Kesaksian Nabi Isa as di Akhirat
- Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab, "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
- Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu, "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
- Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Akhir surat Al Maaidah mengisahkan peristiwa di akhirat dimana Nabi Isa as menyampaikan narasi pertanggungjawaban kpd Allah atas apa yg disampaikan dan diajarkan kpd kaum beliau, yakni:
- Beliau tidak pernah mengajarkan utk menjadikan dirinya dan ibunya sbg tuhan utk disembah di samping Allah (116)
- Beliau tidak pernah mengajarkan selain dari apa yg diperintahkan: menyembah Allah – Tuhannya dan Tuhan umatnya (117)
- Beliau tidak tahu dan berlepas diri atas apa yg dilakukan umatnya setelah dia meninggal (117)
- Beliau menyerahkan umatnya yg ingkar kepada Allah – apakah mereka disiksa atau diampuni dosanya adalah sepenuhnya hak Allah SWT (118)
- Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar".
- Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kemudian dijelaskan bahwa mereka yg mengikuti pesan asli Isa as akan mendapat balasan amalnya, yakni surga yg kekal dan diridhoi Allah SWT (119).
Terakhir ditegaskan bahwa kerajaan langit dan bumi berikut semua isinya adalah milik Allah. Dia lah satu2nya Tuhan, Yang Maha Esa, yg kekuasaanNya meliputi segala sesuatu.
Surah Al An'aam
Allah Memperkenalkan DiriNya
- Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
- Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).
- Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
Keberadaan dan Kekuasaan Allah diceritakan dg struktur urutan yg menarik:
- Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi : menggambarkan segala yg jauh dari kita, di angkasa dan di bumi yang terbentang luas (ayat 1)
- … mengadakan gelap dan terang : menggambarkan segala yang dialami oleh kita melalui indera (ayat 1)
- Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)… : menggambarkan keterbatasan hidup kita yg memiliki awal dan akhir (ayat 2)
- Dialah Allah yg disembah di langit dan di bumi : menggambarkan tugas pertama kita, yakni beriman dan menyembah Dia di mana pun kita berada (ayat 3)
- Dia mengetahui apa yg kamu rahasiakan dan apa yg dilahirkan juga apa yg kamu usahakan : menggambarkan tugas kedua kita, yakni menjaga keikhlasan, beramal soleh dan melakukan kebajikan (ayat 3)
Sebab Kekufuran
- Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya).
- Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Qur'an) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
- Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
Allah kemudian menerangkan dua penyebab manusia menjadi kufur adalah:
- Mengingkari, tidak mau mengikuti isi ayat2 Allah yg disampaikan melalui Rasul (4). Mereka juga tidak percaya dg berita kebenaran yg ada di dalam kitab suci, spt kepastian azab Allah, kepastian kiamat dan neraka surga (5).
- Tertutupi akalnya dan logika pikirannya. Mereka tertutup, tidak mampu mengambil pelajaran berapa banyak bangsa yg dulunya besar, berkuasa dan makmur sejahtera yang akhirnya hancur dan musnah krn ingkarnya mereka kpd Allah dan diganti oleh bangsa yang lain (6).
Sikap Ingkar Kaum Kafir
Dalam satu riwayat, diceritakan org musyrik Mekah berkata, “Wahai Muhammad, demi Allah kami tidak akan mengikutimu sampai engkau datangkan kpd kami kitab dari sisi Allah disertai dg 4 malaikat yang menyaksikan bhw ia berasal dari Allah dan kamu adalah Rasulullah”. Maka turunlah ayat 7 ini.
- Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
- Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?" dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentulah selesai urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikitpun).
Allah menjelaskan sikap bebal, tidak mau percaya kepada rasul oleh kaum yang dihadapi rasul karena menganggap rasul tersebut tidak lain adalah manusia biasa seperti mereka. Hal ini menyebabkan mereka mengajukan permintaan yang mengada-ada seperti:
-
Minta diturunkan kitab berupa lembaran-lembaran kertas langsung dari langit (7). Di ayat lain disebutkan juga:
Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”. (Al Hijr 15:14-15)
-
Minta didatangkan malaikat bersama rasul untuk menerangkan risalah Allah (8). Di ayat lain pun disebutkan:
Dan mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata, “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”
(Al Furqaan 25:7-8)
- Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri.
Pada akhirnya diterangkan bahwa itu semua hanya alasan mereka saja, pembenaran atas ingkar, kafir, tertutupnya hati dan akal pikiran mereka dari menerima dakwah para rasul. Disebutkan di akhir ayat 7 dan 8, bahwa kalau pun itu dikabulkan Allah, tidak lain mereka hanya akan menganggapnya sebagai fenomena sihir saja.
Maha Benar Allah dg segala firmanNya.
Wallahu a’lam