Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim 66:6)
Bagaimana bisa mengaji, mengkaji dan (mudah-mudahan) mengamalkan Al-Qur’an setiap hari? Berikut apa yang kami sudah coba, sejak Ramadhan 1446H (Maret 2024) kemarin. Walaupun ada sedikit kekurangan di sana-sini, tetapi Alhamdulillah banyak hal yang dimudahkan Allah SWT.
- Sesi dimulai jam 5:15 pagi setelah sebelumnya sholat Subuh berjamaah. Setiap hari.
- Mengaji dengan tadarus membaca arab dan arti ayat setiap halaman. Satu orang satu halaman.
- Ketika arti sedang dibacakan, maka arti ayat tersebut dibahas singkat, apa maksudnya, siapa "mereka", "kamu", "kalian", "saya", kenapa ayat ini muncul setelah ayat itu, bagaimana asbabun nuzul nya, apa ayat dan hadits terkaitnya, bagaimana relevansinya dengan kehidupan kita sehari-hari.
- Demikian seterusnya sampai selesai setiap orang membaca ayat dan arti 1 halaman. Salah satu ditunjuk untuk menuliskan batas ayat, bergantian setiap minggu.
- Bagi yang paling belakangan datangnya, maka dia bertugas membangunkan semua yang lain keesokan harinya.
Beberapa Catatan
-
Tadarus bisa dilakukan via online (seperti Zoom). Selain fleksibel untuk yang tidak berada di rumah, juga sesinya bisa direkam untuk dokumentasi keluarga.
-
Disarankan menggunakan aplikasi dari Greentech: Al Quran (Tafsir & By Word karena ada beberapa mode, seperti (1) membaca ayat saja, (2) membaca ayat dan terjemah, dan (3) membaca ayat, terjemah dan terjemah per kata. Mode-mode ini akan dipakai selama sesi pengajian.
-
Point 1. Mulai pengajian jam 5:15 dengan rundown sebagai berikut:
Waktu Kegiatan 04:45 Sholat subuh berjamaah (di musholla atau di masjid) 05:00 Dzikir pagi-sore 05:15 Mulai pengajian 06:00 Selesai pengajian Sebaiknya benar-benar diusahakan pagi hari, walaupun berat dan mengantuk, karena kalau digeser ke siang/malam akan banyak halangan, bentrok acara dll. Libur dan tanggal merah pun tetap jalan.
-
Point 2. Mengaji bisa dibuat variasi:
- Tadarus ayat dulu semua, satu orang satu halaman sampai semua orang mendapat giliran. Baru kemudian dilanjut dengan membaca artinya, satu orang satu halaman, sampai selesai.
- Tadarus bisa juga ayat 1 halaman, kemudian orang yang sama melanjutkan dengan membaca artinya.
- Bila ada yang berhalangan karena haid, maka jatah halamannya dibacakan oleh salah satu. Nanti orang yang berhalangan akan membacakan artinya sekaligus dua halaman melalui aplikasi di handphone atau tablet.
- Demikian pula, kalau ada yang uncontactable, maka jatah halamannya (ayat dan arti) dibagi ke mereka yang hadir. Diusahakan semampunya. Jadi kalau harus menyetir kendaraan, maka cukup hanya mendengarkan atau membahas ayatnya. Kalau sedang di jalan, di kereta, diatur gilirannya agar pas nyaman dengan jam turun/naik kereta.
- Bila sedang sakit, bisa dilakukan di kamar via Zoom, ikut hadir seperti biasa - karena waktu subuh tetap harus sholat Subuh.
- Kalau sudah masuk juz amma dan sebagian besar hafal juz amma, maka bisa dibaca ayat arabnya bersama-sama, tidak perlu gantian. Nanti setelah selesai semua halamannya, baru dibaca artinya, 1 orang 1 halaman.
- Khusus hari Jumat, mengaji satu Surah Al-Kahfi (ayat saja).
-
Point 3. Tantangannya adalah bagaimana membuat yang hadir tetap engage dengan menyimak bacaan dan penjelasan ayat, disamping juga bagaimana agar cukup singkat tetapi tidak terlalu singkat. Cukup padat tetapi tidak terlalu panjang, karena sesi hanya 45 menit (selesai jam 6:00).
-
Sembari menyimak bacaan arab ayat, yang lain bisa membuka terjemahan per kata, agar mulai familiar dan hafal vocabulary dan bentukan bahasa Arab di dalam ayat. Vocabulary ini sebenarnya tidak banyak karena cukup banyak pengulangan ayat di dalam Al-Qur'an.
