Amal Orang Kafir
- Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
- Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Allah menjelaskan terhapus dan sia-sianya amal org kafir
- Tidak ada yg dapat menolak azab Allah terhadap mereka (116)
- Harta yang mereka infakkan diibaratkan seperti angin dingin yang malah merusak tanaman (amal kebaikan) sehingga yg diharap-harapkan berbuah (pahala) menjadi rusak, nihil, tidak ada hasilnya (117)
Amal orang yang kafir ini pun dibahas di ayat lain:
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan 25:23)
Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (An Nuur 24:39)
Larangan Mengambil Orang Kepercayaan dari Non-Muslim
- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
- Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka), "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
- Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
Ayat 118 ini membahas mengenai larangan mengambil org kepercayaan dari non-muslim.
Asbabun nuzul ayat ini mirip dengan Ali Imran ayat 28 sebelumnya, yakni adanya beberapa orang dari kaum muslimin yang masih menjaga persahabatan dengan orang Yahudi yang sudah terjalin sejak sebelum Islam datang. Lalu ayat ini turun karena dikhawatirkan kaum muslimin tersebut akan terkena fitnah dikarenakan kaum Yahudi saat itu seperti musuh dalam selimut.
Di sini, Allah melarang kita untuk mengambil orang kepercayaan, teman dekat dan pemimpin dari orang non-muslim yang bersikap memusuhi kita karena:
- Mereka terus-terusan berusaha mencelakakan dan merusak urusan kita (118)
- Mereka menyukai apa yg menyusahkan kita (118)
- Tampak kebencian dari ucapan mereka; hatinya lebih lagi (118)
- Mereka menampakkan wajah ramah di depan kita (shg kita menjadi suka dg mereka dan keramahannya); ttp sebenarnya marah dan benci di belakang kita (119)
- Tidak senang melihat kita mendapat kebaikan, gembira kalau kita mendapat musibah (120)
Perlu diperhatikan di sini, bhw yg dilarang ini adalah spesifik untuk sebagai orang kepercayaan, teman dekat dan pemimpin yang memiliki peran penting dan strategis. Sedangkan untuk peran lain yang non-strategis tetap diperbolehkan sebagaimana dijelaskan di ayat lain:
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al Mumtahanah 60:8-9)
Dari sini maka di tafsir Al Munir (yang juga mengutip pendapat Syekh Muhammad Abduh di tafsir Al Manar) disebutkan guideline kita dlm berinteraksi dg non-muslim sbb:
- Orang non-muslim = tidak boleh dijadikan teman kepercayaan, pengambil keputusan dan pemimpin
- Orang non-muslim + tidak memusuhi Islam = boleh diajak kerjasama asal tidak di posisi strategis dan penentu kebijakan
- Orang non-muslim + memusuhi Islam = diperangi hingga mereka masuk islam atau mau membayar jizyah (At Taubah 9:29)
Sedangkan yg dikatakan memusuhi Islam menurut ayat di atas adalah kalau:
- Mereka memerangi org muslim krn agama
- Mereka mengusir (atau membantu pihak lain mengusir) dari tempat tinggal org muslim
Di dalam tafsir Al Munir, diceritakan contoh bahwa dulu, masuknya Islam ke Andalusia Spanyol dibantu oleh kaum Yahudi, dan masuknya islam ke Mesir pun dibantu oleh Nasrani Qibti, tetapi tidak sebagai panglima perang atau penentu kebijakan.
Peristiwa Perang Badar
- Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
- ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.
- Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.
- (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
- Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
- Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.
- Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.
- Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah memberikan beberapa highlight mengenai peristiwa perang Badar ini:
-
Adanya 2 kelompok yg sempat ingin mundur dari peperangan (Bani Salamah dan Bani Haritsah) krn terpengaruh oleh Abdullah bin Ubay, ttp Allah meneguhkan kembali hati mereka (122)
-
Kondisi pasukan Islam yg sangat lemah, total 313 org, 2 org naik kuda, 70 org naik unta melawan pasukan kafir Mekkah yg terdiri dari 1000 org pasukan berkuda lengkap (123)
-
Allah memberi kabar gembira dan menentramkan hati kaum muslim saat itu dg janji diturunkannya pasukan malaikat (126). Pertolongan malaikat ini bertahap, awalnya 1000 malaikat, kemudian ditambah menjadi 3000 (124) hingga akhirnya 5000 malaikat setelah tampak kesabaran dan ketabahan mereka yg berperang (125).
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut“. (Al Anfaal 8:9)
Menurut beberapa riwayat, dikatakan bahwa pasukan malaikat ini memakai tanda bulu warna putih di jambul dan ekor kudanya, dan kudanya berwarna putih-hitam; dan hanya di perang Badar inilah mereka turun langsung ke lapangan membantu pasukan Rasulullah.
Beberapa Larangan dan Perintah
- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
- Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.
- Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Terakhir Allah mengingatkan larangan dan perintah kepada orang beriman:
-
Jangan lakukan riba. Larangan fase 3, dilarang riba faahisy (yg berlipat) (130). Fase 4 adalah larangan segala bentuk riba.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (2:278)
-
Peliharalah diri dari api neraka. Tinggalkan segala amal dan perbuatan yang membawa kita kepada neraka (131)
-
Taati Allah dan RasulNya agar mendapat rahmat (132)
Maha benar Allah dg segala firmanNya.
Wallahu a’lam