Surah ini dinamakan Al-Qadr yang berarti keagungan dan kemuliaan, dengan sifat Lailatul Qadr, pada malam itu Allah SWT menurunkan Al-Qur'an. Surah ini diperselisihkan masa turunnya. Namun pendapat yang kuat, turun di Madinah, karena kandungannya mengenai malam Qadr yang merupakan salah satu malam di bulan Ramadhan, sedangkan shaum baru diwajibkan pada tahun kedua hijrah.
Allah membuka surah ini dengan menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang mulia diturunkan pada malam yang penuh kemuliaan dan keistimewaan (Lailatul Qadr) karena Al-Qur'an turun pada malam tersebut (1).
Di ayat lain, juga dijelaskan bahwa Lailatul Qadr terjadi pada bulan Ramadhan. Serta Al-Qur’an yang diturunkan tersebut memiliki dua fungsi: 1) sebagai petunjuk bagi manusia; 2) sebagai pembeda/reference dalam memutuskan perkara benar dan salah:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)... (Al-Baqarah 2:185)
Ayat selanjutnya menjelaskan keutamaan Lailatul Qadr, yang lebih baik daripada seribu bulan (2-3). Keutamaan malam ini dijelaskan pula di ayat berikut:
Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan (ditetapkan) segala urusan yang penuh hikmah (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Ad-Dukhan 44:3-6)
Nabi saw bersabda,
Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kalian untuk menjalankan shaum pada bulan ini. Pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup sehingga para syaitan dibelenggu. Di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikan pada malam tersebut, maka sungguh dia telah dicegah untuk mendapatkannya. (HR Ahmad dan Nasa'i, dari Abu Hurairah)
Barangsiapa beribadah pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lampau akan diampuni. (HR Bukhari Muslim, dari Abu Hurairah)
Kemudian Allah SWT menjelaskan peristiwa yang terjadi pada malam yang penuh keberkahan tersebut.
- Turunnya para malaikat dan Jibril sebagai pemimpin malaikat untuk menuliskan segala urusan (4). Menurut Imam Qatadah as-Sadusi di dalam tafsirnya, segala urusan ini adalah ditetapkannya ajal dan rezeki bagi segenap makhluk-Nya.
- Kedamaian, keberkahan dan suasana khusyu’ meliputi malam tersebut sampai terbitnya fajar (5).
Ada banyak pendapat mengenai kapan turunnya Lailatul Qadr ini yang berdasarkan berbagai hadits Nabi saw dan kesaksian para sahabat Nabi sebagai berikut:
- Lailatul Qadr juga terdapat pada umat terdahulu
- Lailatul Qadr turun pada malam 21, 23, 25, 27, 29 atau malam terakhir Ramadhan
- Lailatul Qadr turun pada 10 malam terakhir Ramadhan
- Lailatul Qadr turun pada 7 malam terakhir Ramadhan
Dari beberapa riwayat, terdapat beberapa pertanda alam turunnya Lailatul Qadr sebagai berikut:
-
Udara dan angin sekitar akan terasa tenang, adem dan sejuk. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh ath-Thoyalisi, dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda,
Lailatul Qadr adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan. -
Langit pada malam itu cerah seperti ada rembulan. Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya aku pernah melihat Lailatul Qadr, lantas aku dilupakan mengenainya. Malam tersebut ada di sepuluh hari terakhir dari malam-malamnya. Malam tersebut sangat cerah, tidak panas dan tidak dingin. Seakan-akan di malam tersebut ada rembulan. Setan tidak akan keluar hingga terbit fajar. (HR Ibnu Abi Ashim dari Jabir bin Abdullah) -
Matahari yang terbit pada pagi hari dalam keadaan jernih, tidak terlalu memancarkan sinarnya. Nabi saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawwud dari Ibnu Abbas:
Malam yang sangat nyaman dan terang; tidak panas dan tidak dingin. Dan matahari di pagi hari sinarnya kelihatan lemah dan berwarna merah.
Di ayat lain dijelaskan, bahwa selain Lailatul Qadr malaikat pun turun kepada mereka yang istiqamah dalam ketauhidan, terus menerus menyadari keberadaan Sang Khalik, pantulan sifat-sifatNya di dalam setiap sisi kehidupannya. Kelompok khusus ini dijanjikan ketenangan hati, tidak sedih dan antusias dengan janji Allah kepada mereka, yakni surga di Hari Kemudian.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Fussilat 41:30)
Maha Benar Allah dengan firmanNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Referensi tafsir klik di sini.
Diselesaikan pada 20190601