Al Baqarah 2 : 249-256

Kisah Thalut melawan Jalut

  1. Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata, "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".
  2. Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa, "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir"
  3. Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
  4. Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

Ayat 249 membahas mengenai ujian terhadap pasukan Thalut dalam bentuk menahan diri tidak minum air sungai. Ternyata sebagian besar gagal dan tidak sanggup ikut perang.

Menurut tafsir Al Munir, mereka (Bani Israil) ini gagal karena:

  • Sudah terbiasa melanggar perintah
  • Iman mereka yg lemah

Kita dicontohkan doa pada saat terjepit menghadapi kezaliman dg kekuatan yg minim spt doa Thalut (250):

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

Akhirnya Thalut dimenangkan melawan Jalut. Dikatakan bhw Allah sengaja melindungi sebagian kaum atas kekejaman kaum yg lain (251). Yang sdh disebut sejauh ini, adalah ketika Bani Israil diserang oleh Nebukadnezar dan pasukan Jalut ini.

  1. Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
  2. Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Di ayat selanjutnya dijelaskan bahwa ada beberapa rasul yang memiliki tingkatan lebih utama daripada yang lain (Ulul ‘Azmi). Para rasul ini dikatakan sebagai Ulul 'azmi karena ketabahan perjuangan mereka, dimana salah satunya adalah Nabi Isa as.

Maka bersabarlah kamu (wahai Muhammad) seperti para ulul 'azmi telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Al-Ahqaf 46:35)

Ayat ini dilanjutkan dengan perintah membela ajaran Rasul dengan harta, mumpung masih di dunia, dimana Allah memberikan balasan berkali lipat atas harta yang dibelanjakan di jalanNya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah 2:261-262)

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (Al-Hadiid 57:18)

Di akhir ayat, Allah SWT menyatakan "sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli..." yang maksudnya adalah hari Akhir, dimana sudah tidak ada lagi amal yang dapat dilakukan.

Ketauhidan kepada Allah

Allah menegaskan di ayat Kursi akan keesaanNya, kebesaran kekuasaanNya yg sama sekali tdk merasa berat mengurus makhlukNya di dunia dan memberi syafaat kpd mereka di akhirat. Yang Maha Mengetahui apa yg ada di depan dan di belakang makhlukNya dan juga yg memiliki segenap ilmu yg hanya sebagian kecil diajarkan kpd makhlukNya (255).

Ayat 256 menjelaskan, walaupun tugas rasul menyampaikan berita gembira dan ancaman sebaik mungkin ttp tidak boleh ada pemaksaan utk mereka menerima Islam. Perlu diperhatikan ini adalah konteks dakwah rasul kpd umat, dan bukan pendidikan agama orangtua kpd anak / keluarga. Utk keluarga ini jelas bhw kita harus menyelamatkan keluarga kita dari api neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim 66:6)

Dikatakan juga, bhw mereka yang beriman kpd Allah telah berpegang pada tali yang kokoh. Maksudnya, mereka yg beriman tdk mudah terombang-ambing krn mengembalikan segala urusan kpd Allah dan menjadikan kitabNya sbg pedoman hidup mereka.

Sedikit tambahan ilustrasi di Al Quran mengenai luasnya ilmu Allah…

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (Al Kahfi 18:109)

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Luqman 31-27)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam