Thaahaa 20 : 99-124

Al-Qur'an – Kandungan dan Adab Membacanya

Al-Qur'an diturunkan dengan dua tujuan, sbg peringatan dan sbg kabar gembira. Allah menjelaskan kandungan Al-Qur'an yang berupa peringatan adalah dalam bentuk:

  1. Kisah-kisah umat terdahulu (spt kisah Musa di ayat2 sebelumnya) (99)
  2. Peristiwa yang terjadi pada hari Kiamat (102-112) – akan dijelaskan terpisah

Kemudian Allah menjelaskan bbrp karakteristik Al Quran:

  1. Al Quran diturunkan dlm bahasa Arab, agar mudah dimengerti oleh Nabi SAW dan masyarakat sekitarnya (113). Di ayat lain dijelaskan:

    Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur'an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al-Qur'an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah, “Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (Fushshilat 41:44)

  2. Tema-tema di dalam Al-Qur'an diulang-ulang, dengan tujuan agar kita tidak lupa (113), sebagaimana dijelaskan di ayat berikut:

    Dan sesungguhnya dalam Al-Qur'an ini Kami telah ulang-ulangi, agar mereka selalu ingat. Dan pengulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (Al Israa’ 17:41)

  3. Al-Qur'an mengandung nasehat, pengajaran dan pedoman untuk mencapai derajat orang bertakwa (113)

  4. Merendahkan hati dan jiwa ketika membacanya karena kemuliaan Al-Qur'an yang diturunkan oleh Tuhan yang Maha Tinggi dan Yang Menjadi Raja Penguasa alam semesta yang lahir maupun yang batin (114)

  5. Perlahan, tidak tergesa-gesa dalam membacanya, hingga kita mengerti apa isi ayat yang kita baca. Diperintahkan juga utk memperbanyak berdoa sebelum membaca Al-Qur'an,

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan (hikmah dari ayat-ayatMu) (114)

Peristiwa yang Dialami Manusia di Hari Kiamat

Allah menerangkan rangkaian peristiwa yang akan dialami oleh manusia di hari Kiamat (102-112):

  1. Setelah sangkakala ditiup kedua kali, manusia akan dibangkitkan bersama-sama dan berkumpul di tanah lapang. Mereka yang berdosa bangkit dalam keadaan gelisah, tampak dari muka mereka menghitam dan bagian mata membiru/buta (102). Di ayat lain, dijelaskan keadaan mereka sebagai berikut:

    Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Thaaha 20:124)

    …Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. (Al Israa’ 17:97)

  2. Manusia yang dikumpulkan tersebut akan mengalami distorsi waktu. Mereka akan saling bertanya sesama mereka dengan berbisik, berapa lama mereka tinggal di alam kubur. Ada yang merasa 10 hari, ada juga yang merasa hanya 1 hari (103-104)

  3. Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah hamparan tanah rata karena gunung-gunung sudah dihancurkan pada awal kejadian kiamat (105-107), sebagaimana diterangkan di banyak ayat berikut:

    dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya (Al Waaqi’ah 56:5)

    dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan) (Al Ma’aarij 70:9)

    dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu (Al Mursalat 77:10)

    dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al Qaari’ah 101:5)

  4. Akan ada yang menyeru, memerintahkan mereka (para manusia) untuk berbaris lurus. Semua berbaris dengan merendahkan diri. Hening, sunyi. Yang terdengar hanya bisik-bisik sesama mereka. (108). Ini diterangkan juga di ayat lain:

    Mereka datang dengan patuh kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang berat.” (Al Qamar 54:8)

  5. Tidak tampak seorang pun yang dapat menolong mereka, kecuali orang-orang tertentu yang diberi hak Allah memberi pertolongan dengan doa mereka (syafaat) (109)

  6. Para manusia menghadapi pengadilan atas perbuatan mereka. Semua merendahkan diri di hadapan Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu (110), Yang Maha Hidup – Al Hayyu (tidak pernah lengah, lupa atau tidur) dan Maha Mandiri – Al Qayyum (tidak pernah memerlukan bantuan siapa / apa pun dalam mengurusi alam semesta seisinya) (111)

  7. Perasaan manusia saat itu, ada yang merasa rugi, sangat menyesal karena melakukan perbuatan yang tidak menambah amal pahala mereka (zalim) (111). Ada juga yang merasa tenang, tidak khawatir karena iman dan amal salehnya (112)

Kisah Nabi Adam as di Surga

Allah menerangkan peristiwa Adam yang khilaf memakan buah khuldi karena godaan Iblis. Allah menjelaskan penyebab Adam tergoda adalah karena tidak memiliki kemauan yang kuat untuk mematuhi perintah Allah (115).