-
Bila hari libur, maka bisa lebih santai dan lebih panjang pembahasannya. Karena ini moment seluruh anggota keluarga hadir, maka bisa juga dilanjutkan dengan "family meeting" untuk membahas atau update hal-hal yang perlu diketahui semua, seperti masalah sekolah, rencana liburan, makan-makan dll.
-
Satu Al-Qur'an = 604 halaman. Jadi kalau misalnya dilakukan bersama 6 orang, maka akan khatam setiap 100 hari atau 3.5 bulan, insya Allah.
Final Tip
Fokuskan ke tiga hal:
- Fokus keluarga inti dahulu. Sesi pagi khususkan hanya untuk keluarga inti. Selain keluarga inti (misalnya mengaji bersama-sama orangtua lain, atau teman), bisa dilakukan di waktu lain selain pagi.
- Fokus ke membaca ayat dengan tajwid yang benar dan nada irama yang menenangkan
- Fokus ke pendalaman arti makna ayat, latar belakang, tafsirnya, pandangan para ulama dsb. Kalau pendalaman masih sangat terbatas, bisa dimulai dengan tadarus dan membaca arti saja, tanpa perlu pembahasan ayat. Menambah wawasan tafsir bisa dengan membaca tafsir kontemporer, seperti Tafsir Al-Munir oleh Wahbah Az-Zuhaili, atau buku-buku lain yang relatif ringan seperti:
- Tafsir Qashashi Jilid 1,2,3 oleh Dr. Syofyan Hadi (softcopy ada di Google Playstore)
- Tafsir Salman - Tafsir Ilmiah atas Juz Amma (softcopy ada di Google Playstore)
- Tadabur Al-Qur'an oleh Syaikh Adil Muhammad Khalil (softcopy ada di Google Playstore)
Ingat juga, ini adalah perjalanan panjang. Mungkin menjadi proyek seumur hidup - kita dan anak-menantu-cucu-cicit sekeluarga. Jadi "nafas" harus panjang, stamina dan niat harus juga kuat.
Hasil yang diharapkan secara bertahap:
Tahap Awal
- Rutin membaca ayat Al-Qur'an setiap hari
- Rutin terpapar dengan arti ayat Al-Qur'an setiap hari. Mulai mengamalkan yang mudah dimengerti dulu.
- Familiar dengan kisah-kisah, konsep-konsep dan terminologi di dalam Al-Qur'an. Mana yang ada di Al-Qur'an, apa keyword nya kalau harus mencari lagi, apa ayat-ayat terkaitnya. Mulai familiar dengan nama surat, familiar dengan surat apa ayat berapa membahas apa.
Tahap Menengah
- Rutin merenungkan makna dan relevansi ayat Al-Qur'an setiap hari. Terus mengaplikasikan prinsip-prinsip yang sudah dimengerti secara lebih luas, membandingkan fenomena di luar dengan paradigma Al-Qur'an.
- Familiar dengan vocabulary kata-kata yang digunakan di dalam Al-Qur'an
Tahap Lanjut
- Mampu memahami dan merenungkan ayat Al-Qur'an hanya dengan mendengar bacaan Al-Qur'an biasa
- Paralel mulai menghafal ayat-ayatnya. Di tahap ini diharapkan kita bisa tahu mengenai ayat, artinya, ayat-ayat terkaitnya, menjelaskan kepada orang lain - terutama keluarga - mengenai pengalaman kita dalam mengamalkan prinsip-prinsipnya di dalam kehidupan kita sendiri dalam bahasa kita sendiri dan sesuai situasi kondisinya.
Tips terakhir, jangan lupa merutinkan 4 hal ini - sebagaimana diterangkan di sini:
- Menjaga kesempurnaan sholat
- Menjaga infaq, menafkahkan sebagian harta
- Menjaga dzikrullah di dalam hati setiap saat dimana saja
- Menjaga kesucian diri. Suci hati, suci ucap dan kesucian akhlak kita
Jadikan ini sebagai bagian rutinitas pagi kita setiap hari. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan jalan kita mendekatkan diri dan hati kepadaNya melalui Al-Qur'an, sehingga tercapai kebiasaan "Mengaji dan Mengkaji Al-Qur’an Setiap Hari".
Aamiin ya Rabbal 'alamiin.
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Az-Zumar 39:23)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Photo credit: Tahir osman