As-Saffat 37 : 1-39

As-Saffat 37 : 1-39

Surah ini termasuk kelompok Makiyyah, terdiri dari 182 ayat. Dinamakan As-Saffat karena dibuka dengan sumpah Allalh, demi as-Saffat (yang berbaris).

Pada pembukaan surah, Allah SWT bersumpah atas malaikat, yang digambarkan berbaris-baris, yang menyampaikan larangan, dan yang menyampaikan peringatan dengan sebenar-benarnya (1-3); yang juga diterangkan pula pada ayat lain:

dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan (Al-Mursalat 77:5-6)

Sumpah di sini untuk menegaskan ketauhidan, bahwa hanya ada Tuhan yang Maha Esa (4).

Profil Tuhan

Selanjutnya dijelaskan siapa dan bagaimana Tuhan Maha Esa yang dimaksud di atas, yakni:

  1. Dzat yang Maha Pencipta, menghias langit dengan bintang-bintang (6)
  2. Dzat yang Maha Memelihara - tidak hanya mencipta - termasuk menjaga agar alam semesta dan dunia terjaga dari perbuatan manusia yang durhaka yang mengakibatkan kehancuran / kerusakan (7)

Profil Syaitan (dan Orang yang Mengikutinya)

Sebagai kontras, dijelaskan pula profil / karakteristik Syaitan sebagai berikut:

  1. Mereka tidaklah lebih mengetahui daripada manusia hanya karena mereka kasat mata. Mereka tidak dapat mendengar berita langit dan pembicaraan malaikat (8-10). Diterangkan kemudian bahwa kaum musyrik Mekkah ragu bahwa manusia lebih mulia daripada syaitan/jin (11).
  2. Manusia memandang mereka lebih mulia (mungkin karena kasat mata dan usianya yang panjang)
  3. Mereka menghinakan manusia, dengan mengajak berbuat hal-hal yang menghinakan martabat dan kemuliaan fitrah manusia (12)
  4. Syaitan dan orang-orang yang mengikutinya tertutup hatinya untuk menerima pelajaran (13). Mulai dari ayat ini, Allah SWT menyamakan syaitan dengan kaum durhaka yang mengikuti syaitan.
  5. Mereka (syaitan dan pengikut syaitan) tidak mengakui, bahkan menghinakan tanda-tanda kebesaran Allah (seperti yang terbentang pada alam semesta atau mukjizat para Rasul) (14-15)
  6. Mereka meragukan Hari Kebangkitan, dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari tanah dan tulang belulang (16-19)
  7. Mereka menolak seruan ajaran Tauhid yang dibawa para Rasul, bahkan menganggap para Rasul sebagai orang gila (35-37).

Kesudahan Mereka yang Mendurhakai Tuhan

Ayat selanjutnya, menerangkan nasib kesudahan mereka yang mendurhakai Tuhan:

  1. Mereka merasa kecele ketika dibangkitkan pada Hari Kebangkitan, karena kejadian yang sebelumnya dianggap tidak ada ternyata benar terjadi (20-21)
  2. Mereka dikumpulkan bersama dengan teman dan benda/makhluk yang dijadikan sesembahan mereka (22-23)
  3. Pada saat itu mereka akan ditanya, “(Kalau memang yang kalian yakini selama di dunia benar), kenapa kalian pada hari ini pasrah, tidak saling bantu untuk meyelamatkan diri?” (24-26)
  4. Kemudian mereka akan saling menyalahkan dengan golongan syaitan. Golongan yang durhaka menyalahkan syaitan karena telah menggoda mereka. Sedangkan syaitan menyalahkan manusia karena sebenarnya setiap perbuatan sepenuhnya adalah kehendak dan tanggung jawab manusia; syaitan tidak punya kekuasaan apa-apa untuk memaksa manusia melakukan perbuatan dosa (27-32)
  5. Allah SWT kemudian memberikan balasan azab kepada mereka - syaitan dan para manusia yang mengikutinya (33-34). Ditegaskan pula, bahwa Allah menetapkan balasan yang adil sesuai dengan apa yang mereka kerjakan di dunia (38-39)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.

Photo credit: Juliana

Diselesaikan pada 20210228