Karakter Bani Israil (5)
- Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.
- Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.
- Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
- Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
- Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
- Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
- Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.
- Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
Masih lanjutan karakter Bani Israil:
- Allah menantang kalau memang mereka yakin masuk surga maka harusnya mereka tdk takut mati, padahal kenyataannya mereka sangat takut mati (spt menolak ikut jihad perang bersama Nabi) – (94-95)
- Allah menjelaskan secara eksplisit bhw Bani Israil merupakan manusia yg paling serakah, melebihi kaum musyrik, yg tdk akan cukup walaupun diberi usia 1000 tahun.
- Ayat 97 menjelaskan hal menarik, ternyata kaum Yahudi di masa Rasulullah membenci malaikat Jibril. Mereka menganggap Jibril salah mengirimkan wahyu, seharusnya kpd keturunan Bani Israil sbgmn nabi2 sebelumnya.
- Disebutkan juga sebenarnya Bani Israil itu tahu bahwa yg disampaikan Rasulullah itu benar, juga didukung oleh tanda2 yg ada di Taurat (dan Injil). Tetapi mereka menolaknya seakan2 tdk tahu bhw yg disampaikan adalah benar risalah Allah. (101)
Kaum Yahudi mengetahui kebenaran Rasulullah ini bisa dilihat dari pengakuan bbrp pendeta mereka, spt pendeta dari Bukhara (ketika nabi kecil), juga dari Waraqah bin Naufal (masih saudara dari Siti Khadijah). Di hadits juga diceritakan bgmn nabi kedatangan 60 pendeta Yahudi dari Yaman utk ber mubahalah (spt sumpah pocong) dg Rasulullah yang akhirnya mereka tdk berani hadir di hari yg ditentukan.
- Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
- Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.
- Di ayat 102 disebutkan bhw Bani Israil juga mempelajari ilmu terlarang, ilmu sihir yg diturunkan dari Nabi Sulaiman dan malaikat Harut Marut. Mengenai ini ada banyak diceritakan di Injil (book of Enoch) – ttp tdk tahu kebenaran detailnya krn tdk banyak dibahas di Al Quran dan hadits. Wallahu a’lam
- Di ayat berikutnya (103), dijelaskan sebenarnya cukup saja Bani Israil itu bertakwa, tidak perlu mempelajari klenik sihir seperti di atas, maka mereka sdh mendapatkan pahala – balasan yg lebih baik daripada yg didapatkan dari sihir tsb
- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), "Raa'ina", tetapi katakanlah, "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.
Ciri berikutnya adalah mereka senang merendahkan / mengejek dg permainan bahasa. Contoh di sini (104) adalah jika mereka hendak mengatakan: “Dengarlah kami,” maka mereka mengatakan “raa’ina, padahal yang dimaksudkan adalah ru’unah (sangat bodoh). Juga, dalam hadits diceritakan bahwa jika mereka mengucapkan salam, sebenarnya yg mereka ucapkan adalah: “as-saamu ‘alaikum” (semoga kematian menimpa kalian)
- Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Kemudian dijelaskan, sebenarnya besar sekali kebencian mereka (kaum Yahudi Madinah dan musyrik Mekah pada masa itu) kpd Nabi dan pengikutnya shg dikatakan mereka tdk rela ada satu wahyu atau karunia apa pun dari Allah diturunkan kpd kaum muslim. Padahal dijawab di akhir ayat 105, bhw Allah lah yg memiliki hak prerogratif menurunkan wahyu dan karuniaNya sangatlah luas.
Hal menarik di sini adalah Nabi dulu ditentang itu bukan karena tidak dipercaya. Bahkan para pendeta Yahudi dan orang-orang alim dari mereka pun mengakui bahwa Rasulullah ini sebenarnya yang disebut di dalam Taurat (dan Injil) sebagai utusan Tuhan terakhir. Awal penolakan mereka terhadap Nabi saw adalah karena kedengkian yang menumpuk menjadi kebencian yang teramat sangat karena Muhammad SAW bukan dari keturunan Bani Israil (Muhammad saw berasal dari jalur Nabi Ismail, sementara Bani Israil berasal dari jalur Nabi Ishaq).
Sebagai informasi, dalam tulisan ini disebutkan juga sebenarnya perseteruan ini sudah turun temurun, bahkan Yahudi pun menganggap bhw peristiwa penyembelihan qurban itu bukan Ibrahim dan Ismail melainkan Ibrahim dan Ishak.
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Referensi tafsir klik di sini.