Memahami Al-Qur'an

Memahami Al-Qur'an

Sedikit sharing tips mudah memahami Al Quran. Sekali lagi ini hanya dari pengalaman pribadi Penulis, dan mungkin hanya salah satu dari sekian banyak cara dalam memahami Al Quran.

Pertama, kita lihat di surat 35 (Fatir):

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (35:31)

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (35:32)

Di sini Allah menjelaskan mengenai Al-Qur'an; kitab yang diwahyukan kepada Rasulullah (31), dan Dia akan mewariskan kitabNya tersebut kepada sekelompok orang. Kemudian dijelaskan bahwa mereka ini orang biasa seperti kita-kita – yang tidak lepas dari dosa, satu saat alim, saat lainnya jauh lagi dari Allah dst. Perhatikan penggunaan kata "wahyu" dan "waris". Manusia biasa hanya bisa "diwariskan" sedangkan para Rasul "diwahyukan".

Kemudian kita lihat siapa dan bagaimana profil sekelompok orang yang disebut di ayat 32 ini.

Jawabannya ada pada ayat-ayat sebelumnya:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi (35:29)

Jadi mereka yang dikatakan mewarisi Al-Qur'an adalah mereka yang membiasakan (mendawamkan):

  1. Membaca Al-Qur'an (tadarus, menghafal, mentadabburi tafsirnya dan mengamalkan ayat-ayatnya)
  2. Mendirikan sholat
  3. Infaq, menafkahkan sebagian harta

Kemudian kita masuk ke Al-Waqi'ah berikut:

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
Diturunkan oleh Rabbil 'alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini?
(Al-Waqi'ah 56:74-81)

Di sini disebutkan pula, syarat tambahan agar Al-Qur'an dapat ‘disentuh’ – agar hati kita subur dan mudah memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an adalah:

  • Bertasbih, berdzikir dengan membesarkan nama Allah (74)
  • Menjaga kesucian diri. Bukan hanya kesucian fisik dan rezeki yg halal, ttp juga kesucian hati, ucap dan akhlak kita (79)

Jadi kalau disimpulkan dari ayat-ayat di atas, salah satu cara kita agar mudah memahami makna Al-Qur'an adalah dengan merutinkan amalan berikut setiap hari:

  1. Membaca Al-Qur'an (tadarus, menghafal, mentadabburi tafsirnya dan mengamalkan ayat-ayatnya)
  2. Menjaga kesempurnaan sholat
  3. Menjaga infaq, menafkahkan sebagian harta
  4. Menjaga dzikrullah di dalam hati setiap saat dimana saja
  5. Menjaga kesucian diri. Suci hati, suci ucap dan kesucian akhlak kita

Wallahu a'lam bish-shawab.