Diceritakan bagaimana awalnya Iblis menolak perintah Allah untuk bersujud hormat kepada Adam karena merasa dirinya lebih baik daripada Adam (116), seperti dijelaskan di ayat berikut:

Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.
Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Shaad 38:75-76)

Kemudian Allah memerintahkan Adam dan istrinya (Hawa) untuk menjadikan iblis sebagai musuh yang selalu berusaha mencelakakan Adam dan Hawa karena kebenciannya terhadap Adam dan Hawa. Di ayat lain dijelaskan juga, perintah Allah agar kita menjadikan Iblis dan Syetan sebagai musuh yang nyata, musuh yang memiliki kecerdasan dan keinginan, membujuk dan mengelabui kita agar lengah thd perintah dan larangan Allah SWT:

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Az Zukhruf 43:62)

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (Yaasiin 36:60)

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Al Israa’ 17:53)

Allah menempatkan Adam dan Hawa di surga, sbg transit sementara sebelum mereka diturunkan ke dunia utk menjalankan tugas sbg khalifah sesuai tujuan awal penciptaan mereka:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (Al Baqaran 2:30)

Selama di surga ini, Allah menjamin semua kebutuhan sandang, pangan dan papan (118-119). Hanya ada satu larangan, yakni menjauhi pohon khuldi atau memakan buahnya.

Ternyata Adam dan Hawa tergoda oleh bujukan dan janji Iblis yang mengatakan, justru dengan memakan buah khuldi tersebut mereka akan kekal di surga dan tdk akan diturunkan ke bumi (utk menjadi khalifah). Akibat perbuatan mereka, terbukalah aurat mereka shg malu dan menutupinya dg daun2 (120-121).

Adam Hawa menyesal atas perbuatan dosa tsb dan bertaubat dalam doa berikut:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al A’raaf 7:23)

Allah pun menerima taubat Adam dan Hawa. Allah kemudian mengangkat Adam sebagai RasulNya, dan memberikan kepada Adam wahyu (122). Setelah itu, Allah memerintahkan Adam as dan Hawa turun ke dunia, menjalankan tugas mereka sebagai Khalifah. Allah kemudian menjelaskan general guideline bagi Adam as dan Hawa beserta anak keturunan mereka agar mereka selamat hidup di dunia (dan akhirat):

  • Sebagian manusia akan saling bermusuhan dan berperang (123)
  • Ikuti petunjuk Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya agar tidak tersesat dan tidak celaka (123)
  • Mereka yang tidak mau mengikuti peringatan Allah akan sempit kehidupannya di dunia dan akhirat. Mereka akan dibangkitkan Allah di akhirat dalam keadaan buta (124)

Catatan tambahan

Surga Adam Hawa ini tampaknya memiliki ciri yang berbeda dengan surga yang dijanjikan Allah kepada mereka yang beriman dan beramal saleh kelak di akhirat. Beberapa perbedaannya seperti:

  • Surga Adam Hawa tidak pernah disebutkan memiliki ciri-ciri seperti adanya sungai yang mengalir, dipan-dipan tempat mereka duduk atau bidadari. Padahal banyak disebutkan di dalam Al-Qur'an itu semua adalah ciri-ciri surga bagi hambaNya yang beriman dan beramal saleh.
  • Iblis bisa masuk ke dalam surga Adam Hawa ini dan ada larangan (spt memakan buah Khuldi) bagi penghuninya. Padahal tidak demikian dengan surga yang diperuntukkan bagi hambaNya kelak di akhirat:

Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa pun yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya. (Qaaf 50:34-35)

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh segala yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (Fushshilat 41:31)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab