Ali Imran 3 : 133-148

Mereka yang Kembali ke Jalan Allah

  1. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
  2. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
  3. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Di ayat 133-136 ini membahas apa yang harus dilakukan hamba yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah:

  1. Bersegera, tidak menunda-nunda memohon ampun (taubat) (133)
  2. Tidak menunda-nunda dalam berbuat kebaikan (133)
  3. Ringan tangan dalam berinfak, berinfak kapan saja, di waktu lapang dan sempit (134)
  4. Mampu menahan marah dan mudah memaafkan (134)
  5. Segera ingat kepada Allah dan bertaubat ketika khilaf berbuat zalim dan aniaya (dan meninggalkan perbuatan tsb) (135)

Selama kita tdk musyrik maka sebesar apa pun dosa kita tdk akan melampaui besarnya ampunan Allah SWT. Dalam satu hadits dijelaskan:

“Allah yang Mahatinggi berfirman, “Wahai anak Adam, selagi kamu minta dan berharap kepadaKu, maka Aku akan mengampuni bagimu segala yang telah berlalu dari dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, kemudian kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku ampuni kamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika kamu datang kepadaKu dengan kesalahan (dosa) sepenuh bumi, kemudian kamu mendatangiKu dengan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula. (HR At Tarmidzi).

  1. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Mereka yang mampu mengerjakan di atas dikatakan sbg org yg bertakwa (133) dan akan dibalas dg ampunan Allah (atas kesalahan2 kecil mereka) serta surga yg kekal (136)

  1. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
  2. (Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Utk menguatkan tekad kita kembali ke jalan Allah, di ayat berikutnya (137) Allah memerintahkan kita untuk traveling mengunjungi tempat-tempat yang di sana pernah tinggal umat-umat yang diceritakan di dalam Al Quran. Dikatakan agar perjalanan ini menjadi bahan tafakur kita atas bagaimana nasib kaum yang menolak kebenaran, betapa kerasnya azab Allah dan besarnya kekuasaan Allah melampaui segala kelebihan dan ketinggian budaya yg dimiliki oleh umat-umat tsb. Azab Allah thd kaum-kaum tersebut karena mereka ingkar terhadap rasul yang diutus kepada mereka dan mengabaikan kitab Allah yang berisi penerangan, petunjuk dan pelajaran (138).

Pelajaran dari Perang Uhud (1)

  1. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
  2. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
  3. Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
  4. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Perang Uhud adalah perang setelah kemenangan besar kaum muslim di perang Badar (yang di ayat sebelumnya dikatakan bahkan dibantu oleh pasukan malaikat yg mengenakan tanda khusus). Ttp ternyata kaum muslim mengalami kerugian besar dg banyaknya pasukan muslim yg terbunuh, termasuk Nabi pun luka2.

Allah menghibur kaum muslim utk tetap pede, tdk patah semangat dan tdk larut dalam kesedihan krn sebenarnya dg mereka beriman, mereka sdh ditinggikan derajatnya dibandingkan musuh mereka yg kafir (139). Juga diterangkan, tdk usah terlalu merasa nelangsa, krn kehilangan jiwa atau luka yg dialami kaum muslim pun sama juga dialami oleh musuh (140)

Kemudian Allah menjelaskan bhw sudah sunnatullah yang namanya segala sesuatu itu dibuat bergilir; termasuk menang-kalah dlm peperangan, dg tujuan:

  1. Menguji siapa dari hambaNya yang keimanannya benar2 kpd Allah (140)
  2. Memberikan gift, voucher mati sbg syuhada, kpd mereka yg terpilih, langsung masuk ke surga paling tinggi, surga Firdaus (140)
  3. Membersihkan org beriman dari dosa melalui sakit luka dan penderitaan yg mereka alami (141)
  4. Menjadi salah satu jalan Allah utk menghancurkan org kafir (141)
  5. Menguji siapa hambaNya yg ikhlas dan sanggup bersabar dlm berjihad (142)
  1. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
  2. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Ketika kekalahan dan kejatuhan mental melanda pasukan Islam di perang Uhud tersiar kabar bhw Rasulullah pun terbunuh. Allah kemudian menegaskan dan bertanya kpd kaum muslim saat itu, bahwa Rasulullah hanyalah seorang rasul yg pasti suatu saat akan wafat dan meninggalkan umat Islam. Apakah dengan mudahnya mereka lupa dan mengingkari nikmat besar yg turun bersama kedatangan Islam melalui Nabi SAW? Apakah kalau Nabi sdh tdk ada, maka mereka akan kembali menjadi kafir?

  1. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
  2. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Di ayat berikutnya Allah memperkuat mental umat Islam:

  • Kematian adalah urusan Allah. Setiap yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah. Bahwasanya Nabi SAW dan juga org beriman yg ikut bertempur di dalam perang Uhud juga tdk akan mati tanpa izin dari Allah (145).
  • Mereka yg mati (syahid) di peperangan ataupun survive (hidup) sama2 mendapatkan pahala di sisi Allah. Kesemuanya harus disyukuri. Mati syahid disyukuri. Diberi hidup (survive) pun disyukuri. Ayat ini adalah jawaban Allah krn waktu itu ada bbrp kaum muslim yg kecewa krn tdk mati syahid di perang Uhud (145)
  1. Tidak ada doa mereka selain ucapan, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
  2. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Di ayat 147 Allah mengajarkan kita doa yang dibaca di dalam perang:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

Di dalam doa ini, kita bermohon kpd Allah:

  1. Diampuni dosa kita krn khilaf, sikap dan perbuatan yg tdk kita sadari krn crowded dan kerasnya situasi peperangan.
  2. Mohon perlindungan dari sikap berlebih2an, spt menyerang musuh krn dendam dan kebencian dan bukan krn Allah
  3. Teguh dlm pendirian, tdk goyah, hati tdk menjadi lemah krn melihat banyaknya org yg kita kenal sdh mati. Juga menjaga kelurusan niat hanya kpd Allah, tdk tergoda dg harta rampasan perang krn kemenangan yg mgkn tampak sdh dekat (spt kejadian di perang Uhud)
  4. Memohon akan pertolongan Allah dari musuh

Kalau melihat dari struktur doa di dalam perang di atas ternyata no. 1-3 semua terkait dg adab hati kita dlm menghadapi peperangan. Baru no. 4 eksplisit memohon pertolongan melawan musuh. Di sini Allah seakan implisit berpesan kpd kita, bhw dlm peperangan – menang kalah bukanlah perhatian utama kita. Melainkan menjaga adab hati lah yang justru harus kita utamakan. Bahkan di ayat 145 sebelumnya ditegaskan juga, hidup dan mati pun bukanlah indikator berhasil/gagal krn sama2 mendapat pahala dari Allah (pahala di dunia dan pahala di akhirat) selama kita menjaga keikhlasan berperang demi menegakkan agama Allah.

Sebagai penutup, Allah menjelaskan dg indah dan mengharukan mengenai orang2 yang berjihad di jalanNya ini di ayat lain:

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At Taubah 9:111)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam