbg Fajjun-Naqah di antara Hijaz dan Syam. Mereka diberi kelebihan membangun rumah seperti istana yang dengan memahat gunung (74).

Rasulullah pernah singgah di daerah ini. Para sahabat saat itu menimba sumur yang dulu ditimba oleh kaum Tsamud dan memasak menggunakan air tersebut. Nabi SAW saat itu memerintahkan untuk membuang air tersebut dan memberikan makanan yang dimasak kepada unta yang ada, dan bersabda,

Janganlah kamu masuk ke tempat masyarakat yang di azab itu, kecuali dengan menangis. Jika kalian tidak menangis jangan masuk ke sana. Aku takut akan menimpa kalian (azab) seperti yang telah menimpa mereka (HR Imam Ahmad)

  • Nabi Shalih as menyerukan ketauhidan, sama dengan para rasul yang lain (73)
  • Allah kemudian memberikan mukjizat berupa unta betina yang air susunya tidak pernah habis. Namun bila unta tersebut diganggu maka mereka semua akan mendapatkan musibah (73). Mukjizat ini merupakan ujian bagi kaum Tsamud yang sangat sombong dan ingkar menaati serta tidak takut kepada Allah, sebagaimana disebutkan di ayat lain:
    Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. (Al-Qamar 54:27-29)
  • Mereka yang menentang Nabi Shalih adalah dari kalangan pembesar (75-76)
  • Kaum Tsamud kemudian sengaja menyembelih unta betina, dan seperti kaum Ad, mereka meminta disegerakan datangnya azab Allah sebagai pembuktian bahwa Nabi Shalih adalah benar utusan Tuhan (77)
  • Azab yang dimintakan akhirnya diturunkan Allah kepada kaum Tsamud, berupa gempa dan suara yang sangat keras sehingga menjadikan mereka mati bergelimpangan (78), sedangkan Nabi Shalih as diselamatkan Allah (79)

Ingkarnya kaum Tsamud ini diceritakan dalam beberapa ayat lain seperti:

Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila.” Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. (Al-Qamar 54:24-26)

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shalih, “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (Hud 11:65)

Sedangkan azab yang diturunkan kepada kaum Tsamud ini juga digambarkan dalam ayat lain:

Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (Al-Qamar 54:30-31)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.

Photo credit: @timonrets

Revisi 20190324