Al Baqarah 2 : 83-93

Karakter Bani Israil (4)

  1. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
  2. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
  3. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Ayat 83-84 menerangkan lebih detail dari maksud perintah beriman dan beramal saleh yang disebutkan pada ayat sebelumnya, yakni:

  • Beriman: Bertauhid, tidak menyembah selain Allah
  • Beramal saleh:
    • Berbakti kepada orangtua
    • Berbuat baik kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin
    • Menjaga perkataan, dengan mengucapkan kata-kata yang baik kepada manusia
    • Mendirikan shalat
    • Menunaikan zakat
    • Tidak membunuh
    • Menjaga persatuan

Di akhir ayat 83 diterangkan perilaku Bani Israil yang memilih-milih dan mengamalkan hanya sebagian isi Taurat yang sesuai keinginan / kepentingan mereka.

  1. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

Mereka yang selektif dalam melaksanakan hukum Allah sesuai keinginannya inilah yg disebut sebagai Orang yang Membeli Kehidupan Dunia dg Kehidupan Akhirat (86). Dijelaskan juga mereka akan mengalami kehidupan yg hina (di dunia) dan azab di akhirat (85).

  1. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Kemudian dijelaskan juga bagaimana diistimewakannya Bani Israil sehingga berturut-turut diturunkan Rasul kpd mereka setelah Musa AS hingga Isa AS (sbg Rasul terakhir dari Bani Israil) (87).

  1. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
  2. Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

Di akhir ayat 87, digambarkan bagaimana karakter Bani Israil dalam bentuk pertanyaan retoris dari Allah, Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian menjadi sombong, sampai-sampai mereka kalian dustakan dan (bahkan) kamu bunuh?

  1. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
  2. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

Di ayat 89-90 dijelaskan kekecewaan dan kedengkian mereka ketika tahu bhw ternyata Muhammad SAW datang membawa Al Quran dan dia bukan dari umat ‘istimewa’ Bani Israil.

  1. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).

Di ayat 93, disimpulkan bagaimana paradigma mereka memandang risalah Allah, yakni “sami’na wa’asoina” = “kami mendengar ttp tidak mentaati”. Na’udzubillah…

Menarik sebenarnya di sini kenapa Allah menjelaskan secara detail karakter Bani Israil. Pasti ada maksudnya...

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Yusuf 12:111)

Apakah mungkin karena memang di akhir zaman (seperti sekarang) dunia akan dikuasai oleh mindset mereka (baca: Yahudi/Nasrani)? Sehingga sengaja dijelaskan detail mengenai Bani Israil ini agar kita tidak terlena tanpa sadar perlahan mengikuti pola pikir mereka? Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadits berikut:

“Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah?” Nabi menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”
(HR Bukhari 6775, Muslim 4822)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.